Loading...

Teknologi Produksi Kopi Luwak Probiotik

Teknologi Produksi Kopi Luwak Probiotik
Produksi kopi luwak secara konvensional dilakukan dengan membudidayakan luwak atau membiarkan luwak di kebun kopi dan diberi kesempatan untuk memakan buah kopi masak. Cara konvensional dalam memproduksi kopi luwak memerlukan biaya yang mahal dan produksinya terbatas. Melalui penggunaan mikroba probiotik yang diisolasi dari saluran pencernaan (intestinum dan caecum) luwak untuk memfermentasi biji kopi, dapat diperoleh produk kopi yang memiliki cita rasa dan aroma yang mendekati bahkan menyamai kopi luwak asli. Kelebihan produksi kopi luwak dengan cara ini, biayanya jauh lebih murah, melibatkan banyak tenaga kerja, jumlah produksi lebih mudah diprogramkan, bebas dari aroma tanah, dan lebih terjamin higienitasnya. Beberapa dampak positif dari penerapan teknologi yaitu dapat menciptakan lapangan kerja baru, dapat mendongkrak mutu kopi robusta yang selama ini kurang disukai luwak, sementara produk kopi robusta di Indonesia mencapai 85% dan menghilangkan keraguan bagi sebagian konsumen tentang hukum (halal atau haram) mengkonsumsi kopi luwak Industrilisasi dan penyebaran kopi luwak untuk sementara ini masih diproduksi oleh peneliti/penemunya dan uji coba pasar dilakukan pada acara - acara pameran serta beberapa cafe di Denpasar. Dari "round table meeting" di Bogor bulan mei lalu, ada beberapa perusahaan yang berminat untuk bekerjasama. Teknologi ini sudah terdaftar di Direktorat Jenderal HAKI. sumber: Badan Penelitian Dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian,2011 Suprio Guntoro Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Bali