Loading...

TEPUNG DAN GAPLEK GANYONG

TEPUNG DAN GAPLEK GANYONG
Kegunaan tanaman ganyong bagi kehidupan memang banyak sekali, tidak hanya untuk melengkapi pangan manusia tapi juga untuk pakan hewan. Bahkan hasil sisa dari pembuatan tepung dapat dimanfaatkan untuk bahan bakar dan kompos. Umbi yang muda untuk dimakan setelah dibakar/direbus atau disayur. Sedangkan umbi tua untuk dibuat tepung. Daun dan batangnya untuk makanan ternak. 1) Tepung Ganyong Berlainan dengan tepung-tepung lainnya, tepung ganyong berwarna kekuningan. Pembuatan tepung di Indonesia umumnya masih dikerjakan secara tradisional. Sedang di negara yang telah maju, misalnya Australia tepung ini telah diusahakan secara besar-besaran dengan demikian pembuatannya di pabrik-pabrik. Tepung ganyong sangat mudah dicerna hingga sering digunakan untuk makanan bayi dan orang-orang sakit. Keistimewaan lainnya granul dari tepung ganyong sangat besar dengan bentuk oval dan panjangnya bisa mencapai 145 mikron. Kalau di Afrika, tepung ini umumnya digunakan untuk makanan ternak. a. Secara tradisional (skala kecil) Pembuatan ganyong dengan cara tradisional, biasanya dilakukan oleh industri-industri rumah tangga yang tingkat produksinya masih relatif rendah. Tahapan pembuatan tepung ganyong dengan cara ini adalah sebagai berikut : 1) Umbi ganyong dikupas lalu dicuci hingga bersih. 2) Umbi yang telah bersih dihancurkan dengan cara diparut. Dalam memarut, dapat menggunakan parut biasa atau parut mesin. Sedang bila ditumbuk, umbi perlu dipotong-potong kecil lebih dahulu, ini bertujuan agar penumbukan dapat dilakukan dengan mudah. 3) Hasil parutan atau tumbukan ganyong dicampur dengan air dan diremas-remas sehingga menjadi serupa bubur. Peremasan ini bertujuan agar pati ganyong dapat terpisah. 4) Bubur pati tersebut dimasukkan dalam kain penyaringan lalu diperas sambil sekaligus disaring, sehingga ampas akan tertinggal dalam kain dan air yang bercampur pati akan lolos. 5) Ampas yang tertinggal tersebut dicampur air lagi seperti di atas lalu disaring lagi. Begitu selanjutnya sampai hasil penyaringan kelihatan jernih. Ini suatu pertanda bahwa pati telah terperas tuntas. 6) Cairan hasil perasan yang berupa suspensi ini dibiarkan dan diendapkan selama satu malam atau kurang lebih 12 jam di dalam bak. 7) Bila air dalam bak endapan telah bening pertanda pati telah mengendap. Lalu bak dimiringkan pelan-pelan sehingga airnya tertumpah. 8) Tepung yang telah diperoleh dianginkan dulu sehingga airnya berkurang, lalu letakkan pada nyiru-nyiru dan dijemur pada panas matahari langsung. 9) Selama dijemur, tepung dibolak balik dan diremas-remas agar cepat kering dan tidak bergumpal-gumpal. 10) Bila sudah kering dan ternyata tepung masih bergumpal, maka tepung ini perlu ditumbuk lagi sehingga menghasilkan tepung halus. b. Secara modern (skala besar) Tahapan dari pembuatan tepung ganyong di pabrik atau secara modern pada dasarnya sama dengan yang dilakukan oleh industri-industri rumah tangga. Proses pembuatannya adalah sebagai berikut : 1) Umbi dicuci, serat akarnya dibuang dengan tangan, pekerjaan ini sulit dikerjakan dengan mesin karena ukuran dan bentuk umbi tidak sama. 2) Setelah bersih umbi diparut dengan mesin parut. 3) Hasil parutan berupa cercaan ganyong dan dimasukkan dalam bak atau drum yang berputar kemudian serat-serat kasarnya juga kotoran-kotoran yang lain disaring oleh kasa sehingga susu pati ini berlalu bersama air dan endapan pada sebuah tangki. 4) Setelah mengendap, endapan pati ini akan mengalir dari dasar tangki mengendap lalu dicuci dengan air bersih. 5) Hasil dari pencucian tersebut adalah tepung yang telah bersih lalu dikeringkan. Setelah itu diayak dan gumpalan tepung dihaluskan lagi lalu diayak lagi. Sehingga diperoleh tepung ganyong yang halus. Tepung yang telah jadi dipak dalam wadah yang tahan lembab dan siap untuk diperdagangkan. 2) Gaplek Ganyong Ganyong dapat dibuat gaplek seperti halnya singkong, dan bahan makanan sejenis ini sangat bermanfaat bagi warga pedesaan di saat paceklik. Cara pembuatan gaplek ini adalah sebagai berikut : a. Umbi ganyong dibersihkan dari tanah dan akar-akarnya. b. Tanpa dikupas lebih dahulu, umbi diiris-iris tipis. Arah irisan dapat melintang, karena seratnya lebih pendek. c. Irisan ganyong dijemur pada nyiru, kepang atau tempat lain. Penjemuran dilakukan dibawah sinar matahari langsung. Lamanya menjemur tergantung pada cuaca dan tebal tipisnya irisan. d. Bila telah kering, gaplek diangkat dan disimpan di tempat yang kering agar tak terserang cendawan. Tanda gaplek telah kering yaitu airisan ganyong dapat dipatahkan dengan mudah. e. Dari gaplek ganyong tersebut dapat pula dibuat tepung, pembuatannya seperti membuat tepung gaplek yaitu dengan cara menumbuknya. Lalu ditampi sehingga terpisah antara bagian yang halus dan kasar. Bagian yang kasar ditumbuk lagi. Begitu selanjutnya sampai semua gaplek ganyong menjadi halus. Berbeda dengan tepung ganyong yang langsung dibuat dari umbi, maka tepung ini kegunaannya lebih sempit. Di pedesaan biasanya tepung ini dibuat tiwul dan papais. Penulis : Yulia Tri S Email : yuliatrisedrowati@yahoo.co.id Sumber: Direktorat Jenderal Bina Produksi Tanaman Pangan Direktorat Kacang-kacangan dan umbi-umbian, Pengenalan & Budidaya Talas, Garut, Ganyong, Gembili, Ubi Kelapa, Gadung, Iles-iles, Suwek/Acung. Jakarta, 2002 http://bukabi.wordpress.com/2009/03/02/budidaya-tanaman-garut/ http://www.deptan.go.id/ditjentan/detailpublikasi.php?id=39