Loading...

TEKNOLOGI BUDIDAYA PADI SAWAH MELALUI PENDEKATAN PTT

TEKNOLOGI BUDIDAYA PADI SAWAH MELALUI PENDEKATAN PTT

PENDAHULUAN

             Salah satu tantangan dalam pembangunan pertanian adalah adanya kecenderungan menurunnya produktifitas lahan. Disisi lain sumberdaya alam terus menurun sehingga perlu diupayakan untuk tetap menjaga kelestariannya. Demikian pula dalam usahatani padi dapat berkelanjutan, maka teknologi yang diterapkan harus memperhatikan faktor lingkungan, baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosial, sehingga agribisnis padi dapat terlanjutkan.

Salah satu strategi dalam upaya pencapaian produktivitas usahatani padi adalah penerapan inovasi teknologi yang sesuai dengan sumberdaya pertanian di suatu tempat (spesifik lokasi). Teknologi spesifik lokasi tersebut dirakit dengan menggunakan pendekatan Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT).

PTT padi merupakan suatu pendekatan inovatif dalam upaya peningkatan efisiensi usahatani padi dengan menggabungkan komponen teknologi yang memiliki efek sinergistik. Artinya tiap komponen teknologi tersebut saling menunjang dan memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap pertumbuhan dan produktivitas tanaman.

 SYARAT TUMBUH.

         Pada lahan basah (sawah irigasi), curah hujan bukan merupakan faktor pembatas tanaman padi, tetapi pada lahan kering tanaman padi membutuhkan curah hujan yang optimum > 1.600 mm/tahun.

Tanaman padi bisa tumbuh pada berbagai tipe tanah. Reaksi tanah (pH) optimum berkisar 5,5 – 7,5. Permeabilitas pada sub horizon kurang dari 0,5 cm / jam. Kriteria kesesuaian lahan dan iklim untuk tanaman padi sawah dapat dilihat pada lampiran 1.

                Selain agroekosistem, cara pengelolaan tanaman juga mempengaruhi keberlanjutan agribisnis padi. Dengan menerapkan pengelolaan tanaman terpadu (PTT) keberlanjutan agribisnis padi dapat diwujutkan. Saat ini hamper seluruh teknologi budidaya tanaman menggunakan konsep PTT, termasuk budidaya padi sawah.

 TEKNOLOGI BUDIDAYA.

 Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) Pdi Sawah.

Penerapan PTT didasarkan pada 4 (empat) prinsip, yaitu :

1.     Terpadu ; PTT merupakan suatu pendekatan agar sumberdaya tanaman, tanah dan air dapat dikelola dengan sebaik-baiknya         secara terpadu.

2.     Sinergis ; PTT memanfaatkan teknologi pertanian terbaik dengan memperhatikan keterkaitan yang saling mendukung antar         komponen teknologi. 

3.     Spesifik lokasi ; PTT memperhatikan kesesuaian teknologi dengan lingkungan fisik maupun social budaya dan ekonomi             setempat.

4.     Partisipatif ; berarti petani turut berperan serta dalam memilih dan menguji teknologi yang sesuai dengan kondisi setempat       dan  kemampuan petani melalui proses pembelajaran dalam bentuk laboratorium lapangan (LL).

 

Agar komponen  teknologi yang dipilih sesuai dengan kebutuhan setempat, maka proses perakitannya didasarkan pada hasil KKP (Kajian Kebutuhan dan Peluang)

Dari hasil KKP dapat diketahui masalah yang dihadapi petani dan cara-cara mengatasi masalah tersebut dalam upaya meningkatkan produksi padi. Untuk memecahkan masalah tersebut, PTT menyediakan beberapa pilihan komponen teknologi, yang dibedakan menjadi komponen teknologi dasar dan komponen teknologi pilihan.

 

Komponen Teknologi Dasar dalam PTT yaitu :

 

1.       Penggunaan varietas padi unggul atau varietas padi berdaya hasil tinggi dan atau bernilai ekonomi tinggi.

2.       Benih bermutu dan berlabel.

3.       Pemupukan berimbang berdasarkan kebutuhan tanaman dan status hara tanah (spesifik lokasi).

4.       Pengendalian Hama dan Penyakit secara Terpadu (PHT).

 

Komponen Teknologi Pilihan dalam PTT yaitu :

 

1.       Penanaman bibit umur muda dengan jumlah bibit terbatas yaitu 1-3 bibit per lobang.

2.       Peningkatan populasi tanaman.

3.       Penggunaan kompos bahan organic dan atau pupuk kandang sebagai pupuk dan pembenah tanah.

4.       Pengaturan pengairan dan pengeringan berselang.

5.       Pengendalian gulma.

6.       Panen tepat waktu.

7.       Perontokan gabah sesegera mungkin.

 

Vatietas Unggul.

