Loading...

Teknologi Sambung Samping (Side-Cleft Grafting) Tanaman Kakao di Sulawesi Selatan

Teknologi Sambung Samping (Side-Cleft Grafting) Tanaman Kakao di Sulawesi Selatan
Teknologi sambung samping merupakan teknik rehabilitasi tanaman kakao tua dan tidak produktif lagi dengan cara menyambungkan entres kakao unggul sebagai batang atas dan kakao tidak produktif sebagai batang bawah. Teknik sambung samping sebagian besar digunakan petani kakao yang enggan mengganti tanamannya dengan bibit baru, karena menganggap tanaman kakaonya masih dapat menghasilkan buah walaupun dalam jumlah sedikit. Teknologi sambung samping di Sulawesi Selatan ini mampu menghasilkan sambungan jadi antar klon 858 yang lebih baik dari klon Sulawesi 1, klon Sulawesi 2, klon M 01, dan klon 45. Tingkat keberhasilan sambungan yang dicapai oleh petani yang sudah berpengalaman mencapai 74,5% sedangkan petani yang baru hanya 53,8-56,0%. Hasil analisis ekonomi menunjukkan dengan sambung samping, sejak tahun pertama mampu menghasilkan modal positif sebesar Rp. 1.313.000,- yang diperoleh dari buah hasil panen batang bawah. Sampai dengan tahun kelima total pendapatan yang diperoleh mencapai Rp.50.848.000,- atau 1,8 kali lipat dari total pendapatan yang diperoleh dari penanaman biasa. Teknologi sambung samping ini juga sangat berpotensi untuk dikerjasamakan dengan pihak lain baik swasta maupun pemerintah daerah setempat. sumber: Badan Penelitian Dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian,2011 Jermia Limbongan, Syafruddin Kadir, Basir Nappu, dan Dharmawida Amiruddin Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sulawesi Selatan