Teknologi Pemeliharaan Tanaman Pisang Secara Intensif di Tingkat Petani Teknologi pemeliharaan tanaman pisang perlu dilakukan oleh para petani atau pemilik kebun sesuai dengan tahap pertumbuhan tanaman. Secara umum banyak para petani atau pemilik kebun jarang melakukan pemeliharaan secara rutin dalam budidadaya pisang, kecuali para pengusaha perkebunan pisang yang sudah banyak menerapkan teknologi pemeliharaan Tanaman Pisang secara Intensif. Permasalahan yang muncul karena pisang hanya sebagai tanaman sela bukan tanaman utama yang dibudidayakan oleh para petani. Sehingga berdampak kepada produksi yang dihasilkan dalam periode budidaya. Keberhasilan Budidaya pisang ditentukan dengan konsistensi dalam pemeliharaan tanaman seperti penjarangan, pembersihan, pemangkasan, pemupukan, pengairan. a) Penjarangan Untuk mendapatkan hasil yang baik, satu rumpun harus terdiri atas 3-4 batang. Pemotongan anak dilakukan sedemikian rupa sehingga dalam satu rumpun terdapat anakan yang masing-masing berbeda umur (fase pertumbuhan). Setelah 5 tahun rumpun dibongkar untuk diganti dengan tanaman yang baru. b) Pembersihan Gulma di sekitar pohon induk harus disiangi agar pertumbuhan anak dan juga induk baik. Penyiangan dilakukan bersamaan dengan penggemburan dan penimbunan dapuran oleh tanah agar perakaran dan tunas bertambah banyak. Perlu diperhatikan bahwa perakaran pisang hanya rata-rata 15 cm di bawah permukaan tanah, sehingga penyiangan jangan dilakukan terlalu dalam. c) Pemangkasan Daun-daun yang mulai mengering dipangkas agar kebersihan tanaman dan sanitasi lingkungan terjaga. Pembuangan daun-daun ini dilakukan setiap waktu. d) Pemupukan Pisang sangat memerlukan kalium dalam jumlah besar. Untuk satu hektar, pisang memerlukan 207 kg urea, 138 kg super fosfat, 608 kg KCl dan 200 kg batu kapur sebagai sumber kalsium. Pupuk N diberikan dua kali dalam satu tahun yang diletakkan di dalam larikan yang mengitari rumpun tanaman. Setelah itu larikan ditutup kembali dengan tanah. Pemupukan fosfat dan kalium dilaksanakan 6 bulan setelah tanam (dua kali dalam setahun). e) Pengairan dan Penyiraman Pisang akan tumbuh subur dan berproduksi dengan baik selama pengairannya terjaga. Tanaman diairi dengan cara disiram atau mengisi parit-parit/saluran air yang berada di antara barisan tanaman pisang. f) Pemanfaatan Daun Kering Sebagai Mulsa Tanah di sekitar rumpun pisang diberi mulsa berupa daun kering ataupun basah.Mulsa berguna untuk mengurangi penguapan air tanah dan menekan gulma,tetapi pemulsaan yang terus menerus menyebabkan perakaran menjadi dangkalsehingga pada waktu kemarau tanaman merana. Karena itu mulsa tidak boleh dipasang terus menerus. g) Pemeliharaan Buah Pemeliharaan buah dengan cara jantung pisang yang telah berjarak 25 cm dari sisir buah terakhir harus dipotong agar pertumbuhan buah tidak terhambat. Setelah sisir pisang mengembangsempurna, tandan pisang dibungkus dengan kantung plastik bening. Kantung plastik polietilen dengan ketebalan 0,5 mm diberi lubang dengan diameter 1,25cm. Jarak tiap lubang 7,5 cm. Ukuran kantung plastik dapat menutupi 15-45 cm di atas pangkal sisir teratas dan 25 cm di bawahujung buah dari sisir terbawah. Untuk menjaga agar tanaman tidak rebah akibat beratnya tandan, batang tanaman disangga dengan bambu yang dibenamkansedalam 30 cm ke dalam tanah. Penulis: Robinson Putra, SP., M.Si (Penyuluh BPTP Lampung) Sumber: Ditulis Kembali dari Juknis dan berbagai Informasi di Media online.