Teknologi Perbanyakan Trichoderma Sp. Untuk Pengendalian Penyakit Busuk Pangkal Batang (PBPB) Tanaman Lada
Pemanfaatan Trichoderma sebagai agen pengendali hayati merupakan salah satu alternatif penting untuk mengendalikan jamur penyebab penyakit busuk pangkal batang (PBPB) pada tanaman lada tanpa menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. Disamping bersifat antagonis, juga berfungsi sebagai decomposer dalam pembuatan pupuk organik. Produk pupuk organik dengan bahan decomposer jamur Trichoderma memberikan pengaruh positif terhadap perakaran tanaman, pertumbuhan tanaman, dan hasil tanaman. Keunggulan dari penggunaan Trichoderma di pertanaman tanaman lada ini akan mempersempit ruang penyebaran patogen penyebab penyakit BPB secara alami. Dosis penggunaan Trichoderma pada tanaman lada adalah 10 g/tanaman dengan cara ditebar di sekeliling tanaman, dan ditutup dengan serbuk gergaji dan potongan alang-alang. Sebanyak 1.800 pohon yang telah diaplikasikan pada tahun 2010 tidak terlihat gejala sampai dengan bulan Agustus 2011. Teknologi penggunaan Trichoderma ini berpotensi untuk dikerjasamakan dengan pemerintah daerah setempat atau pihak lain untuk memajukan potensi alam yang ada. sumber: Badan Penelitian Dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian,2011 Ahmad Sulle Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sulawesi Tenggara