Loading...

THL - TBPP Teladan Propinsi Sumatera Barat

THL - TBPP Teladan Propinsi Sumatera Barat
PROFIL Makna hidup manusia adalah sebuah perjuangan, perjuangan dalam hidup tidak akan terlepas dari sebuah pengorbanan. Hidup dan perjuangan, asa dan putus asa, suka dan duka, benci dan cinta serta maju dan mundurnya perputaran roda kehidupan tergantung kepada keihklasan kita dalam mengarungi kehidupan ini dan hanya kepada Allah SWT tempat kita akhirnya mengadu. Karena tidak ada manusia yang sempurna. Saya lahir di Pulau Punjung 21 mei 1981 dengan ayah H.Arlen dan Ibu Hj.Ernawati saya merupakan anak ke 2 (Dua) dari 5 (lima) bersaudara, menikah tanggal 15 Juni 2009 dengan seorang putra Bukitinggi yang bernama Novianto, S.Pi yang juga merupakan seorang Penyuluh Perikanan Dharmasraya dan telah dikaruniai seorang anak laki-laki tanggal 17 Oktober 2010 yang diberinama Aditya Wijayanto. MENJADI PENYULUH THL-TBPP Setelah dinyatakan lulus tes THL-TB Penyuluh Pertanian November 2007 merupakan Angkatan II, dan mulai melaksanakan tugas sebagai Penyuluh, saya yang lulusan Sarjana Pertanian memulai tugasnya sebagai penyuluh penepatan pertama sampai sekarang di Wilayah Binanan Jorong Siguntur, kenagarian Siguntur, Kecamatan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya. Saya membina 2 (dua) Jorong yaitu Jorong Siguntur I dan Jorong Siguntur 2 (Dua), Jorong Siguntur memiliki luas wilayah 1.128 ha yang terdiri dari Pekarangan 96,75 ha, Tegalan 123,365 ha, Kolam 0,51 ha, Perkebunan 466,5 ha, Sawah 221 ha, Hutan 197,75 ha dan Perairan 22,125 ha. Sebelumnya di Jorong Siguntur terdiri dari 7 Kelompok Tani dan 1 Kelompok P3A (Perkumpulan Petani Pemakai Air) dan sekarang sudah menjadi 11 Kelompok Tani, 1 KWT (Kelompok Wanita Tani), 1 Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani), 1 Posluhtan (Pos Penyuluhan Pertanian) dan 1 Posko Pengendalian Organisme Peganggu Tanaman (OPT). Potensi pertanian yang terbesar adalah padi, komoditi ungulan selain padi adalah Karet dan sawit untuk tanaman buah-buahan adalah Jeruk INOVASI DAN PENERAPAN TEKNOLOGI Untuk menerapkan suatu teknologi yang baru pada petani tentulah tidak mudah. Perlu upaya, kerja keras dan kesabaran agar dapat mengubah pola pikir dan prilaku mereka. Itu la yang saya lakukan. "Mengubah pola pikir dan kebiasaan mereka adalah suatu tantangan yang besar bagi saya sebagai penyuluh. Tetapi dengan bekal dan kegigihan dan kesabaran, saya mampu menjawab tantangan itu. Saya berhasil memfasilitasi peranan teknologi tersebut pada petani di Wilayah Binaan Jorong Siguntur" beberapa teknologi yang suah perna saya terapkan ibu dari Aditiya Wijayanto ini adalah : SRI/PTS (Padi Tanam Sabatanag), Pembuatan kompos (pemanfaatan Jerami), Padi sistem LEGOWO, LADO-21 dan Pembutan MOL KEBERHASILAN YANG PERNAH DIRAIH Apa yang telah saya upayakan ternyata tidaklah sia-sia berkat ketekunan dan kerja keras saya berhasil merai prestasi. Beberapa diantaranya: 1. Menfasilitasi Kelompok menjadi Penangkar Benih Padi dan Jagung Sejak tahun 2008 saya memotivasi Kelompok Tani Karya dan Sepakat untuk melakukan penangkaran benih padi sawah, berawal dari dua kelompok tani sekarang ini sudah 6 kelompok tani yang melakukan penangkaran. Kegiatan penangkaran jelas dapat meningkatkan penghasilan petani, dimana sebagian dari hasil panen mereka dikonsumsi dan selebihnya dijadikan benih dengan harga 2 kali lipat dibangding gabah untuk konsumsi. Dan hal ini menjadi nilai prestasi kerja tersendiri dari Bupati Kabupaten Dharmasraya (H. Marlon Martua). 