PENDAHULUAN Lada merupakan komoditas pertanian penting di Bangka Belitung, selain karet dan sawit. Masyarakat di sini telah membudidayakan tanaman lada sejak lama, sebelum beralih ke sektor pertambangan. Lada Bangka sangat terkenal di perdagangan Internasional sebagi lada putih dengan nama Munthok White Pepper. Seiring kebebasan penambangan timah oleh masyarakat kecil, menyebabkan banyak petani menelantarkan tanaman lada, sehingga produksinya menjadi menurun. Dua tahun terakhir harga lada menujukan nilai yang sangat baik, sehingga petani mulai bergairah lagi untuk mengusahakan tanaman lada. Tetapi saat petani akan mananam kembali, masalah bibit menjadi persoalan serius, hal ini karena mencari bibit yang sehat dalam jumlah banyak mengalami kesulitan, kalaupun ada hanrganya sangat mahal. Maka dari itu untuk memenuhi bibit yang sehat dalam jumlah banyak dikembangkan inovasi pembibitan lada melalui stek satu buku berdaun tunggal. Sebelumnya petani dalam menggunakan bibit untuk ditanam yaitu dengan bibit stek panjang tujuh ruas. Dengan pelatihan teknologi pembuatan bibit stek lada satu buku berdaun tunggal, maka diharapkan petani mendapatkan ketrampilan dan pengetahuan, sehingga dapat diterapkan di lapangan. Dengan demikian kebutuhan bibit sehat dalam jumlah banyak dapat dipenuhi. TUJUAN Tujuan dari pembuatan stek lada satu buku berdaun tunggal adalah: Mendapatkan bibit yang sehat Bisa memenuhi kebutuhan bibit dalam jumlah banyak KELEBIHAN DAN KEKURANGAN STEK LADA SATU BUKU Hemat bahan tanam (400 %) Memerlukan waktu dan biaya perbenihan Bibit lebih sehat (selektif dan perlakuan tertentu saat perbenihan) Tidak terjadi stagnasi pertumbuhan awal tanaman Mobilitas pengangkutan bibit lebih lamban PELAKSANAAN Dalam perbanyakan stek lada satu buku berdaun tunggal, bahan bibit bisa berasal dari hasil pangkasan kebun produksi ataupun kebun khusu bibit. Apabila akan mengembangkan khusus penangkaran bibit lada, maka haru mempunyai kebun bibit khusus, hal ini untuk memastikan ketersediaan bahan, secara kualitas dan kontinyu. PEMBUATAN KEBUN BIBIT Langkah-langkahnya tidak jauh berbeda dengan penanaman tanaman untuk kebun produksi yaitu : Menyediakan lahan dengan cara dibersihakan dari sisa kayu atau tunggul Membuat jarak tanam 1,75 x 1,75 m Membuat lubang tanam 40 x 40 x 40 cm Memberi pupuk kandang 5 kg/lubang Memberi kapur dolomite 0,5 kg/lubang Melakukan penanaman dengan cara dibenamkan dan agak miring ke arah junjung. Pemasangan junjung seting 2 – 2,5 m. Pemeliharan, meliputi pemupukan, pengendalian OPT, dan pemangkasan DOSIS PEMUPUKAN TANAMAN KEBUN BIBIT a.Umur Tanaman : < 1 tahun Dosis Pupuk : 25 gr Urea + 10 gr TSP + 5 gr KCl Interval : 3 bulan b.Umur Tanaman : 1 – 2 tahun Dosis Pupuk : 50 gr Urea + 20 gr TSP = 10 gr KCl Interval : 3 bulan c.Umur Tanaman : > 2 tahun Dosis Pupuk : 75 gr Urea + 100 TSP + 75 gr KCl Interval : 3 bulan PANEN BAHAN TANAMAN Pemangkasan pertama pada saat tanaman berumur 9 – 12 bulan pada tinggi + 30 cm (sisa 3 – 5 buku) Pemangkasan kedua 6 – 9 bulan setelah pemangkasan pertama di pangkas pada 1 buku diatas pemangkasan pertama demikian pemangkasan seterusnya Panen pertama umumnya tanaman hanya memiliki satu sulur sepanjang + 150 cm ( 14 – 18 buku setara dengan 2 setek panjang 7 – 9 buku) Pemangkasan kedua menghasilkan 3 setek panjang Populasi tanaman yang produktif 70% maka populasi 2.330 tanaman sehingga panen pertama menghasilkan 4.660 setek panjang dan panen selanjutnya 13.980 setek Jika bidang pangkas telah mencapai 1,75 m dengan umur + 10 tahun dapat dilakukan peremajaan dengan memotong sulur lada pada tinggi + 1,5 m dari permukaan tanah PERBANYAKAN STEK LADA SATU BUKU BERDAUN TUNGGAL Bahan yang telah dipangkas kemudian diseleksi diambil yang sehat telah berkayu, tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda, serta mempunyai akar lekat atau akar hidup. Perlakuan bahan tanam dilakukan dengan perlakuan fungisida untuk mencegah terjadi infeksi dan perendaman dalam Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) IBA 0,2 % untuk stek yang mempunyai akar lekat dan 3 % untuk stek yang tidak mempunyai akr lekat selama 1 jam. Pendederan : pengkaran dan pembentukan tunas dilakukan dalam bak pasir dengan kondisi lembab dan teduh dengan ukuran kuran 1 – 1,2 m, tinggi + 30 cm, bagian bawah setebal 5 cm diberi ijuk dan bawah ijuk batu koral 5 cm. Iklim mikro optimal : kelembaban udara > 80%, suhu + 28°C dan intentitas radiasi matahari + 75%, diberi naungan dan sungkup plastik/kain blacu . Setek dibenamkan dalam pasir dengan kondisi condong, daun di atas bak pasir dan diberi tali, jarak tanam 8 – 12 cm antar baris dan 5 – 6 cm dalam baris . Penyiraman 2 – 3 kali sehari (07.00, 13.00 dan 17.00) selama 1 – 2 minggu pertama menggunakan sprayer. Setelah umur 3 minggu stek sudah keluar akar dan tunas. Persiapan media polybag dengan ukuran 10 x 15 cm, campuran tanah dan pupuk akndang (7:3) + 0,5 g kaptan/kh tanah. Perlu dilakukan sterilisasi media tanah menggunakan fungisida/ solariasi ataupun aplikasi agensi hayati (Trichoderma harzianum) dan dibiarkan selama 2 minggu dengan ditutup plastik . Penanaman bibit kedalam polibag dengan cara dibenamkan, di mana sebelumnya polibag telah disiram sampai jenuh. Bibit yang ditanam diambil bibit yang sehat, kemudian dilakukan penutupan dengan plastic transparan dengan rapat sampai kedap udara. Setelah tiga minggu plastik dapat dibuka, selanjutnya bibit dilakukan pemeliharaan dengan penyiraman, pencabutan rumput, dan penyemprotan fungisida. Dan stelah umur empat bulan bibit siap dipindah ke lapangan atau telah mempunyai akar tujuh ruas. Penulis : Sugito, SP Referensi : Dari berbagai sumber yang telah disarikan