Loading...

TEKNOLOGI PEMBUATAN SILASE DAUN PELEPAH KELAPA SAWIT UNTUK PAKAN TERNAK

TEKNOLOGI PEMBUATAN SILASE DAUN PELEPAH KELAPA SAWIT UNTUK PAKAN TERNAK
PENDAHULUAN Pelepah kelapa sawit merupakan limbah basah dan padat yang berasal dari perkebunan kelapa sawit. Memiliki potensial untuk digunakan sebagai pakan dasar pengganti rumput pada ternak ruminansia, tetapi mempunyai keterbatasan karena kandungan nutrisi yang rendah. Kandungan airnya yang cukup tinggi, bahan ini malah menjadi busuk. Sehingga perlu teknologi agar masa simpan lebih lama dan nilai nutrisi meningkat. Peningkatan masa simpan dan ilia nutrisi pelepah kelapa sawit dilakukan melalui teknologi silase dengan menambahkan bahan adatif Bahan adatif yang dapat dicampurkan adalah molases (sebanyak 10% dari berat pelepah kelapa sawit yang disilase). Sehinga pelepah kelapa sawit tersebut dapat dipertahankan kesegarannya (masa simpan 2-3 minggu). Kandungan energinya meningkat karena molases sebagai bahan campuran untuk proses silase adalah merupakan sumber energi. Silase yang dihasilkan disukai ternak karena rasanya relative manis. Akibat penambahan molases sehingga konsumsi terhaddap pelepah kelapa sawit juga meningkat. Silase pelepah kelapa sawit dapt digunakan sebagai sumber utama bahan pakan beserat pengganti rumput pada ternak ruminansia termasuk kambing. Silase ini terbentuk dengan prosesinsilase yang dilakukan oleh bakteri asam laktak dalam kondisi asam dan anaeron ( proses tanpa udara atau oksigen). Suasana asam terbentuk dengan menambahkan zat tambahan (aditif) semacam bahan karbohidrat yang mudah dicerna, seperti molase, dedak, onggok, jagung, dll. Teknologi silase pada pelepah kelapa sawit juga dapat memberikan nilai tambah bagi peternak kambing yang ada disekitar industry perkebunan kelapa sawit. Kegunaan membuat silase pelapah sawit: Sebagai cadangan pakan atau persediaan pakan pada saat musim kemarau. Menyimpan pakan hijauan ternak yang berlebihan pada saat musim hujan, dengan pemanfaatan secara maksimal dengan meningkatkannya nutrisi. Limbah dari hasil pertanian dan pekerbunan dapat dimanfaatkan untuk pakan ternak. Kelebihan dari pembuatan silase pelepah sawit: Nilai nutrisi silase hampir sama dengan rumput segar, bisa juga lebih tinggi. Ternak menyukai silase Pakan akan tersedia terus menerus tanpa perlu kawatir musim kemarau. Alat-alat yang perlu dipersiapkan untuk pemebuatan silase pelepah sawit yaitu: Timbangan Mesin pemotong/mesin chopper atau alat pencacah hijauan (Parang atau Bendo) Mesin pengaduk atau mixer (optional) Tali Pengikat Silo atau kantong plastic dan karet pengikat Bahan pakan yang perlu dipersiapkan Pelepah sawit sebagai seumber serat. Tetes tebu (molasses) dengan campuran 1 liter molasses untuk 10 liter air Probiotik (Misal Suplemen Organic Cair(SOC) dari PT HCS, probiotik tangguh dari NASA, starbio. Kita gunakan SOC(1 tutup botol untuk 3 liter air). Pupuk Urea, dengan batas penggunaan 3-5% dari bahan pakan. Air Cara membuat Silase pelepah sawit segar sebagai pakan ternak. Pelepah kelapa sawit dikupas baik secara manual, ataupun dengan manual, sebaiknya dicacah secara mesin atau mesin chopper dengan ukuran 2-3 cm. Pelepah sawit dicampur dengan bahan pakan lain seperti molasses atau tetes tebu atau molases dan kosentrat yang mempunyai kandungan protein tinggi seperti dedak, bekatul, bungkil sawit, ampas tahu, bungkil kedelai, dll. Cacahan pelepah segar diperciki secara marata dengan larutan urea. Kemudian cacahan dimasukkan dalam drum, Dipadatkan dan ditutup rapat untuk menghasilkan kondisi tanpa udara. Dibiarkan selama 14 sampai 21 hari dan siap diberikan pada ternak sebagai pakan dasar. Penggunaan Silse Setelah 21 hari silase bisa dibuka dan diberikan pada ternak sesuai kebutuhan. Tetepi sebelum dberikan silase perlu diangin-anginkan terlebih dahulu selama satu jam atau sampai bau asamnya hilang , silase ini diberikan sedikit demi sedikit sampai ternak mau memakannya. Silase yang diambil harus secara cepat, dan kemudaian segara ditutup kembali, bahan pakan silase yang telah dikeluarkan dari silo mesti secepatnya diberikan pada ternak. Dalam satu hari hanya boleh dibuka sekali( untuk konsumsi pagi dan sore sekaligus). Setelah melawati umur penyimpanan, silase pelepah sawit ini bisa tahan disimpan 3-6 bulan bahkan 1 tahun, dengan syarat jangan buka tutup. Jika ternak kita telah terbiasa, silase pelapah sawit ini bisa diberikan semuanya sesuai dengan kebutuhan, peternak pun tidak perlu lagi menjumpai kekurangan pakan pada musim kemarau. Ciri-ciri yang berhasil atau Silase yang baik adalah Warna silase akan berubah dari hijau menjadi kekuningan Derajat keasaman pH 3.8 – 4.2 Teksturnya lembut, dan jika digemgam tidak keluar air dan tidak bau. Baunya wangi dan tidak berjamur. Suhu pada saat dibuka tidak panas (kurang dari 30 derajat celcius) Penyusun : Dede Rohayana Referensi : https://www.peternakankita.com/cara-membuat-silase-pelepah sawit-untuk-pakan-ternak/ Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian “Teknologi Peternakan mendukung system pertanian Bioindustri 2016”