Bapak dan ibu mitra tani, kalau ingin mendapatkan hasil ganda dari bercocok tanam ubi kayu dan kacangkacangan, kali ini sudah ada hasil penelian yang membantu kita. Para mitra tani dapat menerapkan teknik budidaya secara baris ganda hasilnya yang didapatkan tentu akan lebih. Dengan pengaturan tanam baris ganda dimungkinkan untuk menanam dua kali tanaman kacang-kacangan, tanpa mengurangi hasil panenan ubi kayu. Dengan teknik ini, petani lebih cepat mendapat hasil tunai dari panen kacang-kacangan sementara menunggu tanaman ubi kayu dapat dipanen. Sekarang apa saja yang perlu bapak ibu siapkan? Tentu harus pikirkan Bibit dan Varietasnya, karena ini sangat menentukan tingginya produksi. 1. Bibit / Stek, Bibit berupa stek tentunya harus berasal dari tanaman yang sehat dan berumur lebih dari 7 bulan namun juga tidak boleh terlalu tua, paling tidak kurang dari 14 bulan.Stek yang digunakan adalah bagian tengah batang yang bagus. Jangan menggunakan stek yang diambil dari batang bagian pucuk yang masih terlalu muda (sekitar 50 cm) dan bagian pangkal yang terlalu tua (sekitar 20 cm). Panjang stek sekitar 15-25 cm. Pemotongan batang dengan menggunakan gergaji. 2. Varietas Unggul, sebaiknya dipilih yang kualitas rebusnya baik dan rasanya enak (tidak pahit), seperti Malang-1 atau Adira-1. Budi Daya Monokultur atau satu macam tanaman Beberapa kegiatan yang perlu disiapkan untuk budidaya satu macan tanaman antara lain : 1. Pengolahan Tanah dan Tanam. Tanah diolah sedalam sekitar 25 cm. Ubi kayu pada awal pertumbuhannya biasanya memerlukan air maka penanaman sebaiknya dilakukan pada musim hujan, kalau tidak menggunakan irigasi. Penanaman stek dengan cara menancapkan ke tanah sedalam sekitar 3 - 5 cm. Posisi stek jangan sampai terbalik. Jarak tanam yang umum digunakan adalah 80 x 70 cm atau 100 x 70 cm, tergantung varietas. Dengan jarak tanam ini populasi mencapai 13.000-17.000 tanaman/ha. Jarak tanam yang lebih rapat biasanya menghasilkan umbi yang lebih kecil walaupun produksi per hektarnya tidak berkurang. 2. Pemupukan.Takaran pupuk yang dibutuhkan adalah 200 kg Urea, 100 kg SP36, dan 100 kg KCl per hektar, yang diberikan dalam dua tahap: a. Pada saat umur 7-10 hari dipupuk dengan takaran 100 kg Urea, 100 kg SP36, dan 50 kg KCl per hektar. b. Pada saat umur 2-3 bulan dipupuk dengan takaran 100 kg Urea dan 50 kg KCl per hektar.bila dianggap perlu, pada umur 5 bulan bisa ditambahkan Urea. Pemberian pupuk secara tugal, dengan jarak sekitar 15 cm dari tanaman. 3. Wiwil (membatasi jumlah tunas). Tanaman setelah umur 1 bulan, biasanya tumbuh tunas-tunas. Sebaiknya sebagian tunas dibuang, cukup menyisakan 2 tunas yang paling baik. 4. Penyiangan dan Pembumbunan. Di sekitar tanaman sering tumbuh rumput liar, yang akan membutuhkan nutrisi untuk pertumbuhannya, oleh karena itu maka perlu dicabut bersihkan sedikitnya 1-2 kali sehingga tanaman bebas dari tumbuhan liar hingga umur 3 bulan. Selain penyiangan. Juga perlu dilakukan pembumbunan pada umur 2-3 bulan. 5. Panen. umur panen ubi kayu bervariasi menurut varietasnya. Varietas unggul umumnya dapat dipanen pada umur 8-11 bulan. Tumpangsari Ubi Kayu dan Kacang-Kacangan Sistem baris ganda Pada teknik ini akan menggabungkan tiga macam budi daya, yakni budi daya monokultur tanaman kacang tanah pada musim pertama (awal musim hujan), kemudian pada saat kacang tanah berumur 20 hari di tumpang-sisip dengan penanaman ubi kayu yang diatur secara baris ganda. Kemudian pada musim kedua menjelang akhir musim hujan dilakukan budi daya lorong tanaman kacang-kacangan di antara ubi kayu. Dalam melakukan sistim ini, populasi ubi kayu sedikit lebih rendah dibanding populasi monokultur, hanya sekitar 90%, namun pengaturan jarak tanam yang berbeda tersebut dan penanaman tumpangsari hasil ubi kayu bisa menghasilkan produksi lebih tinggi daripada monokultur. 1. Penanaman Kacang tanah (pada awal Musim Hujan-1), bisa dilakukan budi daya monokultur biasa, jadi menanam Kacang tanah dengan populasi 100%. 2. Penanaman Ubi Kayu baris ganda, tanaman ubi kayu ditanam 20 hari setelah tanaman kacang tanah ditanam Ubi kayu ditanam secara baris ganda dengan jarak tanam (60x70) x 260 cm. Jarak tanam 60 x 70 cm adalah jarak tanam ubi kayu dalam baris ganda, sedangkan 260 cm adalah jarak antar baris ganda ubi kayu (lihat gambar). 3. Pemupukan dan Pemeliharaan.Pemupukan dan pemeliharaan tanaman kacang-kacangan sama dengan pola monokultur.Selama masih ada pertanaman kacang-kacangan, pemeliharaan ubi kayu tidak dilakukan, kecuali "wiwil" (pembatasan tunas) yang dilakukan pada umur 1 bulan (lihat budi daya ubi kayu monokultur).Pemeliharaan dan pemupukan ubi kayu dilakukan setelah kacang-kacangan pertama dipanen. Acuan dosis pemupukan dan pemeliharaan (penyiangan, pembumbunan, dst) seperti pada budidaya monokultur. 4. Penanaman Kacang-kacangan Kedua (akhir musim hujan/MH-2). Setelah kacang-kacangan dipanen, maka tersedia ruang di antara baris ganda ubi kayu selebar 260 cm. Di antara lorong tersebut dapat ditanam kacang-kacangan sebanyak 5 (lima) baris dengan jarak tanam 40 x 15 cm atau 35 x 20 cm. Dengan jarak tanam ini populasi sekitar 70% dari monokultur. 5. Pemupukan, Pemeliharaan, dan Panen, sama seperti teknik budi daya monokultur masing-masing komoditas). Penyunting : Yulia Tri S Email: yuliatrisedyowari@yahoo.co.id Sumber: Tengkano dan Soehardjan (1985). http://balitkabi.litbang.deptan.go.id