Loading...

Teknologi Produksi Pupuk Organik dari Jerami Padi dan Limbah Organik (Sampah Pasar)

Teknologi Produksi  Pupuk Organik dari Jerami Padi dan Limbah Organik (Sampah Pasar)
Sumber bahan untuk pupuk organik sangat beraneka ragam, dengan karakteristik fisik dan kandungan kimia/hara yang sangat beragam sehingga pengaruh penggunaan pupuk organik terhadap lahan dan tanaman dapat bervariasi. Salah satu sumber pupuk organik yang cukup berlimpah dan berpotensi untuk dijadikan pupuk organik adalah jerami padi dan limbah organik (sampah pasar). Potensi bahan baku pupuk organik asal jerami padi dari padi sawah dan padi ladang dan bahan baku pupuk organik asal sampah pasar di beberapa daerah di Kalimantan Tengah tergolong tinggi sehingga berpotensi untuk dikembangkan produksi pupuk organik. Hasil pengkajian Masganti, dkk menunjukkan 88produksi pupuk organik menggunakan biaktivator M-Dec dan EM-4 di beberapa lokasi: Desa Petak Batuah, Kecamatan Kapuas Murung, Kabupaten Kapuas dan Desa Kalampangan, Kecamatan Sebangau, Kota Palangka Raya menunjukkan indikasi keberhasilan pembuatan kompos yaitu, penyusutan volume hingga 50-60%, warna menjadi lebih gelap, tidak tercium bau busuk, dan suhu kompos yang stabil. Selain itu, pemberian pupuk organik asal jerami padi dan sampah pasar memberikan pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan tanaman jagung, kedelai, sawi, dan kacang panjang yang diujicobakan. Hasil analisis kimia terhadap kandungan hara pupuk organik asal jerami padi dan sampah kota menunjukkan parameter kematangan kompos, yang ditandai dengan nilai pH, C/N ratio, P2O5, K2O, dan Fe. 1. Teknologi Pembuatan Pupuk Organik Menggunakan Biaktivator M-Dec Cara pembuatan pupuk organik dengan menggunakan bioaktivator M-Dec pada penelitian ini adalah adalah sebagai berikut: Menyiapkan kotak/petakan kompos ukuran 1 x 1 x 1.25 m3 di atas lahan Menyiapkan M-Dec 1 kg dilarutkan ke dalam 10 liter air dan diaduk hingga rata Menyiapkan jerami atau sampah kota dalam kondisi agak basah, tumpuk jerami lapis demi lapis, tiap lapisan disirami larutan M-Dec. Tumpukan jerami yang sudah diberi M-Dec ditutup plastik atau terpal warna gelap untuk mempertahankan kelembaban Seminggu sekali dilakukan pembalikan dan apabila jerami kering disiram dengan air, dan ditutup kembali Kompos yang telah matang berwarna hitam kecoklatan dengan suhu sekitar 30oC, kelembaban 40-60%, dan tidak berbau Kompos yang sudah matang ini cocok digunakan untuk tanaman pangan, sayuran, tanaman hias, dan tanaman perkebunan. 2. Teknologi Pembuatan Pupuk Organik Menggunakan Biaktivator EM-4 Cara pembuatan pupuk organik dengan menggunakan bioaktivator EM4 pada penelitian ini adalah adalah sebagai berikut: Mencampur dan mengaduk sampai rata bahan-bahan yang akan digunakan (jerami, pupuk kandang, arang sekam dan dedak) Menyiramkan EM-4 secara perlahan-lahan ke dalam adonan (campuran bahan organik) secara merata sampai kandungan air adonan mencapai 30% Bila adonan dikepal dengan tangan air tidak menetes dan bila kepalan tangan dilepas maka adonan masih tampak menggumpal. Adonan digundukkan diatas ubin yang kering dengan ketinggian minimal 15-20 cm. Kemudian ditutup dengan karung berpori (karung goni) selama 3-4 hari. Agar proses fermentasi dapat berlangsung dengan baik perhatikan agar suhu tidak melebihi 500 C, bila suhunya lebih dari 500 C turunkan suhunya dengan cara membolak balik. Dr.Ir. M.Saleh Mokhtar, M.P Penyuluhan Pertanian, Pusat Penyuluhan Pertanian - BPPSDM Pertanian Sumber : BPTP Kalimantan Tengah