 

              Gunakan VUB ( Varietas Unggul Baru ) yang mampu beradaptasi dengan lingkungan untuk menjamin pertumbuhan tanaman yang baik, hasil tinggi dan berkwalitas baik serta rasa nasi diterima pasar. Tanam VUB secara bergantian untuk memutus siklus hidup hama dan penyakit. Saat ini telah tersedia berbagai varietas unggul yang dapat dipilih sesuai dengan kondisi wilayah, mempunyai produktivitas tinggi, dan sesuai permintaan konsumen. Sebagai contoh varietas unggul baru yang dapat dikembangkan diprovinsi Lampung antara lain varietas Mekongga, Batang paiman, Ciherang, Cigeulis, Ciliwung, Sarinah dan Bondoyudo.

 

Benih Bermutu.

 

            Benih bermutu adalah benih dengan vigor tinggi dan bersertifikat. Pemilihan benih bermutu dilakukan dengan cara :

·         Merendam benih dalam larutan garam dengan menggunakan indicator telur. Telur diletakkan didasar air dan masukkan garam   sampai telur mulai terangkat kepermukaan, kemudian telur diambil dan benih dimasukkan kedalam air garam, selanjutnya         benih yang mengambang dibuang.

·         Dapat juga dengan cara membuat larutan garam dapur (30 gr garam dapur dalam 1 liter air) atau larutan pupuk ZA (1 kg           pupuk ZA dalam 2,7 liter air) masukkan benih kedalam larutan garam atau pupuk ZA (volume larutan 2 kali volume benih)           kemudian diaduk-aduk dan yang mengambang dibuang.

 Keuntungan menggunakan benih bermutu :

 1.    Benih tumbuh cepat dan serempak.

2.    Jika disemaikan akan menghasilkan bibit yang tegar dan sehat.

3.    Pada saat ditanam pindah, bibit tumbuh lebih cepat.

4.    Jumlah tanaman optimum, sehingga akan memberikan hasil yang tinggi.

 

Pesemaian ;

 

            Untuk keperluan penanaman 1 ha, benih yang dibutuhkan sebanyak   +  20 kg, benih (yang tenggelam) dibilas dengan air bersih dan kemudiandirendam dalam air selama 24 jam. Selanjutnya diperam dalam karung selama 48 jam dan dijaga kelembabannya dengan cara membasahi karung dengan air. Untuk benih hibrida langsung direndam dalam air dan selanjutnya diperam. Luas pesemaian sebaiknya 400 m2/ha ( 4% dari luas tanam ). Lebar bedengan pembibitan 1,00-1,20 m dan diberi campuran pupuk kandang, serbuk kayu dan abu sebanyak 2 kg/m2. Penambahan ini memudahkan pencabutan bibit padi sehingga kerusakan akar bias dikurangi. Antar bedengan dibuat parik 25-30 cm.

 

Penyiapan Lahan ;

 

          Pengolahan tanah dapat dilakukan secara sempurna (2 kali bajak dan 1 kali garu) atau minimal tanpa olah tanah sesuai keperluan dan kondisi. Factor yang menentukan adalah kemarau panjang, pola tanam, jenis/tekstur tanah. Dua minggu sebelum pengolahan tanah taburkan bahan organic secara merata diatas hamparan sawah. Bahan organic yang digunakan dapat berupa pupuk kandang sebanyak 2 ton/ha atau kompos jerami sebanyak 5 ton/ha.

 

Penanaman ;

             Tanam bibit muda (<21 HSS/Hari Setelah Semai), sebanyak 1-3 bibit/rumpun. Bibit lebih muda (14 HSS) dengan 1 bibiot per rumpun akan menghasilkan anakan lebih banyak, hanya pada daerah endemis keong mas gunakan benih 18 HSS dengan 3 bibit/rumpun. Penyulaman dilakukan sebelum tanaman berumur 14 HST (Hari Setelah Tanam). Pada saat bibit ditanam, tanah dalam kondisi jenuh air. Penanaman disarankan dengan system legowo 2 : 1 atau 4 : 1 dan bias juga 6 : 1 , karena populasi lebih banyak dan produksinya lebih tinggi dibandingkan dengan system jajar tegel (Tabel 2).

          Pengaturan jarak tanam dilakukan dengan caplak, dengan lebar antar titik 20 – 25 cm. setelah dilakukan caplak silang dan membentuk tegel (20 X 20 cm atau 25 X 25 cm), pada setiap garis ketiga dikosongkan dan calon bibitnya ditanam pada barisan ganda yang akan membentuk jarak tanam dalam barisan hanya 10 atau 12,5 cm. kekurangan bibit untuk baris berikutnya diambilkan dari pesemaian.

Keuntungan cara tanam jajar legowo antara lain :

·         Rumpun tanaman yang berada pada bagian pinggir lebih banyak.

·         Terdapat ruang kosong untuk pengaturan air, saluran pengumpulan keong mas atau untuk mina padi.

·         Pengendalian hama, penyakit dan gulma lebih mudah.

