Loading...

Teknologi Tanam Jajar Legowo Super

Teknologi Tanam Jajar Legowo Super
TEKNOLOGI TANAM JAJAR LEGOWO SUPER JAJAR LEGOWO 2 : 1 adalah sistem tanam pindah dengan lorong memanjang sejajar diantara dua barisan tanaman, rumpun dalam barisan menjadi setengah jarak tanam. JAJAR LEGOWO SUPER merupakan Sistem optimalisasi produksi padi sawah hasil inovasi Balitbangtan yang mengimplementasikan teknologi budidaya padi secara terpadu berbasis cara tanam jajar legowo.Dokumentasi BalitbangtanAda 10 ( sepuluh ) Komponen Paket Teknologi JARWO SUPER yaitu : 1) Persiapan Lahan dengan Traktor Bajak/Tungkal, 2) Aplikasi Bio Dekomposer, 3) Benih Varietas Unggul Baru ( VUB ) Bersertifikat, 4) Pesemaian dengan sistem Dapok, 5) Aplikasi Pupuk Hayati, 6) Tanam menggunakan Mesin Indojarwo Transplanter, 7) Pengelolaan Hara berdasarkan PUTS (Perangkat Uji Tanah Sawah), 8) Pengendalian Gulma dengan Power Weeder, 9) Pengendalian OPT dengan : Lampu Perangkap Hama , Sex Verromon, Bio Pestisida,, Rekayasa Ekologi ( Penanaman Refugia ), LTBS ( Linier Trap Barrier System ), 10) Panen dan Pasca Panen dengan Mesin Combine Harvester & / Mini Indo Combine HarvesterTiga point penting sebagai upaya pencapaian target dalam Tajarwo Super yaitu :Memaksimalkan daya dukung Lahan/ Tanah Sawah, Memaksimalkan Tanaman agar Produktifitasnya tinggi dan Memaksimalkan Daya Dukung Lingkungan.Memaksimalkan daya dukung Lahan/ Tanah Sawah , Teknologi yang diterapkan adalah : Memanfaatkan Jerami padi menjadi Pupuk dengan Menggunakan Biodekomposer M.Dec, Pengolahan Lahan lebih disempurnakan, Memaksimalkan tanah dengan penambahan Pupuk Hayati sebagai Seed Treatment, Penggunaan Saprodi / Pemupukan Berimbang sesuai Kebutuhan berdasarkan PUTS ( Perangkat Uji Tanah Sawah )serta Penggunaan Pupuk Organik memaksimalkan Tanaman Agar Produktifitasnya tinggi, Teknologi yang diterapkan adalah : Penggunaan Varietas Unggul Baru ( VUB ) potensi hasil tinggi, Penggunaan Pupuk Hayati ( Agrimeth ) pada benih dan pesemaian, Penggunaan Pesemaian dengan Dapok untuk Tanam jajar legowo memaksimalkan Daya Dukung Lingkungan ,dengan menerapkan Teknologi : Memasang Alat Perangkap, Memasang Sex Veromon, Menanam Refugia, Penggunaan Pestisida Nabati ( Bio Protektor ), Penggunaan Alat dan Mesin Tanam Rice Transplanter dan Mesin Panen Combine Harvester & / Mini Indo Combine HarvesterKerapatan tanam merupakan salah satu komponen penting dalam Teknologi Budidaya untuk Memanipulasi Tanaman dan Mengoptimalkan Hasil.Sistem tanam Jajar Legowo model 2 : 1 yang direkomendasikan dalam Paket Teknologi ini bertujuan untuk Peningkatan Populasi Tanaman per Satuan Luas, Perluasan pengaruh tanaman pinggir dan mempermudah pemeliharaan tanaman.Penerapannya dengan Jarak Tanam = 25 Cm X 12,5 Cm X 50 Cm,dapat meningkatkan Populasi Tanam menjadi = 213.333 rumpun / ha atau meningkat 33,3% dibandingkan sitem tanam tegel = 25 Cm X 25 Cm dengan polulasi 160.000 rumpun /ha.Penanaman dapat menggunakan Mesin Tanam Indojarwo Transplanter, atau secara manual dengan menggunakan tanda Jarak Tanam yang seragam dan teratur dengan