TEKNOLOGI PEMBUATAN KUE LAPIS LEGIT, ENGKAK KETAN DAN WINGKO BERBAHAN DASAR TEPUNG UBIKAYU KHAS LAMPUNG PENDAHULUAN Latar Belakang Ubi Kayu dipergunakan sebagai alternatif bahan dasar dalam membuat berbagai produk olahan lapis legit, kue engkak ketan dan wingko. Kue lapis legit dan kue engkak ketan merupakan kue tradisional khas Lampung yang biasanya disajikan pada hari-hari besar atau upacara adat. Selama ini kue lapis legit dibuat dengan menggunakan bahan baku tepung terigu, sedangkan kue engkak ketan dibuat dengan menggunakan bahan baku tepung ketan. Melalui inovasi teknologi yang telah dihasilkan oleh Badan Litbang Pertanian melalui BPTP Lampung telah dilakukan modifikasi bahan baku pembuatan kue lapis legit dan kue engkak ketan dengan mensubstitusi tepung terigu dan tepung ketannya dengan tepung kasava. Menurut sumber BB Pasca Panen Pertanian (2002) Komposisi Gizi Jumlah => Protein (%) 1,0 => Lemak (%) 0,3 => Karbohidrat (%) 82 => Serat Kasar (%) 3,34 => Air (%) 12 => Energi (kal) 396 => BDD (%) 100 Wingko merupakan kue tradisional nusantara dengan bahan utamanya tepung ketan dan kelapa. Hasil beberapa penelitian yang telah dilakukan oleh Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa kue wingko babat mengandung energi sebesar 355 kkal, protein 3,2 g, karbohidrat 51,4 g, lemak 15,1 g, kalsium 47 mg, fosfor 63 mg, dan zat besi 1,1 mg. Selain itu di dalam kue wingko babat juga terkandung vitamin A: 0 IU, vitamin B1; 0,08 mg dan vitamin C 0 miligram. Hasil tersebut didapat dari melakukan penelitian terhadap 100 gram Kue Wingko Babat, dengan jumlah yang dapat dimakan sebanyak 100 %. Salah satu hasil modifikasi yang telah dilakukan adalah mengganti sebagian tepung ketan dengan ubikayu sebagai bahan bahan baku pembuatan wingko. Penggunaan ubi kayu ini akan memeperkaya kandungan serat pada kue wingko yang dihasilkan dan juga akan memberikan rasa khas yang berbeda namun tetap disukai serta tidak menghilangkan ciri khas rasa wingkonya. Kue Lapis Legit Khas Lampung Bahan: Wingko merupakan kue tradisional nusantara dengan bahan utamanya tepung ketan dan kelapa. Hasil beberapa penelitian yang telah dilakukan oleh Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa kue wingko 20 butir telur ayam (4 butir putih telurnya saja, 16 butir kuning telurnya saja) 125 gr gula halus ½ kaleng susu kental manis ½ kg mentega – 125 gr tepung kasava Bumbu: 10 butir cengkeh 10 butir kapulaga 2 sdt kembang pala 1 sdt kayu manis 1 sdt vanili Cara membuat: Siapkan loyang berbentuk bujur sangkar, alas dengan kertas minyak lalu oles dengan mentega Kocok mentega hingga lembut dan mengembang. Gula halus dan kuning telur dikocok dengan handmixer sampai mengembang. Di mangkok terpisah, kocok putih telur hingga mengembang. Campurkan putih telur yang sudah mengembang dengan kuning telur yang sudah dikocok. Giling halus semua bumbu dan ayak. Masukkan bumbu, susu kental manis, terigu dan mentega yang sudah dikocok hingga adonan kue menjadi kental. Bakar adonan dengan cangkir, tuangkan 30-35 cc adonan ke dalam loyang hingga membuat satu lapisan kue. Panggang dalam oven yang sudah dipanaskan sebelumnya dengan api dari atas sampai kuning keemasan. Keluarkan dari oven, olesi sedikit mentega untuk aroma, tuangkan lagi 30-35 cc adonan untuk membuat lapisan baru. Ulangi hingga membentuk 30-40 lapisan. Kue Engkak Ketan khas Lampung Bahan : Telur : 20 butir Gula : 1 kg Mentega : 200 gr Vanili : 1 bungkus Tepung kasava : 250 gr Tepung ketan : 250 gr Tepung coklat : secukupnya Santan kental : 1 liter Cara membuat: Kocok telur dan gula sampai mengembang. Masukkan tepung kasava, tepung ketan, mentega, santan, dan vanili. Aduk sampai semua bahan tercampur rata. Bagi adonan menjadi 2 bagian, tambahkan tepung coklat pada setengahbagian dari adonan ini. Panggang selapis demi selapis dengan warna yang bergantian sampai adonan habis. Wingko Ubikayu Bahan : Ubikayu parut : 1 kg Kelapa muda parut : 1 butir Tepung ketan : 200 g Gula pasir : 300 g Telur untuk oles : 1 butir Margarin (dicairkan) : 100 g Vanili, garam secukupnya Cara Membuat: Campurkan semua bahan, cetak di atas loyang dengan tinggi maksimal 5 cm, kemudian oven pada o suhu 180 C selama ± 40 menit. Keluarkan dari oven dan olesi dengan kocokan telur lalu dioven lagi selama ± 5 menit sampai warna kecoklatan Tunggu sampai dingin, lalu diiris sesuai selera Penyusun : Dede Rohayana Sumber : Kajian BPTP Lampung