·         Pada tahap awal areal pertanaman lebih terang, sehingga kurang disenangi tikus.

·         Penggunaan pupuk lebih berdaya guna.

 

Pengairan Berselang ;

 

          Pemberian air berselang adalah pengaturan kondisi sawah dalam kondisi kering dan tergenang secara bergantian.

 Tujuan pengairan berselang adalah :

 ·         Menghemat air irigasi, sehingga areal yang dapat diairi lebih banyak.

·         Member kesempatan akar tanaman memperoleh udara lebih banyak sehingga dapat berkembang lebih dalam. Akar yang            dalam dapat menyerap unsure hara dan air lebih banyak.

·         Mencegah timbulnya keracunan besi.

·         Mencegah penimbunan asam organic dan gas H2S yang menghambat perkembangan akar.

·         Mengaktifkan jazat renik (mikrobia tanah) yang bermanfaat.

·         Mengurangi kerebahan.

·         Mengurangi jumlah anakan yang tidak produktif (tidak menghasilkan malai dan gabah).

·         Menyeragamkan pemasakan gabah dan mempercepat waktu panen.

·         Memudahkan pembenaman pupuk kedalam tanah (lapisan tanah).

·         Memudahkan pengendalian hama keong mas, mengurangi penyebaran hama wereng coklat dan penggerek batang serta            mengurangi kerusakan tanaman padi karena hama tikus.

 

Pemupukan :

 

         Pemupukan berimbang, yaitu pemberian berbagai unsur hara dalam bentuk pupuk untuk memenuhi kekuranga hara yang dibutuhkan tanaman berdasarkan tingkat hasil yang ingin dicapai dan hara yang tersedia dalam tanah. Untuk setiap ton gabah yanh duhasilkan, tanaman padi membutuhkan hara N sekitar 17,5 kg, P sebanyak 3 kg dan K sebanyak 17 kg. dengan demikian jika kita ingin memperoleh hasil gabah tinggi, sudah barang tentu diperlukan pupuk yang lebih banyak. Namun demikian tingkat hasil yang ditetapkan juga memperhatikan daya dukung lingkungan setempat dengan melihat produktivitas padi pada

tahun-tahun sebelumnya.

       Agar efektif dan efisien, penggunaan pupuk disesuaikan dengan kebutuhan tanaman dan ketersediaan hara dalam tanah. Kebutuhan N tanaman dapat diketahui dengan cara mengukur tingkat kehijauan warna daun padi menggunakan Bagan Warna Daun (BWD).

Nilai pembacaan BWD digunakan untuk mengoreksi dosis pupuk N yang telah ditetapkan sehingga menjadi lebih tepat sesuai dengan kondisi tanaman.

              Pupuk awal N diberikan pada umur padi sebelum 14 HST ditentukan berdasarkan tingkat kesuburan tanah. Takaran pupuk dasar N untuk padi varietas unggul baru sebanyak 50 – 75 kg urea/ha, sedangkan untuk padi tipe baru dengan takaran 100 kg urea/ha.

 PANEN DAN PASCA PANEN :

 Panen ;

              Lakukan panen saat gabah telah menguning, tetapi malai masih segar. Potong padi dengan sabit gerigi, 30 - 40 cm diatas permukaan tanah. Gunakan plastic atau terpal sebagai alas tanaman padi yang baru dipotong dan ditumpuk sebelum dirontok. Sebaiknya panen padi dilakukan oleh kelompok pemanen atau gabah dirontokan dengan power tresher atau pedal tresher. Apabila panen dilakukan pada waktu pagi hari sebaiknya sore hari langsung dirontokan. Perontokan lebih dari 2 hari menyebabkan kerusakan beras.

 Pasca Panen ;

             Jemur gabah diatas lantai jemur dengan ketebalan 5 – 7 cm. lakukan pembalikan setiap 2 jam sekali. Pada musim hujan gunakan pengering buatan dan pertahankan suhu pengering 500C, untuk gabah konsumsi atau 420C untuk mengeringkan benih. Gabah yang sudah kering dapat digiling dan disimpan.

           Hal penting yang perlu diperhatikan dalam penggilingan dan penyimpanan adalah :

·         Untuk mendapatkan beras kualitas tinggi, perlu diperhatikan waktu panen, sanitasi (kebersihan), dan kadar air gabah ( 12 –          4%).

·         Simpan gabah/beras dalam wadah yang bersih dalam lumbung/gudang, bebas hama, dan memiliki sirkulasi udara yang baik.

·         Simpan gabah pada kadar air kurang 14% untuk konsumsi, dan kurang dari 13% untuk benih.

·         Gabah yang sudah disimpan dalam penyimpanan, jika akan digiling, dikeringkan terlebih dahulu sampai kadar air 12 – 14%.

Sebelum digiling, gabah yang dikeringkan tersebut diangin-anginkan terlebih dahulu untuk menghindari butir pecah.

 

Di tulis Oleh : Admin BPP Kecamatan Meluhu