Loading...

TINGKATKAN STAMINA TUBUH DI MUSIM PANCAROBA DENGAN KONSUMSI BUAH-BUAHAN YANG MENGANDUNG VITAMIN C TINGGI

TINGKATKAN  STAMINA TUBUH DI MUSIM PANCAROBA  DENGAN KONSUMSI  BUAH-BUAHAN YANG  MENGANDUNG VITAMIN C TINGGI
Musim pancaroba merupakan kondisi transisi atau pergantian dari musim satu ke musim lainnya. Di Indonesia, musim pancaroba terjadi diantara musim hujan dan musim kemarau. Kondisi ini ditandai dengan cuaca yang tidak menentu seperti hujan yang sangat lebat disertai kilat namun terjadi dalam durasi yang singkat, hembusan angin yang begitu kencang, angin Puting Beliung di beberapa lokasi, angin ribut dan hujan es. Menurut keterangan resmi BMKG, secara umum sebagian besar wilayah Indonesia telah memasuki pancaroba atau peralihan musim dari musim kemarau ke musim hujan semenjak bulan Oktober hingga Desember 2023. Sementara puncak musim hujan terjadi pada bulan Januari hingga Februari 2024. Pada musim ini, cuaca yang lembab dan panas sangat cocok untuk pertumbuhan bakteri dan virus, sehingga mudah terjadi infeksi dan akhirnya membuat tubuh jatuh sakit. Itulah sebabnya mengapa banyak orang yang terkena penyakit saat pancaroba. Perubahan suhu akan membuat virus dan bakteri lebih mudah berkembang sehingga timbul berbagai macam penyakit. Apabila tubuh kita tidak kuat menghadapi perubahan suhu secara drastis ini maka akan lebih mudah terserang penyakit seperti sakit kepala, flu atau pilek, demam, dan nyeri sendi. Daya tahan tubuh yang menurun saat musim pancaroba juga dapat mengakibatkan penyakit yang lebih serius, seperti gangguan pencernaan, tifus, dan demam berdarah (DBD). Beberapa tips untuk melindungi diri kita dari ganasnya musim Pancaroba ini disamping mengkonsumsi buah-buahan juga dengan menjalankan hidup sehat dengan melakukan: banyak minum air putih setidaknya 1,5 liter setiap harinya, makan tepat waktu serta perhatikan gizinya, tetap berolahraga secara teratur minimal 30 menit setiap hari, dan istirahat yang cukup dapat mengontrol suasana hati, sehingga dapat bekerja lebih baik. Melindungi diri dari ganasnya musim Pancaroba yang ngak kalah penting yaitu dengan konsumsi buah-buahan yang banyak mengandung vitamin C. Vitamin C adalah antioksidan terbaik yang dikenal memiliki manfaat untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Vitamin C atau dikenal juga dengan nama asam askorbat. Tubuh membutuhkan vitamin C untuk menjalani berbagai fungsinya dari makanan yang merupakan vitamin esensial. Sebagai vitamin esensial, vitamin C punya fungsi penting bagi kesehatan tubuh. Setidaknya, tubuh membutuhkan 75 mg (untuk wanita) sampai 90 mg (pria) vitamin C setiap harinya. Beberapa fungsi vitamin C, antara lain: melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas, memelihara daya tahan tubuh mampu membantu mempercepat proses pemulihan ketika sakit, menjaga kesehatan kulit dan rambut, berperan dalam mengurangi risiko anemia. Vitammin C juga dapat menurunkan risiko berbagai penyakit. Beberapa hasil penelitian meyakini bahwa vitamin C dapat membantu merawat kesehatan tulang rawan, tulang, dan gigi. Tidak hanya itu, zat gizi mikro ini juga berperan dalam menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah, sehingga bisa mencegah serangan jantung dan stroke. Vitamin C juga dipercaya dapat mencegah katarak dan penyakit empedu, menormalkan tekanan darah tinggi, menurunkan risiko serangan jantung, hingga menurunkan kadar asam urat dalam darah. Banyaknya manfaat vitamin C itulah, dimusim Pancaroba ini kita perlu banyak menkonsumsi buah-buahan yang mengandung vitamin C dan vitamin lainya yang banyak terdapat pada 10 macam buah-buahan seperti: jambu biji, pepaya, kiwi, jeruk, stroberi, nanas, mangga, Balckcurrant, Lemon, dan Apel dimana selain mengandung vitamin C juga vitamin lain yang dibutuhkan tubuh untuk bertahan dimusim Pancaroba. Berikut beberapa jenis buah dengan kandungan vitamin C yang paling tinggi diantaranya: Jambu biji Jika Anda mencari buah yang mengandung vitamin C, jambu biji pasti ada di deretan teratas.Satu buah jambu biji ukuran sedang mengandung lebih dari 200 miligram asam askorbat, jauh lebih tinggi dibandingkan jumlah yang ada pada jeruk. Selain vitamin C, jambu biji juga kaya akan serat. Berdasarkan sebuah penelitian dalam Journal of Clinical and Diagnostic Research, zat gizi bermanfaat dalam jambu biji dapat membantu menurunkan tekanan darah dan kolesterol. Pepaya Pepaya biasanya