Apa itu Mina Padi……? Mina Padi adalah cara yang digunakan oleh petani dengan menggabungkan teknik budidaya padi dan pemeliharaan ikan, yang dilakukan secara bersamaan di sawah. Biasanya, sistem mina padi biasa dilakukan di sistem pengairan sawah teknis dan setengah teknis. Sebab keberadaan air di sawah dalam sistem mina padi sangat dibutuhkan. Sistem mina padi, jelas mempunyai keuntungan yang dapat dirasakan oleh petani. MACAM – MACAM SISTEM MINA PADI Mina padi di pinggir sawah Mina padi di tengah sawah Mina padi di sekeliling sawah Jadi, ada beberapa pilihan, bisa kita dijadikan sawah yang selama ini biasa saja: menjadi mina padi. Cara ini patut dicoba Budidaya Ikan dan Padi Sekaligus di Satu Lahan? Kenapa Tidak! Sistem budidaya padi dan ikan secara sekaligus dalam satu lahan memang belum terlalu populer di Indonesia. Meski sudah dikembangkan sejak Oktober 2015 dan menuai pujian dari dunia internasional. Kenyataannya teknik budidaya untuk pertanian dan perikanan secara sekaligus itu belum terlalu diminati banyak petani padi dan ikan. Padahal, saat ini negara lain seperti Laos dan Filipina sudah menyatakan ketertarikan pada sistem mina padi dan akan menggunakan teknik tersebut dalam pertanian budidaya di negara masing-masing. Kedua negara tersebut saat ini tengah mempelajarinya secara langsung di Indonesia Tujuannya, selain untuk meningkatkan penghasilan petani ikan, juga untuk meningkatkan ketahanan pangan. Persiapan Lahan Pada sistem ini, ikan dipelihara secara bersamaan, yaitu ikan dan padi pada satu lahan. Sistem pemeliharaan mina padi, maka kita dapat memelihara ikan untuk satuan waktu sekitar 30 hari. Dari kondisi ini, maka kita akan memperoleh ikan yang mempunyai bobot 1 kg untuk setiap 30 – 40ekor ikan. Waktu pemeliharaan ini sesuai dengan masa tanam pada proses penyiangan padi pada tahap pertama dan kedua. Pematang keliling pada petakan sawah harus yang kuat dan dapat menahan air serta tidak bocor. Lebar pematang sawahnya sekitar 30-50 cm dengan ketinggian 40-50 cm. Untuk saluran pemasukan air dan pengeluaran air diberi saringan yang dibuat dari kawat kasa, bambu atau bahan lainnya untuk menghalangi ikan keluar dari lahan sawah. Untuk pengaliran air dapat dibuat secara lurus atau menyudut pada diagonal lahan. Sedangkan jika anda adalah pemakai pupuk non organik, penebaran benih ikan dilakukan 30 hari setelah penanaman padi dengan tujuan untuk menghindari obat-obatan atau pupuk. Padat penebaran yang dilakukan di Balai Layanan Usaha Produksi Perikanan Budidaya (BLPUPPB) Karawang pada umumnya 100 ekor/m2. Pemeliharaan Lama pemeliharaan ikan pada sistem minapadi tergantung pada ukuran benih dan besarnya ikan yang akan dipanen. Balai Layanan Usaha Produksi Perikanan Budidaya (BLUPPB) Karawang melakukan kegiatan budidaya ikan (Pendederan) nila atau ikan mas selama 40 – 60 hari masa pemeliharaan. Selama masa pemeliharaan ikan, ketersediaan pakan alami diupayakan selalu tersedia. Oleh karena itu upaya penyuburan sawah dengan pupuk organik dapat dilakukan. Selain mengandalkan pakan alami pada masa pemeliharaan ikan ini juga dilakukan pemberian pakan buatan. Pemeliharaan padi dilakukan dengan beberapa kegiatan, diantaranya penyiangan, penyulaman, serta pemupukan. Panen Panen ikan dilakukan setelah mencapai umur pemeliharaan ikan. Untuk memudahkan panen, keluarkan air dari sawah secara berangsur-angsur hingga air tersisa pada parit/caren. Setelah ikan berkumpul di saluran keliling/caren, selanjutnya ikan ditangkap dan dimasukkan kedalam tampungan. Panen padi pada sistem mina padi sama seperti permanenan pada penanaman monokultur. Panen padi dilakukan setelah gabah masak merata dengan menggunakan sabit bergerigi untuk mengurangi rontoknya bulir padi sawah.