Loading...

TEMU APLIKASI TEKNOLOGI KOTA KENDARI

TEMU APLIKASI TEKNOLOGI KOTA KENDARI
TEMU APLIKASI TEKNOLOGI KOTA KENDARI Pertumbuhan jumlah penduduk dan peningkatan pendapatan merupakan factor utama pendorong meningkatnya kebutuhan daging khususnya yang berasal dari unggas di Kota Kendari. Sehingga permintaan pasar juga terus meningkat . Namun peluang ini ternyata belum bisa sepenuhnya dimanfaatkan pelaku utama (peternak) di Kota,Kendari karena jumlah produksi yang ada masih lebih kecil dibanding permintaan pasar. Dan inilah juga yang menyebabkan pelaku usaha mendatangkan ayam potong dari luar daerah kota Kendari, bahkan dari provinis Sulawesi Selatan.. Walaupun jumlah usaha peternakan ayam potong terus tumbuh namun tidak sedikit juga yang meninggalkan usaha ini sehingga stok local yang ada belum mampu memenuhi permintaan pasar. Untuk meningkatkan produksi ayam potong (broiler) Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP4K) Kota Kendari terus melakukan pembinaan baik berupa penyuluhan teknis budidaya, pemberian motivasi maupun mengupayakan terjadinya kemitraan. Salah satu masalah mendasar yang dihadapi para peternak adalah harga pakan yang terus meningkat. Sementara harga jual diperhadapkan pada keterbatasan yang cenderung tidak dapat menutupi biaya produksi. Beberapa bahan dasar dalam pembuatan pakan (ransum) sebenarnya banyak terdapat didaerah ini seperti jagung,dedak, ubi kayu tepung ikan, kulit kerang dan sebagainya namun belum dimanfaatkan. Untuk menanggulangi masalah pakan tersebut BP4K Kota Kendari mencoba mempertemukan peleku utama (peternak), penyuluh peternakan, peneliti, petugas penyusun kebijakan dan pelaku usaha (distributor/pedagang pakan) untuk menggali informasi teknologi yang telah diterapkan selama ini untuk kemudian diformulasikan menjadi teknologi spesifik lokasi yang diharapkan dapat mengurangi beban yang dihadapi para peternak. Acara Temu Aplikasi Teknologi ini berlangsung 1 hari tanggal 11 Oktober 2012 di hotel Kartika Kendari. Dalam sambutannya Kepala BP4K Kota Kendari mengatakan Komoditas ayam potong mempunyai prospek pasar yang sangat baik karena didukung oleh karakteristik produk yang dapat diterima oleh masyarakat Kota Kendari yang harga relatif murah dibanding ayam kampung atau buras dengan akses yang mudah diperoleh karena sudah merupakan barang publik. Namun tantangan yang dihadapi adalah lemahnya kinerja penyediaan bahan baku pakan, yang merupakan 60-70 persen dari biaya produksi karena sebagian besar masih sangat tergantung dari impor. Karena itu diperlukan kerja sama semua pihak untuk mendorong usaha peternakan baik untuk menyediakan stimulus bagi peternak maupun kebuituhan teknis yang diperlukan. Kegiatan ini dihadiri 4 orang narasumber yang berasal dari peneliti BPTP Prov. Sultra, PT.Inti Tani, Kepala BP4K Kota Kendari dan Kepala Bidang Penyelenggaraan Penyuluhan dan diikuti 25 orang peserta yang terdiri dari pelaku utama (peternak), pelaku usaha, Penyuluh Peternakan, dan petugas lainnya. Adapun tujuan yang ingin dicapai : (1)Untuk menggali/mengumpulkan informasi dari peternak teknologi spesifik lokal yang digunakan dalam menanggulangi masalah harga pakan, . (2)Memberikan informasi dari peneliti kepada peternak, tentang teknologi tepat guna pembuatan pakan ternak dengan memanfaatkan bahan baku lokal, yang dapat dimanfaatkan untuk menanggulangi masalah pakan, .(3)Merumuskan suatu pedoman teknis yang akan dijadikan acuan dalam pembinaan pelaku utama (peternak) dan sebagai pedoman pembuatan pakan ternak dengan memanfaatkan sumber daya lokal (admin Kota Kendari).