Loading...

Telekonferensi Digital Literasi Penyuluh Pertanian

Telekonferensi Digital Literasi Penyuluh Pertanian
Hari Kamis, 2 Mei Tahun 2024. Penyuluh Pertanian di Unit Pelaksana Teknis-Balai Penyuluhan Pertanian (UPT-BPP) Kecamatan Bukit Batu, mengikuti telekonferensi mengenai Digital Literasi Penyuluh Pertanian. Pertemuan jarak jauh berbasis elektronik itu, diikuti dari Kantor BPP yang terletak di Gedung Terpadu, Jalan Jenderal Sudirman, Desa Sungai Selari. Telekonferensi bersama BPPSDMP Kementan RI, dihadiri oleh PPL dari beberapa desa di Kecamatan Bukit Batu. Berikut ini catatan dari kegiatan Digital Literasi Penyuluh Pertanian tersebut. Bertempat di ruang AOR Badan Penyuluhan dan Pengembangan Pertanian. Era digitalisasi mengharuskan penyuluhan pertanian meningkatkan kemampuan dalam memanfaatkan teknologi terkini. Percepatan Informasi mendorong penguatan literasi teknologi, termasuk Artificial Intelegence dalam penyuluhan pertanian masa depan. Pemateri menggagas etalase penyuluhan digital yang berisi materi sejarah penyuluhan, pengembangan kelembagaan petani, SOP, milestone penyuluhan masa depan. Akses layanan prima juga diperlukan dalam ruang maya, maka perlu digagas desain laboratorium pelatihan dalam ruang virtual. Konsepsi penyuluhan pertanian masa depan merupakan penggabungan kemajuan teknologi, metodologi inovatif, dan pendekatan holistik untuk mendukung petani dalam menghadapi tantangan pertanian modern. Penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas, keberlanjutan, dan ketahanan sektor pertanian melalui penyebaran pengetahuan dan teknologi terbaru. Elemen kunci dari penyuluhan pertanian masa depan meliputi pemanfaatan Teknologi, Informsi dan Komunikasi. Termasuk aplikasi seluler, internet, dan media sosial untuk menyediakan akses informasi pertanian yang cepat dan efisien kepada petani. Perlu juga analisis data besar untuk memahami pola cuaca, kondisi tanah, dan faktor produksi lainnya, sehingga memungkinkan penyuluhan yang lebih tepat dan penyesuaian strategi pertanian secara real-time. Selanjutkan dibutuhkan pembelajaran melalui kelas virtual, tutorial video, dan webinar yang memungkinkan petani untuk belajar dalam lingkungan yang fleksibel. Penyuluh sebaiknya mendampingi petani dalam mengadopsi praktek pertanian inovatif dan berkelanjutan. Termasuk pertanian presisi, pengelolaan sumber daya alam, dan pertanian adaptif terhadap perubahan iklim. PPL membangun kapasitas petani melalui partisipasi aktif dalam proses pembelajaran dan pengambilan keputusan, memastikan bahwa mereka terlibat secara langsung dalam perencanaan dan pelaksanaan strategi pertanian. Penyuluh mengefektifkan jaringan kolaborasi antara petani, peneliti, pemerintah, dan sektor swasta untuk pertukaran pengetahuan dan sumber daya. Terakhir PPL mempromosikan kebijakan yang mendukung inovasi dan penyebaran teknologi pertanian, termasuk infrastruktur digital, akses ke pendanaan, dan perlindungan hak atas tanah. Pada akhirnya penyuluhan pertanian masa depan menggabungkan prinsip tradisional pembangunan kapasitas dan pendidikan dengan teknologi canggih untuk menangani tantangan pertanian kontemporer. Pendekatan ini memberikan petani kemampuan untuk meningkatkan produktivitas, mengoptimalkan penggunaan sumber daya, dan mempertahankan praktik pertanian yang ramah lingkungan dan ekonomis secara berkelanjutan.