Loading...

Teknologi Rehabilitasi Tanaman Kakao untuk Peningkatan Produktivitas

Teknologi Rehabilitasi Tanaman Kakao untuk Peningkatan Produktivitas
Teknologi rehabilitasi tanaman kakao dirancang untuk peningkatan produktivitas dan produksi kakao. Penyambungan dilakukan dengan cara sambung pucuk dan sambung samping. Batang atas (entres) klon yang digunakan untuk rehabilitasi (sambung samping dan sambung pucuk) adalah klon unggul anjuran yakni Makasar 01 (M01), Makasar 03 (M03), dan Makasar 06 (M06). Batang atas tersebut didatangkan dari kebun kakao binaan BPTP NTT tempat pengembangan P3S kakao di Desa Koting A, Kecamatan Koting, Kabupaten Sikka. Dosis pupuk yang dianjurkan (rata-rata umur tanaman > 4 tahun) adalah 220 gr Urea + 240 gr SP-36 + 170 gr KCL per pohon. Tahap I dilakukan penyambungan sebanyak 200 entres (tingkat keberhasilan hanya 8% dari 200 penyambungan atau 11,3% dari 150 sambung samping). Pada tahap II, penyambungan dilakukan pada 188 sambungan (tingkat keberhasilan sebanyak 107 tersambung atau 56,91% dari 188 penyambungan terdiri dari 58 sambung samping atau 42% dari 138 sambung samping dan 49 sambung pucuk atau 98% dari 50 sambung pucuk). Pemangkasan menggunakan peralatan seperti gunting pangkas dan gunting galah. Pemangkasan yang dilakukan antara lain (1) pemangkasan dan pemendekan tajuk pada tanaman yang terlalu tinggi (tajuk dibatasi 3,5 - 4,0 meter, (2) pemangkasan pemeliharaan, pada tanaman yang telah menghasilkan (TM) untuk mempertahankan kerangka yang sudah terbentuk baik dan membuat indeks luas daun (ILD) dalam kondisi optimum, dan (3) pemangkasan bentuk, dilakukan pada tanaman yang belum berproduksi/menghasilkan (TBM) bertujuan untuk membentuk kerangka tanaman yang kuat dan seimbang. Teknologi rehabilitasi tanaman kakao ini telah diadopsi oleh petani. Transfer teknologi berdampak pada munculnya kemauan dan tambahan pengetahuan serta pemahaman terhadap cara peningkatan produktivitas tanaman kakao. sumber: Badan Penelitian Dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian,2011 Irianus Rejeki Rohi Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Nusa Tenggara Timur