Loading...

Teknologi Pembibitan Tanaman Kakao Dengan Menggunakan Biji

Teknologi Pembibitan Tanaman Kakao Dengan Menggunakan Biji
Tanaman kakao dalam Bahasa latinnya dikenal Theobroma cacao L., merupakan tanaman perkebunan yang sangat popular memiliki nilai ekonomi tinggi, hasilnya dapat diolah berbagai jenis produk. Tanaman ini dapat berbuah sepanjang tahun cocok pada iklim tropis seperti Indonesia yang diberikan sinar matahari yang berlimpah dan tanah yang subur sehingga dapat menghasilkan produksi yang berlimpah ruah. Berdasarkan data statistik.com Indonesia merupakan penghasil biji kakao terbesar ke tiga di dunia setelah Pantai Gading, Ghana. Kontribusi Indonesia pertahun sebanyak 777.500 ton biji kokoa Sulawesi Barat termasuk produsen utama dalam mencapai hasil tersebut. Teknologi Pembibitan merupakan salah satu rangkain terpenting dalam kegiatan budidaya tanaman kakao. Pembibitan adalah suatu proses penanaman bibit mulai dari bentuk biji hingga menjadi tanaman bayi munculnya tunas akar dan beberapa daun kecil menjadi kecambah, yang dilaksanakan selama beberapa hari, sehingga akhirnya bisa ditanam kembali untuk pertumbuhan tanaman buah hingga dewasa dan berbuah. Tujuan pembibitan adalah untuk mendapatkan bibit tanaman yang pertumbuhannya baik dan seragam. Teknik pembibitan terdiri dari dua jenis yakni teknik pembibitan secara generative dan teknik pembibitan secara vegegetatif. Tehnik pembibitan secara generatif adalah teknik perbanyakan tanaman dengan menggunakan biji, biji ini dapat ditanam untuk menumbuhkan tanaman yang baru yang memungkinkan terjadinya variasi karakter, mulai dari sistem perakaran, batang, bunga dan daun yang tergantung dari indukan yang terpilih. Sedangkan perbanyakan vegetatif dengan cara sambung pucuk, stek, okulasi, cangkok dan kultur jaringan. Tahapan-tahapan yang dilakukan dalam proses pembibitan dengan menggunakan Biji sebagai berikut: Pembuatan tempat persemaian Hala-hal yang harus diperhatikan dalam penentuan lokasi persemaian adalah: Permukaan tanah rata Lokasi persemaian harus dekat dengan jalan sehingga memudahkan proses pengangkutan Dekat dengan sumber air dan memiliki saluran air yang baik Dekat dengan lokasi penanaman Jauh dari jangkauan ternak Jarak lokasi persemaian harus jauh dari serangan VSD minimal 150 m Bersih dari semut, tanaman disungkup dengan menggunakan atap plastic untuk mengurangi resiko VSD. Penyiapan Benih Beberapa hal yang perlu dilakukan sebelum melaksanakan kegiatan persemaian adalah menyiapkan benih Penyiapan bahan tanam yakni memilih/ menggunakan klon-klon unggul atau bahan tanaman kakao mulia yang telah tersedia diberbagai daerah centra produksi kakao seperti DR1, DR2, DR 38, DRC 16 denagn tingkat produksi pertahun 1,5 ton biji kering/ ha/tahun. ICCRI 1, ICCRI 5 denagn potensi produktivitas 2 ton/ha/tahun Bersihkan biji dengan cara menggosokkan serbuk gergaji/ abu gosok usahakan jangan sampai biji terluka Persamaian Kegiatan penyemaian dapat kita lakukan dengan dua cara yanki benih kakao disemai dengan menggunakan media karung goni, dan media pasir dalam bedengan . Persemaian dengan Mengunakan Media Karung Goni: Siapkan karung goni yang berukuran 100 x 72 cm sebagai media persemaian dan karung goni tipis untuk menutup benih kakao. Celupkan karung goni kedalam larutan fungsida Bentangkan karung goni diatas lantai/teras atau media yang sudah di siapkan dengan susun dari atas kebawah: tanah, batu merah satu lapis, kemudian karung goni sebagi wadah persemain serta karung goni tipis sebagai bahan penutup. Susun biji kakao diatas karung goni dengan jarak antar benih 2 x 3 cm Benih ditutup dengan karung