Loading...

TEKNOLOGI POLA SRI DI KELOMPOK TANI BONTO MANASA KEL. BORIMASUNGGU KEC. LABAKKANG KAB. PANGKEP MENDUKUNG PROGRAM DESA MANDIRI

TEKNOLOGI POLA SRI DI KELOMPOK TANI BONTO MANASA KEL. BORIMASUNGGU KEC. LABAKKANG KAB. PANGKEP MENDUKUNG PROGRAM DESA MANDIRI
TEKNOLOGI POLA SRI PADA TANAMAN PADI MENDUKUNG PROGRAM DESA MANDIRI Program Desa Mandiri merupakan salah satu program Pemerintah Kabupaten Pangkep pada tahun 2013. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dimana kabupaten oleh pemerintah dikategorikan sebagai salah satu daerah tertinggal. Salah satu SKPD yang ikut dalam program ini adalah Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Kab. Pangkep. Program yang ditawarkan yaitu penerapan teknologi Pola SRI (System of Rice Intensification). Pola SRI merupakan sistem tanam dengan prinsip menanam bibit muda, jarak penanaman yang lebar, menanam dengan segera, penanaman secara dangkal, air diatur tidak terus menerus menggenangi sawah, penyiangan gulma secara mekanis, dan aplikasi kompos atau bahan organik walaupun pupuk kimia tidak 'dilarang' untuk masih digunakan. Teknologi Pola SRI yang diterapkan di kelompok Tani Bonto Manasa Kel. Borimasunggu Kec. Labakkang Kab. Pangkep dimulai dari proses seleksi benih. Seleksi benih dilakukan dengan menggunakan indikator telur yang terapung di air yang telah diberi garam. Benih yang terapung merupakan benih yang daya tumbuhnya rendah bahkan bisa saja tidak dapat berkecambah. Proses selanjutnya adalah persemaian. Proses persemaian pada Pola SRI tidak sama dengan persemaian pada tanam biasa. Pola tanam SRI menggunakan benih muda yang berumur antara 8-12 hari di persemaian. Proses pindah tanam dilakukan dengan segera. Pertanaman dicaplak terlebih dahulu dengan menggunakan alat caplak yang dibuat sendiri oleh kelompok tani Bonto Manasa sebelum ditanami bibit dengan kondisi lahan sawah macak-macak. Pencaplakan ini bertujuan untuk mempermudah proses penanaman. Penanaman tanaman padi dilakukan satu bibit per titik dengan cara penanaman yang dangkal dan posisi akar membentuk huruf L. Ditunjang pula dengan jarak tanam minimal 25 cm x 25 cm. Pada tanah yang subur dapat diterapkan jarak tanam hingga 30 cm x 30 cm. Penanaman satu bibit per titik bertujuan agar jumlah anakan yang dihasilkan jauh lebih banyak karena kurangnya persaingan akar untuk memperoleh sumber makanan dari dalam tanah. Dengan demikian potensi perkembangan anakannya menjadi lebih baik lagi dan saat mengeluarkan malai potensi anakan produktif atau malai pun menjadi lebih tinggi. Dengan cara ini satu rumpun dari 1 bibit bisa mencapai lebih dari 40 anakan. Pada teknologi ini yang harus diperhatikan adalah kondisi pertanaman yang senantiasa macak-macak. Dengan demikian diperlukan adanya pengaturan air yang lebih intensif dibanding pertanaman biasa. Penerapan teknologi Pola SRI pada musim tanam 2013 di kelompok tani Bonto Manasa disambut antusias. Hal ini terbukti dari tingginya minat petani untuk memperoleh informasi mengenai Pola SRI dari penyuluh pertanian setempat. Hal ini juga ditunjukkan dengan penerapan tahapan teknologi Pola SRI yang tepat di kalangan petani. Penerapan teknologi yang tepat ini diharapkan dapat meningkatkan produksi tanaman padi di kelompok tani Bonto Manasa pada khususnya dan Kabupaten Pangkep pada umumnya. (Penulis : Ahmadi Kamaruddin/Fungsional PP Kab.Pangkep)