Loading...

TEKNOLOGI SURJAN

TEKNOLOGI SURJAN
Lahan rawa adalah ekosistem yang meliputi daerah pantai, aliran sungai, danau, lebak yang masuk ke pedalaman sampai sejauh masih dirasakan gerakan pasang. Dalam nomenkelatur yang lebih luas, lahan rawa dikatagorikan sebagai lahan basah (wetlands) yang dicirikan oleh rezim air, curah hujan tinggi dan topografi yang rendah. Teknologi sitim surjan merupakan pengelolaan lahan rawa yang memadukan sistim sawah (lowland) dan tegalan (upland). Sistim ini memberikan pilihan yang lebih luas kepada petani mengenai komoditas yang akan diusahakan di lahan rawa. Selain padi petani dapat menanam palawija, hortikultura dan tanaman perkebunan, sehingga selain dapat meningkatkan diversiikasi pangan dan usaha tani, serta mengurangi risiko kegagalan panen juga menambah penghasilan. Sistem Surjan terus berkembang seiring dengan optimalisasi pemanfaatan lahan rawa dan terjadinya perubahan iklim. Nantinya model pertanian harus adaptif terhadap perubahan iklim sesuaai karakteristik lahan dan lingkungan serta mitigatif terhadap perubahan iklim. Selain di Indonesia, sistem surjan diterapakan oleh petani di Malaysia, Thailand dan Vietnam dalam rangka pemanfaatan lahan rawa untuk pertani. BPTP lampung mencoba membuat display edukasi teknologi sistem surjan lahan rawa yg dikembangkan di kebun IP2TP Natar dengan luas kurang lebih 0,25 ha. Teknologi yang dikembangkan adalah tanaman padi pada daerah lahan rendah (lowland) dan tanaman jeruk yang ditanam pada lahan tegalan (upland). Diharapkan dari display percontohan ini petani/ pengunjung dapat mengadopsi teknologi sistem surjan sehingga dapat meningkatkan diversiikasi usaha tani pangan, mengurangi resiko kegagalan panen sehingga dapat menambah penghasilan petani. Disusun oleh : Edwin Hediansyah, SP dan Gohan Octora Manurung, SP Sumber bacaan : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Lahan Pertanian (BBSDLP)