Loading...

Teknologi Mina Wen Hipere

Teknologi Mina Wen Hipere
Suku Dani di lembah Baliem Jayawijaya,memelihara Kearifan lokal Wen hipere untuk mempertahankan ketersediaan ubi jalar sebagai makanan pokok juga sebagai bahan kuliner tradisional pada upacara adat yang disebut hekekit Ikhhogo. Potensi pengembangan ubi jalar melalui pemanfaatan teknologi Mina WenbHipere yang dikaji oleh peneliti BPTP Papua ini cukup besar. Luas tanam ubi jalar di Kabupaten Jayawijaya 13.210 ha dengan produksi 131.915 ton sementara potensi lahan pertanian berbasis tanaman pangan adalah 4.251.058 ha. Perakitan inovasi dilakukan pada sistem usahatani ubi jalar (hipere) yang sudah berkembang dalam komunitas Suku Dani, kemudian diintroduksi teknologi budidaya ikan (mina) pada parit di kebun hipere. Itulah alasan mengapa disebut Mina Wen Hipere. Paket teknologi yang dirakit meliputi modifikasi fungsi parit besar penghalang hama babi menjadi parit yang memenuhi syarat teknis untuk menanam ikan nila. Pakan ikan diperoleh dari pemanfaatan daun ubi jalar dan limbah ternak sapi. Keuntungan ganda yang diperoleh petani adalah pertama peningkatan kelayakan usahan dengan nilai B/C 1,87 dan kedua adanya sumber protein dari hasil panen ikan. Mina Wen Hipere telah berkembang di kampung-kampung yang tersebar di 4 distrik Kabupaten Jayawijaya. Distrik Assolokobal yaitu Kampung Hulekaima, Poteikeima, Uwanikaima dan Wekiat. Bahkan di Distrik lainnya yaitu di Kampung Musakfak, Distrik Musafak; Kampung Kepiatnem Distrik Hubikosi; Kampung Kulegaima Distrik Hubikosi; Kampung Kumina Distrik Kurulu; dan diharapkan dapat menyebar lebih luas lagi ke semua kebun ubi jalar dengan kondisi lahan yang serupa dengan yang ada di Lembah Baliem. Untuk mempercepat proses adopsi teknologi, BPTP Papua menggunakan pendekaran pada tokoh adat serta fasilitasi dan pendampingan dengan keputusan ditangan petani. Penerapan teknologi sistem usahatani Mina Wen Hipere juga berpeluang untuk dikembangkan menjadi sistem usahatani berorientasi agribisnis. Hal ini didukung terbukanya peluang pasar yang semakin besar seiring dengan perkembangan industri pariwisata di Lembah Baliem Jayawijaya sebagai salah satu daerah tujuan wisata alam dan budaya di Papua. Sumber: Badan Penelitian Dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian,2011 Sri Rahayu Sihombing, Albert Saplanit,Afrizal Malik. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Papua.2011