Loading...

TEKNOLOGI PADI SALIBU

TEKNOLOGI PADI SALIBU
I. PendahuluanTeknologi padi salibu adalah salah satu inovasi teknologi untuk memacu produktivitas/peningkatan produksi. Teknologi padi salibu merupakan tanaman padi yang tumbuh lagi setelah batangsisa panen dipotong, tunas akan muncul dari buku yang ada didalam tanah. Tunas ini akan mengeluarkan akar baru sehingga suplay hara (aliran makanan) tidak lagi tergantung pada tanaman lama, hal inilah yang membuat pertumbuhan dan produksinya sama atau lebih dibanding tanaman pertama (ibunya).Latar Belakang :- Kebutuhan beras yang terus meningkat- Terjadi alih fungsi lahan ke sektor non pertanian- Terjadinya penurunan produksi pada lahan intensifikasi- Terbatasnya varietas unggul terutama di dataran tinggi- Tingginya baya usaha tani padi sawah- Kurangnya tenaga kerja- Teknologi sederhana II. Teknologi Padi Salibu Tahapan Pekerjaan :1. Panen awal dari biasanya (7-10 hari)2. Kondisi tanah sawah usahakan lembab saat pemotongan3. Pemotongan tunggul setinggi 3-5 cm (gunakan alat yang tajam, 7-10 hari selah panen.4. Setelah dipotong upayakan kondisi ar macak-macak.5. Pada umur 20-25 hari lakukan penyiangan, penyisipan dan pemupukan sesuai dosis serta pembenaman jerami.6. Bila MT.2 akan disalibukan, sebaiknya MT. 1 ditanam dengan sistem jajar legowo.Langkah selanjutnya sama seperti pemeliharan padi biasa. Pada teknologi padi salibu pertumbuhan tunas setelah dipotong sangat dipengaruhi oleh :1. Tinggi Pemotongan2. Varietas yang digunakan3. Kondisi air tanah waktu panen4. PemupukanDalam upaya mengimbangi kebutuhan unsur hara pada masa pertumbuhan anakan padi salibu, perlu dilakukan pemupukan yang cukup, terutama hara ntrogen. Untuk sementara dosis pupuk yang digunakan adalah (150 kg/ha Urea dan 150 kg/ha Phonska). Waktu pemberian pupuk pertamasebaiknya umur 20-25 hari setelah pemotongan batang sisa panen, pada saat yang sama juga dilakukan penjaranan dan penyisipan.Dosis pupuk akan dipengaruhi oleh :- Jenis tanah- Pengelolaan bahan organic- Varietas yang dipakai/ spesifik daerahPaket tenologi padi salibuParameter KegiatanPanen sebelumnya Lebih awal 7-10 hariPersiapan lahan Penyemprotan gulma ( herbisida kontak), penggenangan 2-3 hariPemotongan batang Pemotongan batang sisa panen dilakukan umur 7-10 hari setelah panenPengolahan tanah Tidak adaPersemaian Tidak adaTanam Tidak adaPenjarangan Penjarangan umur 20-25 hariPenyisipan Penyisipan umur 20-25 hariPemupukan Pemupukan pertama Umur 20-25 hari setelah panenPemupukan susulan 30-40 hari setelah panenRekomendasi daerah setempat dan ditingkatkan N 25-50% dari pupuk awal/pertama.Pengendalian gulma Lebih awal dan membenam jerami umur , umur 20-25 dan 35-40 hari setelah panenPemeliharaan Standar OPT dan PHTUmur panen Lebih awal 20% dari umur biasaPotensi hasil 110-120% dari hasil tanam pindah Teknologi padi salibu dapat menngkatkan produktivtas lahan, dengan meningkatkanindeks panen dari 2 menjadi 3, atau 4 kali panen dalam 1 tahun.KeuntunganTeknologi Salibu adalah :1. Umurnya relatif lebih pendek2. Kebutuhan air lebih sedikit3. Baya produksi lebih rendah karena penghematan pada pengolahan tanah, tanam dan penggunaan bibit 4. Dapat mempertahankan kemurnian benih. III. Manfaat dan Dampak Padi SalibuManfaat :¢ Meningkatkan produktivitas lahan sawahmelalui peningkatan IP (Indek Panen)¢ Penghematan biaya produksi pada pengolahan tanah, tanam dan benih¢ Menanggulangi keterbatasan (kelangkaan) varietas/benih¢ Menuju pertanian organik ramah lingkungan Dampak :¢ Meningkatkan pendapatan petani, karena biaya produksi berkurang dan produksi meningkat¢ Peluang pengembalian bahan organik (jerami) lebih besar, terutama dari sisa pemotongan batang setelah panen.¢ Bag daerah ang kekuarangan tenaga kerja sangat membantu proses produksi¢ Bila 1 kabupaten mengembangkan teknologi padi salibu 5.000 ha, maka terjadi peningkatan pendapatan ditingkat petani sebesar lebih kurang Rp 100 mlyar/tahun.¢ Kesejahteraan petani akan meningkat. IV. HASILTeknologi padi salibu meningkatkan indek panen karena rentang waktu produksi lebih pendek. Teknologi in juga dapat menanggulangi keterbatasan Varietas unggul, karena pertumbuhan tanaman selanjutnya terjadi secara tunas maka mutu varietas sama dengan tanaman awalTeknologi padi salibu membutuhkan waktu produksi, hanya 80-90% dari tanaman pertama hal ini dapat meningkatkan IP berkisar 0,5 s/d 1 tahun. Secara ekonomi teknologi padi salibu menghemat 30% baya produksi, hal ini menekan biaya usaha tani setara Rp 2 s/d 2,5 juta/ha sekali panen. Ketika biaya tenaga kerja mahal dan terbatas, budidaya padi salibu akan membantu percepatan produksi padi dibanding tanaman pindah. Secara potensi teknologi padi salibu dapat meningkatkan produktivitas lahan dan pendapatan petani. Penulis : Ekayeni, A. Md