Loading...

TERAPKAN SMART FARMING HINGGA KE PELOSOK DESA

TERAPKAN SMART FARMING HINGGA KE PELOSOK DESA
[Lembang-Jawa Barat] Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya atau yang dikenal dengan P4S merupakan kelembagaan pelatihan dengan metode pemagangan pertanian dan perdesaan yang didirikan, dimiliki dan dikelola oleh pelaku utama dan pelaku usaha secara swadaya baik perorangan maupun kelompok. Menteri Pertanian (Mentan),Syahrul Yasin Limpo (SYL) mendorong para petani khususnya yang tergabung di Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) menerapkan smartfarming hingga pelosok desa. Tidak hanya itu, peranan P4S akan terus diperkuat melalui akselerasi networking dan kolaborasi dengan pemerintah dan stakeholder sektor sehingga mampu mendongkrak pengembangan usaha tani di pedesaan sekaligus tumbuhnya petani milenial. "Dengan kerjasama di lapangan kita bisa akselerasi pertanian ini makin maju. Oleh karena itu, dengan hadirnya P4S ini tentu saja ini menjadi lembaga - lembaga swadaya masyarakat yang Insyah allah Kementerian Pertanian akan membackup dan konsepsinya akan diperkuat," kata Mentan SYL. Sejalan dengan hal tersebut pada agenda Ngobrol Asyik (Ngobras) On The Spot (OTS) yang diadakan di kabupaten Lembang, Jawa Barat pada hari Rabu (12/10/2022) bertemakan P4S Lembang Agri memang Walagri, menghadirkan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP),Dedi Nursyamsi. Pada arahanya Dedi mengatakan bahwa peran BPPSDMP diantaranya melalui pelatihan-pelatihan yang ada dengan memperdayakan kelembagaannya. Saat ini bisnis hortikultura itu untungnya banyak, untungnya gede apalagi mengkomsumsinya sayuran segar yang sehat dengan kualitas yang luar biasa”.ujar Dedi. Narasumber Ngobras OTS,Plt Bupati Kabupaten Bandung Barat, Hengki Kurniawan mengatakan kami memiliki slogan yaitu Palugada yang berarti apa yang lo mau semua ada, dengan potensi total lahan pertanian 21 ribu Ha, lahan perkebunan 23 ribu Ha, dan ditahun 2021 untuk tanaman pangan padi 28rb Ha, dengan produktivitas 54,23 kw. Saat ini berdasarkan data tahun 2021 bahwa komoditas hortikultura seperti tomat sebanyak 68rb/kw, cabe rawit 52rb/kw, sedangkan untuk tanaman hias crysan 19 juta tangkai. Untuk komoditas kopi sebanyak 91 ton telah di ekspor ke tiga benua yaitu amerika, eropa dan asia. Itu semua langsung dari petani ke user.” jelas Hengki Kurniawan. Hengki menambahkan bahwa saat ini ada program petani milenial dengan menyiapkan masa depan petani melalui fokus pada pertanian hidroponik dengan smart farming, yang memerlukan dukungan Kementerian Pertanian, dalam peningkatan kapasitas sdm dan juga sarana dan prasarana. Narasumber selanjutnya,Wiwin Darwin yang merupakan koordinator penyuluh pertanian BPP Lembang menjelaskan bahwa dulu gapoktan tidak ada dari situ kita belajar fokus di pengembangan kelembagaan, memulai gapoktan dengan dibantu pemda, pemerintah dan juga swasta. Saat ini telah ada 191 kelompok tani dengan 16 gapoktan dengan 15% budidayanya telah eksport”. ujar Wiwin Darwin. Sementara itu, narasumber ngobras lainnya yaitu Dodih, ketua P4S lembang agri mengatakan untuk memproduksi sebaiknya cari dulu market atau pemasarannya mau kemana. Pada tahun 2010 kami konsen ke pasar ekspor ke singapura dengan komoditas antara lain buncis, pakcoy, babykenya untuk komoditas ekspor syaratnya harus memiliki kualitas yang baik”. pungkas Dodih.hvy