Ditengah maraknya berita tentang akan dilakukannya impor beras pada akhir Januari 2018 ini, Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya untuk mewujudkan swasembada pangan dan ketersedian stok beras di Bulog dengan melaksanakan Gerakan Panen Setiap Hari di seluruh Kabupaten di Indonesia. Salah satu Kabupaten yang dipilih untuk melakukan Gerakan Panen Padi adalah Kabupaten Banyumas, tepatnya di Desa Tinggarjaya, Kecamatan Jatilawang. Panen padi perdana dilaksanakan pada Minggu, 14 Januari 2018 di Desa Tinggarjaya, Kecamatan Jatilawang di lahan seluas 52 Ha milik Gapoktan Sri Wijaya. Panen ini merupakan awal dari datangnya musim panen Kecamatan Jatilawang, khususnya di Desa Tinggarjaya yang memiliki potensi panen dengan luasan 350 Ha. Varietas yang digunakan adalah Inpari 13, 31 dan 33 dengan prediksi untuk produktivitas sebesar 8-9 Ton/Ha Gabah Kering Panen. Panen Perdana di hadiri oleh Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Banyumas, Kepala BBPP Batu, Danrem 071 Wijayakusuma, Dandim 07/01, Kepala BPTP Provinsi Jateng, Kepala Sub Divre Bulog Banyumas, dan perwakilan BPS Banyumas. Peserta lainnyan yang hadir pada panen perdana adalah perwakilan petani yang tergabung dalam Poktan Tegal Jaya, Poktan Ngudi Jaya dan Poktan Bumi Jaya. Selain itu hadir pula hadir pula petugas penyuluh pertanian, petugas POPT, Mantri Tani dan anggota Babinsa dari wilayah Kecamatan Jatilawang dan Kabupaten Banyumas. Panen perdana di Desa Tinggarjaya merupakan hasil dari sinergi program percepatan tanam yang dilakukan oleh Kementerian Pertanian, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Banyumas, dan Kodim 07/01 Banyumas. Dandim 07/01 dalam sambutannya menekankan bahwa babinsa siap untuk mengawal dan membantu petani untuk berproduksi, Kami siap untuk membantu Petani”, ungkapnya. Kami beserta penyuluh akan berupaya untuk membongkar kebiasaan-kebiasaan yang sebelumnya, Petani di Desa Tinggarjaya biasanya baru menanam pada bulan November disebabkan adanya tradisi/kepercayaan berdasarkan pranoto mongso, selain itu adanya adanya perbaikan jaringan irigasi yang rutin dilakukan pada bulan Agustus sd Oktober, ditambah pada bulan-bulan tersebut adalah puncak musim kemarau. Namun, saat ini berkat adanya inovasi membuat panen di awal tahun saat ini bisa. Di akhir sambutannya, Damdim menekankan hasil panen hendaknya dapat diserap oleh Bulog”. Hal ini harus dilakukan sebagai upaya perlindungan terhadap petani. Dikesempatan yang sama Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banyumas menyatakan berkat sinergi dari semua pihak dalam mendorong dan memotivasi petani di desa tersebut, maka program percepatan tanam dapat dilakukan pada bulan Oktober 2017, penyuluh memegang peranan penting dalam proses peningkatan produksi. Upaya lainnya untuk mendorong percepatan tanam adalah mendorong pengalokasian kegiatan Percepatan Diseminasi VUB Padi tahan WBC melalui Implementasi Teknologi Budidaya Jajar Legowo Super di Wilayah Endemik WBC seluas 80 Ha dari BPTP Provinsi Jawa Tengah. Kabupaten Banyumas untuk bulan Januari sampai dengan Februari berpotensi untuk panen seluas ±17.000 Ha, sedangkan di Kecamatan Jatilawang sendiri potensi panen seluas ± 1.730 Ha sampai dengan bulan Februari 2018. Apabila rata-rata provitas di Kabupaten Banyumas 6 ton/ha maka akan didapat 102 ribu ton GKP atau apabila dikonversikan ke beras dengan rendemen sebesar 52%, maka akan tersedia 53 ribu ton setara beras di Kab. Banyumas. Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, Dr.Ir. Siti Munifah menyatakan para penyuluh dipandu oleh koordinator bpp bersama kepala dinas meningkatkan sinergi kerja, berkerja bersama dengan seluruh komponen di wilayahnya. Jadual panen dan data panen hendaknya dilaporkan oleh penyuluh kepada BPS sehingga tidak ada perbedaan data antara Kementerian Pertanian dengan BPS. Prestasi swasembada pangan merupakan hasil kerja bersama antara Kementan, BPS, Bulog, Babinsa dan seluruh pihak terkait. Petani tidak perlu terobang-ambing dengan berita kebijakan impor yang marak saat ini, kita bersyukur setiap saat ada panen dan setiap saat juga ada tanam seperti yang saat ini kita lakukan di Desa Tinggar Jaya” ungkap Kapusluh. (Nurlaily).