Loading...

Teknologi Produksi Benih Batang Bawah Jeruk

Teknologi Produksi Benih Batang Bawah Jeruk
Benih tanaman merupakan salah satu faktor yang menentukan keberhasilan usahatani. Penggunaan benih asalan akan menyebabkan hasil yang rendah. Ketersediaan benih yang berkualitas, contohnya benih jeruk RGL masih terbatas. Oleh karena itu, petani/penangkar bisa memproduksi benih jeruk dengan menerapkan teknologi yang disarankan. Pemilihan batang bawah merupakan hal yang penting karena perlu ketahanan akar terhadap serangan OPT agar tanaman tumbuh baik. Berikut ini adalah teknologi produksi batang bawah jeruk. Penyiapan Media Tanam Kegiatan ini meliputi persiapan alat dan bahan semai, pengisian media tanam campuran pasir halus, tanah dan sekam pada bak/polybag semai serta desinfeksi media tanam dengan fungisida. Penyemaian benih tanaman jeruk JC Sebelum penyemaian biji dilakukan, biji jeruk diperiksa terlebih dahulu oleh Pengawas Benih Tanaman. Penyemaian biji dilakukan dengan jarak antar biji 1 cm lalu ditutup semaian tersebut dengan pasir halus setebal 1 cm. Penyiraman semaian dilakukan dan ditutup persemaian dengan mulsa plastik hitam perak hingga 2 minggu. Tanaman diberi naungan. Sungkup dibuat dengan atap plastik dan dengan menggunakan tiang-tiang bambu. Pemeliharaan Semaian Jeruk JC Penyiraman tanaman di polybag pada awalnya dilakukan 2 kali dalam sehari yakni pagi dan sore hari untuk mencegah kekeringan p ada media tanam jika tidak ada hujan. Penyiraman cukup dilakukan 1 kali sehari jika ada hujan. Berdasarkan hasil pengamatan, dipersemaian dan sekitarnya, terdapat serangan hama keong tanpa cangkang, tikus, ulat, kutu daun dan tungau. Penyakit yang ditemukan yaitu rebah kecambah (phytopthora) dan alternaria. Pemberian fungisida dilakukan untuk pengendalian rebah kecambah dan pemberian molluskisida untuk hama keong pada media tanam dengan dosis 1/3 botol dilarutkan dalam 1 tangki air (15 liter) dan kemudian disemprotkan pada media tanam. Pemberian insektisida untuk pengendalian hama-hama perusak daun dilakukan setiap 3 hari sekali hingga 1 minggu agar pertumbuhan semaian benih jeruk tidak terganggu dan daunnya tidak keriting atau salah bentuk dengan dosis 2 cc/lt atau 2 gr/lt. Pengendalian hama secara mekanis dilakukan dengan penggunaan perangkap maupun penggunaan arang sekam. Penggunaan perangkap tikus ataupun rodentisida untuk pengendalian hama tikus yang menyerang semaian benih jeruk. Pemasangan perangkap kuning dilakukan untuk mencegah hama-hama perusak tanaman jeruk. Penyiangan rumput/gulma pada polybag dilakukan karena pada beberapa polybag sudah tampak gulma/rumput.Penyiangan gulma dilakukan secara manual dan dilakukan setiap minggu. Selain itu juga dilakukan penyiangan gulma untuk lokasi untuk penempatan sungkup/rumah benih plastik dan juga penyiangan gulma disekitar persemaian. Seleksi benih dilakukan karena terdapat beberapa benih yang mengalami proses polyembrio dimana dari 1 (satu) biji tumbuh menjadi beberapa tanaman. Seleksi benih dilakukan setiap minggu untuk membuang benih yang abnormal. Dari hasil seleksi di persemaian mulai dari tanam biji jeruk hingga siap di transplanting terdapat semaian yg abnormal kurang dari 5 %. Pemupukan semaian jeruk dilakukan setiap 2 minggu sekali tergantung kondisi tanaman. Pupuk yang diberikan berupa pupuk NPK dan ZA masing-masing 5-10 gram per liter air lalu diaduk hingga larut. Pemberian larutan pupuk sebanyak 100-200 ml untuk setiap polybag. Pindah Semai (Transplanting) Kegiatan pindah tanam (transplanting) benih jeruk JC (batang bawah) dilaksanakan secara bertahap sesuai dengan kesiapan pertumbuhan semaian biji JC. Sebelum melaksanakan pindah tanam, persemaian terlebih dahulu diperiksa oleh Pengawas Benih Tanaman sebagai bagian dari proses sertifikasi. Tahapan pindah tanam yang dilaksanakan adalah sebagai berikut: 1) penyiraman persemaian benih jeruk agar mudah mencabut benih dari media tanam; 2) penyiraman media tanam untuk transplanting; 3) seleksi benih tanaman yang abnormal; 4) pemilihan benih tanaman yang sudah berdaun lebih dari 8 helai dan pencabutan benih tanaman tersebut; 5) seleksi benih tanaman yang sudah dicabut (membuang tanaman yang abnormal, benih yg tumbuhnya menjadi 2 atau lebih padahal berasal dari 1 biji, akar yang bengkok atau putus); 6) memotong akar tanaman, ditinggalkan sekitar 10 cm dari pangkal batang; 7) membuat lubang tanam dengan tugal sedalam 10 cm; 8) menanam benih jeruk umur 2,5-3 bulan. Sebelum memulai kegiatan okulasi jeruk, akan dilakukan pemeriksaan persemaian batang bawah oleh pengawas benih tanaman (PBT) BPSB yaitu pemeriksaan kesiapan batang bawah dan juga entresnya. Sri Suryani M. Rambe Sumber: Balitjestro dan BPTP Bengkulu