Di Maluku Utara, ubi kayu diolah menjadi makanan khas yang dikenal dengan sagu kasbi. Sagu kasbi cocok untuk dikonsumsi oleh penderita diabetes maupun orang yang sedang diet. Sagu kasbi juga layak dijadikan pangan fungsional. Teknologi pengolahan sagu kasbi meningkatkan nilai tambah ekonomi sebesar 40% atau rata rata pendapatan rumah tangga petani sebesar 3juta/minggu. Perbaikan teknologi pengolahan sagu kasbi dari satu rasa meningkatkan keuntungan dari Rp. 27.000,- sekali produksi (50 kg ubi kayu) menjadi Rp 147.500,- atau terjadi peningkatan pendapatan sebesar 446,29%. Sedangkan B/C dari usaha sagu aneka rasa adalah 1,79. Teknologi pengolahan sagu kasbi ini telah berkembang pesat di masyarakat dan mampu mendukung peningkatan pendapatan rumah tangga. sumber: Badan Penelitian Dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian,2011 Sarpina, Cris Sugihono, Ulfa Majid.Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Maluku Utara