Loading...

Temu Usaha Kemitraan di UPT BPP Kecamatan Bengkalis Dorong Penguatan Jejaring dan Usaha Tani Berkelanjutan

Temu Usaha Kemitraan di UPT BPP Kecamatan Bengkalis Dorong Penguatan Jejaring dan Usaha Tani Berkelanjutan
Bengkalis, 20 Juni 2025 — Dalam rangka memperkuat kolaborasi antar pelaku pertanian serta mendorong keberlanjutan usaha tani di tingkat desa, UPT Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Bengkalis Kabupaten Bengkalis melaksanakan kegiatan Temu Usaha Kemitraan Pusat Pengembangan Jejaring Kemitraan, Jumat (20/06/2025). Kegiatan ini berlangsung di ruang pertemuan BPP Bengkalis dan diikuti oleh para petani, penyuluh, serta perwakilan kelompok tani dari berbagai desa. Acara ini menghadirkan empat narasumber utama yang membagikan wawasan dan keterampilan teknis kepada peserta, yaitu: Winarto – menyampaikan materi tentang pembuatan pupuk organik cair dan padat, termasuk teknik fermentasi, bahan baku lokal, serta manfaatnya dalam meningkatkan kesuburan tanah dan efisiensi biaya produksi petani. Karman – membawakan materi mengenai manajemen keberlanjutan usaha tani perdesaan, dengan fokus pada strategi usaha tani yang adaptif terhadap tantangan pasar dan lingkungan. Suardi – memberikan paparan teknis tentang budidaya tanaman cabai rawit, mulai dari pengolahan lahan, pemilihan varietas unggul, teknik pemupukan, hingga pengendalian hama dan penyakit tanaman. Zulkifli – menjelaskan konsep dan peran dari Pusat Pengembangan Jejaring Kemitraan, termasuk strategi membangun hubungan kemitraan antara petani, kelompok tani, pelaku usaha, dan lembaga pendukung lainnya. Dalam sambutannya, Kepala UPT BPP Kecamatan Bengkalis, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membuka ruang sinergi antara petani dengan berbagai pihak yang mendukung kemajuan sektor pertanian, termasuk dalam hal akses pasar, teknologi, dan pembiayaan. Diskusi dan sesi tanya jawab berlangsung aktif, menunjukkan tingginya antusiasme petani terhadap berbagai isu yang dibahas, seperti: Permintaan dukungan alat-alat sederhana untuk pembuatan pupuk organik di tingkat kelompok tani. Perlunya pembentukan koperasi tani yang mampu mengelola usaha tani secara berkelanjutan. Kebutuhan akan pelatihan lanjutan budidaya hortikultura yang aplikatif dan sesuai kondisi lokal. Harapan agar kemitraan tidak sebatas formalitas, tetapi benar-benar memberikan nilai tambah bagi petani. Output kegiatan ini meliputi: Peningkatan pemahaman petani terhadap konsep pupuk organik dan penggunaannya secara praktis. Teridentifikasinya kelompok tani potensial untuk dikembangkan sebagai mitra jejaring pertanian. Penyusunan rencana tindak lanjut berupa pelatihan dan pembentukan forum komunikasi petani. Kesepakatan awal untuk menjajaki peluang kemitraan usaha tani dengan lembaga pendukung. Kegiatan ditutup dengan penandatanganan daftar hadir dan foto Bersama sebagai bentuk komitmen untuk melanjutkan pengembangan kemitraan dan inovasi pertanian di Kecamatan Bengkalis pada tahap berikutnya. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan petani dapat semakin mandiri, adaptif, dan terbuka terhadap kolaborasi demi terciptanya pertanian yang tangguh dan berdaya saing tinggi di tingkat lokal maupun regional.