Loading...

Teknologi Proses Produk dari Minyak Kelapa Murni

Teknologi Proses Produk dari Minyak Kelapa Murni
Minyak kelapa murni atau lebih dikenal dengan Virgin Coconut Oil ( VCO) dihasilkan dari buah kelapa segar. Minyak kelapa murni dihasilkan tidak melalui penambahan bahan kimia ataupun proses yang melibatkan panas tinggi. Selain warna dan rasa yang berbeda dengan minyak kelapa biasa, minyak kelapa murni memiliki asam lemak yang tidak terhidrogenasi. Minyak kelapa murni menjadi popular karena manfaatnya untuk kesehatan tubuh, yang disebabkan oleh kandungan asam lemak rantai menengah (Medium Chain Trigliseride : MCT). Sifat MCT yang mudah diserap sampai ke mitokondria akan meningkatkan metabolisme tubuh. Penambahan energy yang dihasilkan oleh metabolisme itu menghasilkan efek stimulasi dalam seluruh tubuh manusia sehingga meningkatkan tingkat energy yang dihasilkan. MCT yang paling banyak terkandung dalam minyak kelapa murni adalah asam laurat. Manfaat lain dari minyak kelapa murni diantaranya adalah peningkatan daya tahan terhadap penyakit serta mempercepat proses penyembuhan. Manfaat tersebut ditimbulkan dari peningkatan metabolisme dari penambahan energy yang dihasilkan, sehingga mengakibatkan sel-sel di dalam tubuh bekerja lebih efisien. Proses pengolahan minyak kelapa dengan menggunakan cara fermentasi merupakan salah satu cara untuk menghasilkan minyak kelapa murni. Proses pengolahan minyak kelapa murni yang dikembangkan Balitka Manado, yaitu dengan melakukan perbaikan cara pengolahan minyak kelapa tradisional dengan menggunaka pemansan bertahap. Minyak kelapa yang dihasilkan dapat dikategorikan sebagai natural oil atau clear oil. a. Cara pemanasan bertahap 1) Penyantanan Buah kelapa dikupas, dibelah dan dikeluarkan daging buahnya. Daging buah digiling dengan mesin pemarut sampai diperoleh hancuran daging kelapa (pulp). Pulp diekstraksi dengan air dengan perbandingan 1 : 2. Untuk mempercepat pemisahan minyak kelapa dari pulp, dapat digunakan air panas (suhu sekitar 70-80°C). Apabila ekstrak telah dingin, diperas, disaring dan diperoleh santan. Santan yang diperoleh didiamkan selama ±3 jam sehingga terjadi pemisahan skim dan krim. 2) Pemanasan i. Pemanasan I (pemanasan awal) Santan dipanaskan sampai mendidih (suhu bahan yang dimasak dipertahankan pada kisaran 95-100°C). Setelah minyak agak masak (ditandai dengan terpisahnya blondo yang berwarna putih), minyak segera didinginkan, disaring, dan blondonya dipres. ii. Pemanasan II (pemanasan lanjutan) Minyak yang dihasilkan dari pemanasan awal, dimasak kembali dengan suhu yang sama seperti pemanasan awal. Pada tahap ini, pemanasan dilakukan sampai minyak berwarna agak bening dan blondo yang tersisa berwarna agak coklat muda. Minyak didinginkan. Disaring dan diperoleh minyak kelapa murni. b. Cara mekanis Buah kelapa dikupas, dibelah dan dikeluarkan daging buahnya. Daging buah yang diperoleh kemudian diparut. Parutan daging kelapa dikeringkan dengan penjemuran atau dengan mesin pengering pada suhu 70-80°C. Pengeringan dihentikan apabila parutan kelapa sudah mencapai kadar air yang optimal untuk selanjutnya diperas secara mekanis dengan menggunakan screw press. Sumber : Agro Inovasi