Loading...

Temu Usaha Meracik pestisida nabati dari bahan lokal

Temu Usaha Meracik pestisida nabati dari bahan lokal

Pertemuan Temu Usaha pada hari Selasa Tanggal 09 Desember 2025 dibuka oleh KJF Dinas Pertanian Kabupaten Garut, yakni Bapak Deni Septiana Hidayat , S.P yang menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, petani, dan pelaku usaha dalam mewujudkan pengendalian OPT yang aman dan efektif. Beliau menyampaikan bahwa tantangan pertanian saat ini membutuhkan pendekatan yang tidak hanya cepat, tetapi juga ramah lingkungan dan berkelanjutan, sehingga pemahaman mengenai pestisida nabati menjadi sangat relevan untuk dikembangkan.

 Sambutan berikutnya disampaikan oleh Koordinator BPP Kecamatan Pasirwangi, yakni Bapak Zaenal Muttaqin S.P M.Agr yang menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang hadir. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa BPP Pasirwangi terus mendorong petani untuk menerapkan prinsip pengendalian hama terpadu (PHT), termasuk memadukan pestisida kimia dan nabati secara tepat. Melalui pertemuan ini, diharapkan petani bisa mengambil keputusan yang lebih bijak dalam memilih jenis pengendalian yang sesuai kebutuhan lapangan.

 Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan materi dari Ketua KTNA yakin Bapak Wawan Abdullah selaku pelaku utama. Beliau membagikan pengalaman langsung dalam menerapkan pestisida nabati di lahan tani, termasuk manfaat yang dirasakan seperti pengurangan biaya produksi, menurunnya residu kimia, serta meningkatnya kesehatan tanaman. Materi ini menjadi jembatan penting yang menunjukkan bahwa pestisida nabati bukan hanya teori, tetapi sudah terbukti memberikan hasil nyata di lapangan ketika digunakan dengan benar dan rutin.

Materi inti kemudian disampaikan oleh Apt. Risman, pemilik Kios Risda Jaya yakin Bapak Apt Risman Nurjaman S.Farm, yang berperan sebagai pelaku usaha. Beliau memaparkan perbedaan pestisida kimia dan nabati secara teknis, kelebihan masing-masing, serta cara meracik pestisida nabati dari bahan lokal. Hubungan antara pelaku utama (KTNA) dan pelaku usaha ini membuat materi menjadi lengkap: petani mendapatkan gambaran penggunaan nyata dari Ketua KTNA, sekaligus pemahaman teknis dan pemilihan produk yang tepat dari sisi usaha oleh Pak Risman. Pertemuan ditutup dengan diskusi interaktif, di mana para petani semakin memahami bahwa penggunaan pestisida nabati adalah langkah strategis menuju pertanian yang lebih aman, murah, dan berkelanjutan di wilayah Pasirwangi