Loading...

Teknologi pemupukan organik dengan pelarut P dan K pada tanaman kopi robusta

Teknologi pemupukan organik dengan pelarut P dan K pada tanaman kopi robusta
Teknologi pemupukan organik dengan pelarut P dan K pada tanaman kopi robusta Tanah yang rendah tingkat kesuburannya dapat ditingkatkan dengan memanfaatkan kelompok mikrobia indigenous pelarut fosfat melalui peningkatan kelarutan pupuk P yang diberikan maupun senyawa P yang tertinggal sebagai residu tanah. Mikroba pelarut P mampu berperan melepaskan ikatan P tersebut dan menyediakannya bagi tanaman. MPF yang potensial memiliki kemampuan melarutkan unsur hara P antara lain Bacillus dan Aspergillus. Inokulasi MPF mampu meningkatkan berat biomass dan serapan hara N, P, dan K. Pemberian pupuk NPK dengan interval tiga kali dan mikroba sebanyak 20 g/th dapat meningkatkan ketersediaan hara K dan Ca sebesar 25 %. Penggunaan pupuk hayati pelarut P dan K pada berbagai sumber bahan organik memberikan pengaruh yang positif terhadap tanaman kopi asal setek berakar. Keunggulan yang ditonjolkan dari teknologi penggunaan pupuk hayati pelarut P dan K adalah mampu mengurangi penggunaan pupuk kimia sebesar 25%. Selain itu, teknologi ini juga dapat memanfaatkan bahan organik lokal yang tersedia. Dengan demikian, penggunaan teknologi ini, mampu mengefisienkan usahatani kopi secara signifikan.