dikenal sebagai buah untuk melancarkan BAB. Kandungan vitamin C pada setengah buah pepaya adalah sebesar 94 miligram, sedikit lebih tinggi daripada jeruk. Buah pepaya juga mengandung serat, vitamin A, vitamin B kompleks (terutama vitamin B6, B2, dan B1), kalium, dan kalsium. Berkat kandungan ini, pepaya dapat membantu metabolisme tubuh, mengontrol tekanan darah, dan menjaga kesehatan mata. Kiwi Buah lainnya yang mengandung vitamin C dalam jumlah tinggi adalah kiwi. Satu buah kiwi berukuran sedang mengandung vitamin C sebanyak 64 miligram, atau setara dengan 71% kebutuhan orang dewasa dalam sehari. Kiwi juga mengandung vitamin A, E, K, serta berbagai jenis mineral. Uniknya lagi, buah dengan kulit ‘berbulu’ ini mengandung asam lemak omega-3, zat gizi yang biasanya ditemukan pada ikan berlemak seperti salmon. Jeruk Sebagai buah yang dikenal mampu melawan penyakit, kandungan gizi jeruk memang tidak main-main. Satu buah jeruk ukuran sedang mengandung vitamin C sebanyak 82,7 miligram. Jumlah ini dapat mencukupi 91% kebutuhan orang dewasa dalam sehari. Jeruk juga mengandung banyak vitamin dan mineral, terutama vitamin B1, B9 (folat), dan kalium. Dengan mengonsumsi jeruk, tubuh Anda pun bisa memperoleh antioksidan berupa fenol dan likopen. Stroberi Setengah gelas (125 gram) stroberi mengandung 52 mg vitamin C. Sedikit di bawah kandungan vitamin C dalam jeruk, tapi hal ini sama sekali tidak mengurangi manfaat Stroberi bagi kesehatan. Selain mengandung vitamin C, stroberi juga termasuk buah yang kaya antioksidan.Beberapa penelitian menunjukkan bahwa antioksidan pada stroberi mungkin berpotensi menurunkan risiko kanker dan penyakit saraf serta memperlambat penuaan. Nanas Dengan mengonsumsi satu potong besar nanas, bisa memperoleh 79,3 miligram vitamin C. Jumlah ini dapat memenuhi 88% kebutuhan vitamin C Anda dalam satu hari. Nanas juga terkenal dengan kandungan bromelain yang ada di dalamnya. Bromelain adalah enzim pencernaan yang membantu memecah protein dalam makanan dan mengurangi kembung. Enzim ini juga dapat berfungsi sebagai zat antiradang. Mangga Meskipun tak sebanyak buah-buahan lain yang sudah disebutkan, kandungan vitamin C pada mangga tetap patut diperhitungkan. Mengonsumsi setengah buah mangga dapat memberikan asupan vitamin C sebesar 60 miligram, atau setara 66% kebutuhan harian. Mangga juga kaya akan serat dan fitokimia, seperti karotenoid dan polifenol. Sejumlah penelitian menyebutkan bahwa senyawa antioksidan polifenol yang ada dalam buah mangga berpotensi menurunkan risiko kanker payudara dan kanker usus besar. Blackcurrant Blackcurrant umumnya lebih dikenal sebagai rasa minuman. Blackcurrant segar mengandung vitamin C dalam jumlah yang cukup tinggi, yakni 101 miligram untuk setiap satu cangkir buah (56 gram). Buah ini juga mengandung senyawa yang disebut antosianin. Antosianin adalah pigmen pemberi warna gelap pada blackcurrant sekaligus antioksidan yang berpotensi menurunkan risiko berbagai penyakit kronis, seperti penyakit jantung dan kanker. Lemon Kemiripan lemon dan buah jeruk tidak terbatas pada rasanya saja, tapi juga kandungan vitamin C-nya. Sebuah lemon utuh lengkap dengan kulitnya mengandung 83 miligram vitamin C, atau setara dengan 92% kebutuhan orang dewasa dalam sehari. Seperti buah-buahan sitrus lainnya, lemon juga mengandung antioksidan, serat, dan zat fitokimia. Sejumlah penelitian telah membuktikan bahwa ketiga zat tersebut dapat memelihara kesehatan dan menurunkan risiko penyakit jantung. Banyak orang memilih meminum suplemen untuk memenuhi kebutuhan vitamin C-nya. Padahal, salah satu cara paling mudah untuk memenuhi kebutuhan vitamin ini adalah dengan mengonsumsi buah yang banyak mengandung vitamin C. Apel Di dalam sebuah apel terkandung banyak vitamin yang baik untuk menjaga imunitas, seperti vitamin A, vitamin C, dan vitamin E. Vitamin A dapat membantu melawan adanya infeksi seperti infeksi virus, parasit, atau bakteri. Sedangkan vitamin E mampu memperkuat lapisan sel-sel imun sehingga dipercaya dapat melindungi kekebalan tubuh. Selain itu, vitamin E juga bersifat antioksidan yang dapat melawan radikal bebas penyebab penyakit. Supaya manfaatnya lebih optimal, cobalah mengonsumsi buah-buahan di atas secara berselang-seling. Sehingga bisa memperoleh kandungan gizi dari masing-masing jenis buah tersebut secara lengkap, sehingga stamina tubuh tetap bugar di musim Panacroba. (LW, Sumber dari beberapa pustaka)