Loading...

Teknologi Sambung Samping Tanaman Kakao

Teknologi Sambung Samping Tanaman Kakao
Pertanaman kakao di Sulawesi Tenggara umumnya diperbanyak dari biji yang tidak jelas kualitasnya, sehingga menyebabkan tingginya keragaman tanaman. Penggunaan benih dari biji yang tidak jelas asal usulnya dan umur tanaman yang semakin tua merupakan akar permasalahan rendahnya produktivitas kakao di Sulawesi Tenggara. Untuk meningkatkan produktivitas, tanaman kakao tua maupun yang tidak produktif perlu direhabilitasi dengan menggunakan klon unggul seperti ICCRI 03, 04, Sulawesi 1, dan Sulawesi 2 melalui teknik sambung samping. Keunggulan dari teknologi sambung samping dapat meningkatkan produktivitas, juga berkembang dan memberikan dampak positif bagi peningkatan produksi. Dengan teknologi sambung samping ini, ,setelah berumur 2 tahun, tanaman kakao yang sambung samping produktivitasnya mencapai 2,5 ton/ha/tahun. Sedangkan yang tidak di sambung hanya 0,25 ton/ha/tahun. Jika harga jual biji kakao kering Rp. 20.000,-/kg, maka penghasilan akibat teknologi sambung samping dapat mencapai Rp 50 juta, dibandingkan dengan kakao yang tidak sambung samping, yang hanya menghasilkan Rp 500 ribu. Selain itu, teknologi ini juga sangat potensial untuk dikerjasamakan dengan pihak lain baik swasta maupun pemda setempat. sumber: Badan Penelitian Dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian,2011 Agussalim Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sulawesi Tenggara