TEKNOLOGI SMART FARMING, TINGKATKAN PRODUKTIVITAS PERTANIAN
[ JAKARTA ] Pertanian Maju, Mandiri dan Modern yang digaungkan Kementerian Pertanian (Kementan) di bawah kepemimpinan Syahrul Yasin Limpo mendapat respon positif dari para pelaku usaha di bidang informasi teknologi (IT) memasuki dunia pertanian. Hal itu terbukti dengan semakin banyaknya pertanian berbasis smart farming. Pertanian berbasis teknologi memudahkan petani dalam berbudidaya yang lebih efisien sekaligus mendorong anak muda mau terjun di dunia pertanian. Menteri Pertanian (Mentan),Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan menghadapi tantangan perubahan iklim bukan lagi dengan cara-cara klasik. Tapi harus dengan metode yang lebih modern salah satunya smart farming, karena perkembangan ke depannya yang membuat lahan semakin sempit, jumlah penduduk semakin besar dan lainnya mengharuskan penggunakan teknologi yang smart. Kemudian, digitalisasi pertanian menjadi efektif dan penggunaan mekanisasi semakin maju sehingga produksi terus meningkat dengan kualitas yang tinggi dan pendapatan petani semakin naik. Kemajuan pertanian turut didukung generasi milenial karena memiliki semangat berinovasi yang tinggi untuk melakukan cara-cara yang baru terhadap penanganan pertanian yang maju, mandiri, dan modern”, tegas Mentan. Senada dengan hal tersebut Kepala Pusat Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi pada agenda Ngobrol Asyik (Ngobras) volume 30, Selasa (02/08/2022) yang dilaksanakan di AOR BPPSDMP mengatakan bahwa pertanian dimulai dengan benih dan bibit bagus sehingga menghasilkan produk yang berkualiatas. Smart farming terbukti mendongrak produktivitas, kualitas dan menjamin kontinuitas produk pangan”. jelas Dedi. Salahsatu penyuluh pertanian yang menerapkan smart farming yaitu karmini yang merupakan penyuluh pertanian asal kabupaten trenggalek, propinsi Jawa Timur. Karmini yang menjadi narasumber ngobras menjelaskan bagaimana ia melakukan smart farming budidaya golden melon. Kepala Badan menambahkan pada arahannya bahwa ada kualitas tingkat kemanisan dari golden melon, kalau tingkat kemanisan brix lebih dari 16 buah tersebut dapat dieksport, dibawah itu tidak”. jelas Dedi. Salahsatu tujuan agribisnis pertanian menggunakan smart farming yaitu Petani Mampu Mengambil Prakarsa Sendiri dalam Teknologi Pertanian Ramah Lingkungan dan Berbasis Sumberdaya Lokal dan Pertanian Zerro Waste Zerro Cost”. jelas karmini. Lebih lanjut Kamini mengatakan bahwa dengan pertanian berkelanjutan akan menguntungkan secara ekonomi dan mempertahankan keanekaragaman hayati dan pelestariannya Sedangkan dari segi sosial dapat diterima oleh masyarakat serta menciptakan lapangan kerja”. tutup Karmini.hvy.