Bondowoso cybex, 01 Nopember 2012 bertempat di Kelompoktani Kusuma Tani 7 Desa Kesemek Kecamatan Tenggarang telah dilaksanakan Temu Koordinasi Gerakan Pengendalian Hama Wereng Batang Coklat (WBC), hadir pada acara tersebut Kepala Laboratorium Hama Penyakit Tanggul, Dinas Pertanian Kabupaten Bondowoso, Balai Penyuluhan Tangsil (BP TANGSIL), Kantor Kecamatan Tenggarang, Koordinator POPT, Mantri Pertanian, POPT Kecamatan Tenggarang, 34 petani pemilik/penggarap, 5 orang RPH (Regu Pemberantasan Hama Penyakit), dan 20 orang penyuluh. Sekretaris Kecamatan Tenggarang Drs.Subhan.MSi menyampaikan bahwa Temu Koordinasi Gerakan Pengendalian Wereng Batang Coklat di Kecamatan Tenggarang perlu ditumbuh kembangkan sehingga menjadi kegiatan yang melembaga untuk mengatasi organisme pengganggu tanaman (OPT) umumnya, khususnya Wereng Batang Coklat (WBC). Sekretaris Kecamatan Tenggarang menyampaikan 40 % di Bondowoso mata pencaharian terbanyak di bidang pertanian untuk itu mari kita kerja yang serius dan penuh keikhlasan bahwa di bidang pertanian juga merupakan pekerjaan yang sangat mulia tentunya untuk menyediakan kebutuhan pangan bagi masyarakat. Untuk mewujudkan pertanian yang tangguh perlu memperkuat 3 (tiga) pilar utama yang meliputi;(1) Komodity; (2) Sumber Daya Manusia dan yang ke (3) Sarana dan Prasarana, demikian yang disampaikan Daelimi,SP Penyuluh Pertanian Muda Dinas Pertanian Kabupaten Bondowoso. Sumber Daya Manusia Pertanian yang tangguh dicirikan dengan meningkatkatnya pengetahuan, ketrampilan dan sikap kebersamaan petani untuk mewujudkan gerakan pengendalian hama wereng coklat di wilayahnya masing-masing sehingga produktivitas padi bisa terkontrol dengan baik. Ir.Darmadi selaku wakil dari Laboratorium Hama Penyakit Tanggul menyampaikan Hama Wereng Batang Coklat Hama tanaman padi yang mempunyai dampak kerusakan yang cepat dan luas, dalam pengelolaannya perlu diperhatikan beberapa hal sebagai berikut; (1) pengamatan secara rutin maximal 1 minggu sekali baik perorangan maupun secara bersama-sama sehingga informasi sedini mungkin bisa kita ketahui untuk menyiapkan langkah-langkah berikutnya, (2) pengunaan pestisida yang tepat jenis, tepat dosis, tepat cara dan waktu. Sedang yang (3) alat semprot ini juga menentukan suatu keberhasilan pelaksanaan pengendalian suatu hama penyakit tanaman, semisal nozzle harus betul-betul bisa berkabut. Untuk mendukung kegiatan gerakan pengendalian wereng batang coklat laboratorium Tanggul dan Pemerintah Kabupaten Bondowoso juga memberikan bantuan kepada kepada kelompok tani Desa Kesemek (Kusuma Tani 7) dan Kelompoktani Dawuhan berupa Oshin 20 G dan Bassa, beliau juga berpesan pestisida ini bukan untuk dibagi-bagi ke anggota kelompoktani tetapi harap digunakan untuk pengendalian secara bersama-sama. Sedang Sumantri, SP selaku POPT Kecamatan Tenggarang menambahkan akan melaksanakan fasilitasi pengendalian secara gerakan pada hari Selasa tanggal 06 Nopember 2012 di Kesemek dan hari Jum'at tanggal 09 Nopember 2012 akan dilaksanakan di Desa Dawuhan. Penulis Daelimi,SP Penyuluh Pertanian Muda.