Loading...

TEMU USAHA KEMITRAAN PETANI SEBAGAI UPAYA PENGUATAN AKSES PASAR DAN PENINGKATAN KESEJAHTERAAN PETANI

TEMU USAHA KEMITRAAN PETANI SEBAGAI UPAYA PENGUATAN AKSES PASAR DAN PENINGKATAN KESEJAHTERAAN PETANI

Temu Usaha adalah forum pertemuan antara petani sebagai produsen komoditas pertanian dengan para pengusaha dibidang pertanian dalam rangka menumbuhkan prilaku ekonomis para petani untuk meningkatkan kuantitas, kualitas dan nilai tambah usaha tani mereka melalui perbaikan, pengolahan serta pemasaran hasil pertanian dalam kesatuan sistem Agribisnis dan agroindustri.

Temu usaha merupakan salah satu kegiatan strategis dalam mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan. Melalui temu usaha, petani dipertemukan secara langsung dengan pelaku usaha, off-taker, lembaga pembiayaan, serta pemangku kepentingan lainnya untuk membangun kemitraan yang saling menguntungkan. Kemitraan petani diharapkan mampu meningkatkan akses pasar, kepastian harga, serta mendorong peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani.

Kegiatan temu usaha dilaksanakan di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Pondidaha Kabupaten Konawe berlangsung selama dua hari pada hari Kamis dan jum’at (18 – 19 Desember 2025) dengan melibatkan petani, kelompok tani, gabungan kelompok tani (Gapoktan), pelaku usaha pertanian, penyedia sarana produksi, lembaga keuangan, serta unsur pemerintah dan penyuluh pertanian.

Rangkaian kegiatan temu usaha meliputi pemaparan materi mengenai konsep dan model kemitraan pertanian, konsep agribisnis, peluang pasar, serta peran kelembagaan petani dalam rantai nilai pertanian.
Selanjutnya dilakukan diskusi interaktif dan sesi temu bisnis, di mana peserta dapat menyampaikan kebutuhan dan potensi usaha yang dimiliki serta menjajaki peluang kerja sama dengan mitra usaha. Diskusi interaktif, serta sesi temu bisnis antara petani dan mitra usaha. Pada sesi ini, peserta dapat berdialog langsung untuk membahas kebutuhan produksi, standar kualitas, harga, sistem pembayaran, serta bentuk kerja sama yang akan dijalankan. Diskusi berlangsung aktif, di mana petani menyampaikan berbagai permasalahan yang dihadapi, seperti fluktuasi harga, keterbatasan modal, dan kepastian pasar. Mitra usaha memberikan tanggapan dan solusi yang dapat diterapkan melalui skema kemitraan.

Dari kegiatan temu usaha ini, diperoleh beberapa hasil positif, antara lain meningkatnya pemahaman petani tentang pentingnya kemitraan usaha serta terjalinnya komunikasi awal antara petani dan mitra usaha. Petani memperoleh wawasan baru mengenai peluang usaha agribisnis dan pentingnya peningkatan kualitas serta kontinuitas produksi. Selain itu, terjalin komunikasi dan kesepahaman awal antara petani dan pelaku usaha terkait peluang kerja sama pemasaran dan pengolahan hasil pertanian.

Melalui kegiatan temu usaha, diharapkan terbangun sinergi antara petani dan pelaku usaha dalam mendukung pengembangan agribisnis yang berkelanjutan. Kemitraan yang kuat akan membantu petani meningkatkan produktivitas, kualitas hasil, serta daya saing produk pertanian. Dengan sinergi antara petani, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lainnya, diharapkan agribisnis pertanian dapat berkembang secara berkelanjutan dan memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi petani. Kegiatan ini perlu dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi pertanian dan kesejahteraan petani.