Tanaman lada termasuk tanaman yang sangat sensitif terhadap lingkungan terutama hempasan angin, suhu udara dan terik matahari yang berlebihan akan sangat menggangu perkembangan tanaman tersebut sehingga harus ditangani secara serius untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal. Lada (Piper nigrum Linn) merupakan tanaman rempah yang berasal dari Ghat Barat, India. Usaha untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi lada untuk dapat bersaing di tingkat dunia, maka dilakukan sistem budidaya yang baik dengan mempertimbangkan dan meningkatkan strategi potensi sumber daya alam, lingkungan, dan sosial ekonomi. Dengan sistem tersebut diharapkan mampu menghasikan lada berkualitas tinggi, melalui penggunaan varietas unggul, sehat, tahan hama penyakit, memaksimalkan penggunaan pupuk organik, menggunakan pestisida nabati dan penggunaan agensia hayati.Tiang panjat/Tunjar tanaman lada, sebenarnya tiang panjat ada dua macam. tajar hidup dan tajar mati, tajar hidup adalah tiang panjat yang menggunakan pohon yang mampu hidup kembali setelah di tebang, seperti pohon kapuk randu, gamal, pohon simpur dll. Tunjar mati kayu ulin namun sekarang kayu ulin sangatlah mahal, jadi srbagai penganti disarankan adalah tunjar hidup sperti pohon simpur dan gamal karena termasuk tanaman yang kuat dan mudah untuk dikembangkan. Penggunaan tiang panjat hidup harus selalu dipangkas setiap empat bulan sekali. Pada musim penghujan dipangkas berat sedang pada musim kemarau dipangkas ringan. Keuntungan memakai tiang panjat hidup, antara lain mudah didapat, ditumbuhkan dan harganya murah. Selain itu biomasa hasil pangkasan, dan daun-daun yang berguguran dapat digunakan untuk pakan ternak, mulsa dan pupuk/kompos. Manfaat Tunjar Hidup sebagai peneduh sekaligus bahan pupuk hijau dan tunjar hidup sebagai penyangga tanaman lada sehingga bisa menjamin lada dari hempasan angin dan melindungi dari terik matahari yang terlalu berlebihan.Sumber ; Admid BP3k Kec.Nanga Mahap dan PPL