Berbagai penerapan teknologi budidaya di lahan kering dalam upaya peningkatan Penambahan Areal Tanam Baru (PATB) terus dilakukan, diantaranya adalah tumpangsari Jagung – Padi Gogo Super 2 9. Dalam sistem tumpangsari ini tanaman jagung ditanam sbanyak 2 baris kemudian 9 baris tanaman padi gogo. Adapun jarak antar baris jagung – padi gogo 50 cm, jarak tanam jagung antar baris 60 cm dan dalam baris 20 cm , setiap lubang ditanami dengan 2 benih sehingga didapat populasi 65 – 70 ribu/ha. Jarak tanam padi gogo antar baris 20 cm dan dalam baris 10 cm dengan 5 benih/lubang tanam sehingga diperoleh populasi 250 ribu umpun/ha. Penanaman padi gogo 3 minggu lebih awal dari tanam jagung. Pemilihan varietas unggul penting dilakukan untuk meningkatkan produktivitas. Benih padi gogo yang digunakan adalah jenis Varietas Unggul Baru (VUB) seperti misalnya Inpago-12, Rindang-1 dan sebagainya, sedangkan varietas jagung yang dianjurkan adalah VUB seperti JH-27, Nasa 29, Bisi–18 dan sebagainya. Sebelum dilakukan pengolahan tanah, sisa tanaman yang ada diolah menjadi bahan organik dengan menggunakan biodekomposer , misalnya petrofast, bioagrodeco, EM-4 dan sebagainya. Kemudian pengolahan tanah dilakukan dengan prinsip untuk mendapatkan struktur tanah yang gembur, drainase dan aerasi tanah yang cukup baik sehingga pertumbuhan akar tanaman dapat lebih maksimal. Sebelum penanaman, dilakukan seleksi benih padi, guna memisahkan gabah yang hampa dengan yang bernas. Caranya dengan perendaman benih dalam air yang telah diberi garam, gabah yang timbul atau melayang diambil/disisihkan sedangkan gabah yang tenggelam diambil dan ditiriskan untuk digunakan sebagai benih karena merupakan gabah yang bernas. Thadap benih yang bernas ini dilakukan seed treatment menggunakan pupuk hayati seperti Bioriz, Agrice-plus dan sebagainya untuk padi gogo. Sedangkan untuk pengendalian penyakit bulai Jagung, tehadap benih jagung dilakukan perlakukan benih dengan fungisida berbahan aktif Dimetomorf 200 gr/l atau metalaxyl. Penanaman padi gogo dilakukan 3 minggu sebelum tanam jagung dengan cara tugal, sebanyak 5 benih/lubang tanam. Penanaman padi gogo antara tanaman jagung dilakukan sebanyak 9 baris tanaman dengan jarak 140 cm (20 cm x 10 cm x 50 cm). Jumlah bais tanaman 250 rumpun, jumlah dalam baris 1.000 rumpun sehingga jumlah populasi tanaman perhektar 250.000 rumpun. Kebutuhan benih 50 kg/ha. Penanaman jagung diantara tanaman padi gogo dilakukan sebanyak 2 baris tanaman dengan jarak 260 cm (60 cm x 20 cm x 50 cm). Jumlah tanaman antar baris 71 dan jumlah dalam baris 800 tanaman. Penanaman jagung dilakukan 2 benih/lubang tanam. Kebutuhan benih 40 kg/ha. Sesudah benih dimasukkan lubang tanam kemudian ditutup dengan pupuk kandang kurang lebih 25 – 50 gr/lubang. Pemupukan dilakukan berdasarkan kebutuhan spesifik lokasi, berdasarkan analisis tanah, PUTK ataupun rekomendasi umum. Pemberian kapur pertanian (kaptan) sebanyak 1 ton/ha dan pupuk kandang matang 2 ton/ha dan juga pupuk hayati ( misalnya kayabo dan sebagainya) 20 kg/ha dilakukan minimal 2 minggu sebelum tanam padi gogo. Pemupukan padi gogo dilakukan 3 kali yaitu pada umur 21 – 25 hst ; 40 – 46 hst dan 60 – 65 hst dngan dosis masing-masing 1/3 bagian. Aplikasi pupuk cair biosilika (misalnya BioSinta) 2 – 4 kali yaitu pada umur 30 hst, 45 hst, 60 hst dan 75 hst atau berdasarkan dosis sesuai anjuran. Pemupukan jagung dilakukan 2 kali, yaitu pemupukan dasar pada saat umur 10 – 15 hst dengan pupuk NPK 200 kg/ha, Urea 50 kg/ha dan SP 150 kg/ha, pemupukan sebaiknya dengan cara tugal. Sedangkan pemupukan kedua dilakukan dengan cara tebar pada umur 28 – 35 hst dengan dosis NPK 15 : 15 : 15 sebanyak 200nkg/ha, Urea 100 kg/ha. (Tati Purnamawati, Penyuluh Pertanian Madya Kabupaten Lampung Timur) Sumber bacaan : BPTP Lampung, 2019