Loading...

Tingkatkan Ubinan Singkong Dengan Kompos

Tingkatkan Ubinan Singkong Dengan Kompos
Ubinan merupakan salah satu survei yang bertujuan untuk mengetahui produktivitas tanaman per hektar. Untuk Kecamatan Kokap, ubinan yang dilakukan bekerja sama dengan BPS Kabupaten Kulon Progo adalah tanaman padi, singkong dan kacang tanah. Ubinan singkong kali ini memiliki tantangan tersendiri karena bertepatan pada saat musim kemarau dimana tanah menjadi kering dan keras. Lokasi yang butuh perjuangan untuk menjangkaunya dan harus beberapa kali negosiasi dengan sang pemilik agar lahannya diperbolehkan untuk dilakukan ubinan karena belum saatnya panen. Namun karena sudah menjadi tugas dan tanggung jawab, segala rintangan tersebut dapat diselesaikan untuk menghasilkan data yang berkualitas. Ubinan dilakukan di dua sampel responden yaitu di lahan Bapak Wiryo Utomo dan Bapak Asmo Wiyadi. Plot berukuran 2,5 m x 2,5 m, masing-masing berat hasil ubinan sebesar 13,6 kg dan 7,4 kg dengan estimasi produktivitas 27,6 ton/Ha dan 11,8 ton/Ha. Ada hal yang menarik perhatian kenapa hasil ubinan berbeda jauh. Ternyata dari hasil wawancara mendalam dengan kedua responden, perbedaan mendasar tersebut karena adanya perlakuan yang berbeda. Meskipun keduanya mengaku untuk hasilnya tahun ini kurang memuaskan karena pengaruh iklim dan kurang air karena sistem pengairan tadah hujan. Sementara untuk hama dan penyakit tanaman singkong, relatif tidak ada kendala. Perbedaan ternyata ada pada perlakuan pemupukan. Pada saat penanaman, Bapak Wiryo Utomo menambahkan pupuk kompos dari kotoran ternak Sapi dan Kambing, sementara Bapak Asmo Wiyadi sama sekali tidak menambahkan pupuk kompos. Kurangnya pengairan dan pemeliharaan yang intensif juga berpengaruh terhadap bobot produksi singkong. Terbukti sekali lagi betapa pentingnya pemupukan dan budidaya yang intensif untuk menghasilkan produktivitas yang tinggi. Penulis : Yeri Dwihastuti A.W.