2. Mengembangkan Kawasan Inisiasi Cabe Kopay Pada tahun 2011 saya mendapatkan penilaian istimewa atas prestasi kerja saya dari Bupati Kabupaten Dharmasraya (H. Ir. Adi Gunawan, MM), dalam membina dan mendampingi Pengembangan Kawasan Inisiasi Cabe Kopay di Dharmasraya umumnya dan Jorong siguntur khususnya. 3. Menfasilitasi kerja sama Kelompok Tani dengan Pihak Ketiga Selama menjadi penyuluh saya sudah berhasil melakukan fasilitasi kerjasama antara kelompok tani dengan PT.Pertani dan Sayang Sri ( Padi sawah) serta PT. CNM ( Jagung ). 4. Keberhasilan Dalam Penerapan Teknologi Anjuran Keberhasilan dalam penerapan teknologi diantaranya : penggunaan benih lokal menjadi benih bermutu / berlabel, penghematan pemakaian benih dari 40-50 kg/ha menjadi 10-15 kg/ha, Pengolahan tanah yang hanya satukali sekarang sudah 2 kali bajak /sempurana, Petani yang tidak melaksanakan pemupukan (Urea jasa) sekarang telah melaksanakan pemupukan/berimbang. PELATIHAN DAN SEMINAR YANG PERNAH DIIKUTI Pelatihan dan seminar yang pernah saya ikuti untuk menunjang kelancaran dalam bekerja saya yaitu : 1. Seminar Lokakarya "Strategi Pengoptimalisasian Sumberdaya Alam Khususnya Sektor Pertanian Dalam Era Otonomi Daerah tahun 2002 di Padang - Sumatera Barat 2. AS "Keynote Speaker" on Batanghari Irigation Project Seminar and Characteristic of TDU Sungai Kalang tahun 2007 di Dharmasraya - Sumatera Barat 3. Lokakarya "Aplikasi Budiaya Padi Hemat Air - SRI" tahun 2008 di Dharmasraya - Sumatera Barat 4. Workshop "Inovasi Teknologi Dalam Peningkatan Prouktifitas Lahan Sawah Areal Irigasi Batang Hari Tahun 2009 di Dharmasraya - Sumatera Barat 5. Pelatihan Fasilitator TDU dan Assisten Enggineer tahaun2007 di Dharmasraya - Sumatera Barat 6. Diklat Pembekalan Tenaga Harian Lepas - Tenaga bantu Penyuluh Pertanian (THL-TBPP) Tahun 2007 dan 2008 di Medan - Sumatera Barat 7. Pelatiahan Penyuluh Pertanain dan Kontak tani "Teknologi Pengolahan Sawah Bukaan Baru" tahun 2008 di dharmasraya - Sumatera Barat 8. Pelatihan "Pertanian Organi" Tahun 2008 di Padang Panjang Sumatera Barat 9. Pelatihan penyuluhan dan Kontak tani "Teknologi Pemanfatan Jerami Sebagai Pupuk Organiak dan Pakan Ternak Berkwalitas" Tahun 2008 di Dharmasraya - Sumatera Barat 10. Pelatihan áplikasi budiaya Padi Hemat Air" Tahun 2009 di Dharmasraya - Sumatera Barat 11. Pelatihan PL-III "Sekolah Lapang Padi Tanam Sabatang" Tahun 2009 di Dharmasraya - Sumareta Barat 12. Pelatihan Pendampingan bagai Gapoktan "Kegiatan Penguatan Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat" Tahun 2009 di Medan - Sumatera Utara 13. Pelatihan "Participatori Rural Appraisal (PRA)" Tahun 2010 di Dharmasraya- Sumatera barat.