bantuan alat " CAPLAK ", Menggunakan Bibit Muda umur 15 “ 18 hari setelah sebar dan Jumlah tanaman, ditanam 2-3 batang per rumpun .Keterangan : Penyulaman Tanaman harus selesai dilakukan 2 (dua) Minggu setelah tanam atau sebelum Pemupukan Dasar.Penggunaan Biodekomposer M-Dec dapat memper-cepat perombakan jerami menjadi bahan organik tanah, meningkatkan ketersediaan hara NPK, sehingga pemupukan lebih efisien dan menekan perkembangan penyakit tular tanah.Dosis 4 bungkus (2 kg/ha) dilarutkan secara merata dengan 400 L air bersih, Disemprot/disiram merata pada jerami; digenangi dan tanah dibiarkan dalam kondisi lembab minimal 7 hari. Penggunaan MDec pada jerami mempercepat proses pengomposan menjadi 1-2 minggu, dan kompos jerami MDec yang seluruhnya dikemblikan ke sawah menekan biaya pemupukan KCl hngga 100 %.Pada Paket Teknologi ini menggunakan Pupuk Hayati Agrimeth.Pupuk berbasis mikroba untuk meningkatkan efisiensi pemupukan anorganik, kesuburan, kesehatan tanah.Aplikasi Agrimeth : Seed treatment pada benih sebelum semai, Dosis: 500 g/Ha atau 500 g/25 kg benih, Benih segera disemai maksimal 3 jam setelah perlakuan & sisa pupuk hayati disebarkan di lahan persemaian, Waktu aplikasi : pagi (07.00-08.00) atau sore (15.00-17.00)PUTS ( Perangkat Uji Tanah Sawah ) adalah Alat bantu untuk mengukur kadar hara tanah sawah secara cepat di lapang, Parameter penetapan : N, P, K, dan pH, Dilengkapi dengan rekomendasi pemupukkan pupuk N, P & K untuk padi sawah & Bagan Warna Daun (BWD). Adapun Rekomendasi Pemupukan Berimbangnya adalah : Untuk mendapatkan produktivitas sekitar 10 t/ha GKG, tanaman perlu dipupuk dengan dosis Urea 250 kg/ha, NPK Phonska 300 kg/ha, dan pupuk kandang 2 ton/ha. Yang dilakukan dalam Pengendalian OPT yaitu dengan cara : 1) Budidaya Tanaman Sehat ( Tanah sehat, benih sehat, unggul, bermutu, varietas tahan/toleran sesuai kondisi setempat, Pengaturan jarak tanam/sistem legowo, Mengelola kecukupan pengairan Pemberian pupuk dan nutrisi berimbang, Mengelola gulma secara rasional ). 2) Pelestarian Musuh Alami ( Menemukan, mengenali dan mengamati musuh-musuh alami (teman petani/mitra tani) di lahan, Memelihara keseimbangan ekosistem agar musuh alami dapat berkembang, Menghindari Penggunaan pestisida yang dapat membunuh musuh alami (berspektrum luas). 3) Pengamatan Berkala ( Pengamatan berkala kondisi tanaman, air, cuaca, Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT), dan musuh alami. Menganalisis hasil pengamatan dan membuat keputusan membandingkan potensi kehilangan hasil dengan ongkos pengelolaan, Untuk dapat meningkatkan hasil per satuan luas dilakukan dengan menerapkan perbaikan teknologi dalam teknik budidaya tanaman padi.dikenal dengan Teknologi Budidaya padi Jajar Legowo Super dengan Sepuluh Komponen Paket Teknologi Jarwo Super wajib diterapkan dengan sempurna. Sumber : 1. Materi Pelatihan Balitbangtan dalam rangka Gel.Tek HPS tahun 2016 di Boyolali 2. Temu Apresiasi Teknologi Pertanian Hasil Pengkajian ,tahun 2016 di SoropadanPenulis ( Wiwik Y.A ) Penyuluh Pertanian Madya ,BPP Kec.Banyudono, Kab.Boyolali