goni yang tipis, kemudian disiram tiap hari Posisi persemaian dibuat membujur dari utara keselatan, diberi atap dari daun kelapa atau daun tebu tinggi atap bagian timur 1,5 m barat 1,2 m Persemaian dengan Menggunakan Media Pasir dalam Bedengan: Membuat bedengan persemaian, urutan lapisan media adalah tanah, batu kerikil tebalnya kurang lebih 10 cm kemudian berikan pasir halus sebagai lapisan paling atas dengan ketebalan kurang lebih 1, 5 m Posisi bedengan membujur utara –selatan, diberi atap dari daun kelapa atau daun tebu tinggi atap seblah timur 1,5 m, barat 1,2 m Susun benih dengan posisi bagian calon akar menghadap kebawah, jarak antar benih 2,5 x 4 cm. Kemudian benih ditutup dengan menggunakan potongan rumput kering atau karung goni tipis dan disiram tiap hari. Benih akan berkecambah dalam waktu kurang lebi 24 jam dan kotiledon (daun tembaga/bakal daun) akan terbentuk 1 minggu setelah biji disemai. Penyiapan Media Tanam Setelah benih kakao berkecambah, benih harus segera dipindahkan ke polybag. Ukuran polybag yang digunakan adalah 20 cm x 30 cm dengan tebal 0,08 mm, diberi lubang draenase sebanyak 18 lubang/kantong diameter lubang 1,0 cm. Pengisian media tanam pada polibag dilakukan dua minggu sebelum penyemaian. Polybag diisi dengan media tanam berupa campuran tanah top soil (lapisan tanah paling atas), pupuk kandang, dan pasir yang telah diayak dengan perbandingan 1:1:1. Pengisian media tanam dilakukan hingga 2-3 cm dari tepi batas atas polybag. Kemudian polybag disusun dibawah naungan alami dari tanaman lamtoro, pohon kelapa, atau dalam rumah pembibitan yang terbuat dari tiang bambu/baja/Kayu atap menggunakan paranet dan plastik ultra violet, dinding manggunakan Daring. Tinggi atap 2 m, Intensitas cahaya matahari dari ketinggai atap 2 m 30-50% dari penyinaran langsung. jarak antar polybag 15 x 15 cm atau 15 x 30 cm Pemindahan Kecambah Pemindahan kecambah umur 4-12 hari di persemaian, panjang radikula (bakal calon akar) 1-2 cm. Perlu dilakukan seleksi kecambah agar mendapatkan bibit yang berkualitas. Kecambah yang akarnya bengkok, pertumbuhannya lambat, dan kecambah yang sudah tumbuh lebih dari 12 hari harus dipisahkan/tidak dapat digunakan. Kegiatan pemindahan kecambah ke poliybag dilakukan dengan hati-hati untuk menjaga akar tidak terputus. Kecambah yang telah diambil kemudian ditanam kedalam media tanam pada polybag yang sudah dilubangi sedalam jari telunjuk, tanah dikiri dan kanan hipokotil (batang dari kecambah) ditekan dengan tangan agar kecambah tidak goyah. Selanjutnya lubang ditutup dengan media, kemudian dibiarkan hingga dapat beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Pemeliharaan Bibit. Penyiraman dilakukan setiap hari atau menyseuaikan kondisi cuaca dan tanaman Pemupukan dilakukan tiap 2 minggu sekali dengan menggunakan urea 2 g/bibit dengan cara tugal Pengendalian hama penyakit dan gulma dilakukan secara manual dan terpadu. Hama yang sering menyerang bibit adalah hama ulat kilan (Hyposidra talaca), belalang dan bekicot. Adapun panyakit yang sering menyerang adalah Phytophthora palmivora dan fusarium sp Pembukaan atap, dilakukan secara bertahap sesuai umur tanaman, dua minggu sebelum tanaman di pindahkan ke lahan /kebun naungan buatan dibongkar. Penjarangan (tindakan pengurangan banyaknya tanaman untuk memberi ruang tumbuh bagi tanaman) dilaksanakan apabila daun antar bibit saling menaungi dan pertumbuhan tanaman tidak seragam Kriteria Bibit siap dipindah ke Kebun Umur bibit 3-4 bulan Tinggi tanaman 40-60 cm Jumlah daun 12 lembar Diameter batang 0.7-1,0 cm Oleh: Marwayanti Nas.SST Penyuluh BPTP Balitbangtan Sulawesi Barat.