Loading...

TEMU TEKNIS PENYULUHAN PERTANIAN TK KABUPATEN JENEPONTO DALAM RANGKA PELAKSANAAN PROGRAM P2BN

TEMU TEKNIS PENYULUHAN PERTANIAN TK KABUPATEN JENEPONTO DALAM RANGKA PELAKSANAAN PROGRAM P2BN
Dalam rangka Program Peningkatan Produksi Beras (P2BN) di Kabupaten Jeneponto, telah dilaksanakan Temu Teknis Penyuluhan Tingkat Kabupaten di Aula BKPPP Jeneponto tanggal 22 Nopember 2011. Acara ini dihadiri Kepala BKPPP Jeneponto, Tim Pendamping Penyuluh Propinsi Sulawesi Selatan, dalam hal ini diwakili Ir. Abdi Aziz (BAKORLUH SULSEL), Lukman, SP. (BBPP Batangkaluku), penyuluh kabupaten dan penyuluh pendamping desa/kelurahan sebanyak 18 orang. Dalam sambutan pada pembukaan Temu Teknis ini, Kepala BKPPP Jeneponto, Ir. H. Syamsuddin SM, MP. menghimbau seluruh pelaksana/pengawal teknis di tingkat kabupaten - kecamatan - desa/kelurahan untuk bersinergi mensukseskan program ini, serta meningkatkan penerapan teknologi spesifik lokasi untuk mendukung produksi beras 70,6 juta ton. Ir. Abdi Azis banyak menguraikan mengenai kegiatan pendampingan penyuluh dalam mendukung program P2BN, hubungan kerja antara penyuluh pendamping provinsi-kabupaten. Lukman, SP, mewakili BBPP Batangkaluku sebagai pengelola SKPA P2BN Sulsel, menyampaikan JUKNIS P2BN. Pelaksanaan kegiatan pendampingan dan pengawalan P2BN tingkat Kabupaten Jeneponto, di 3 kecamatan (kecamatan Binamu, Turatea, dan Batang), masing-masing 6 desa, total 18 desa/kelurahan. Selanjutnya akan dilaksanakan Temu Teknis Penyuluhan Tingkat Kecamatan. Temu Teknis Penyuluhan Pertanian Tingkat Kecamatan Binamu Temu Teknis Penyuluhan Tingkat Kecamatan Binamu dalam Rangka Pelaksanaan Program P2BN dilaksanakan di Kantor BPP-Balang, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto tanggal 25 November 2011. Rapat dipimpin langsung oleh Koordinator PPL Kec. Binamu Musakkir, SE dan dihadiri oleh 2 orang Tim Tekhnis Kabupaten yaitu Rafiuddin, S.Pt dan Daniel Sattu, SP sebagai Pendamping Program P2BN Kecamatan Binamu. Dalam arahan tim teknis disampaikan bahwa penyuluh harus memahami tupoksi utamanya yaitu dapat mengawal setiap kegiatan usahatani di WKPP masing-masing. Terkait dengan P2BN disampaikan bahwa pengawalan untuk SL-PTT dan Kaji Terap diharapkan semua penyuluh dapat bekerja semaksimal mungkin. SL-PTT juga merupakan pilot project oleh karena itu harus dikawal dengan baik, dan salah satu metode yang beliau sarankan adalah dengan lebih meningkatkan frekwensi pertemuan di kelompok-kelompok tani, sehingga apa yang diharapkan dapat tercapai semaksimal mungkin.(khusnul yaqin)