Loading...

Teknologi Pengendalian Penyakit Bulai pada Jagung

Teknologi Pengendalian Penyakit Bulai pada Jagung
Penyakit bulai banyak menimbulkan gagal panen jagung di Kec. Sanggau Ledo dan Tujuh Belas. Kerugian akibat serangan penyakit bulai pada tanaman jagung sebanding dengan penurunan produktivitasnya, artinya bila serangan bulai mencapai 50% maka mengakibatkan penurunan produktivitas jagung sebesar 50%. Dari 10 varietas jagung yang diuji ketahanannya, varietas BISI-8-16, galur BMD-2 dan varietas BIMA-3 memiliki persentase serangan penyakit bulai yang terendah yaitu berturut-turut 1,5; 6,5 dan 12,0%. Sedangkan ketujuh varietas jagung lainnya memiliki persentase serangan penyakit bulai lebih tinggi berkisar antara 18,5 - 59,5%. Oleh karena itu, teknologi yang direkomendasikan untuk pengendalian bulai adalah: a) menekan sumber inokulum dengan periode bebas tanaman jagung; b) penanaman serempak pada areal luas; c) menanam varietas jagung tahan bulai dan d) eradikasi tanaman jagung terkena bulai. Komponen pengendalian bulai yang menentukan namun sulit dilakukan yaitu, periode bebas tanam jagung. Penentuan periode bebas tanam jagung perlu dimusyawarahkan dengan petani jagung agar terjadi kesepakatan bersama. Hasil dari kegiatan ini kemudian dilakukan temu lapang oleh BPTP Kalimantan Barat bekerjasama dengan Balai Penelitian Tanaman Serealia Maros di Desa Sinar Tebudak, Kecamatan Tujuh Belas, Kabupaten Bengkayang. sumber: Badan Penelitian Dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian,2011 Azri Balai Pengkajian Teknologi Kalimantan Barat