Loading...

TINJAUAN PEMANFAATAN LIMBAH PERTANIAN SEBAGAI PAKAN TERNAK DI PROVINSI NTB Oleh Drh Wildan Arief Noortjahjo

TINJAUAN PEMANFAATAN LIMBAH PERTANIAN SEBAGAI PAKAN TERNAK DI PROVINSI NTB Oleh Drh Wildan Arief Noortjahjo
Di provinsi Nusa Tenggara Barat ada beberapa limbah pertanian yang dapat dimanfaatkan oleh petani peternak. Limbah limbah pertanian memang tersedia cukup di provinsi NTB, limbah limbah limbah tersebut antara lain : limbah jagung, limbah padi, limbah kacang tanah, limbah tempe, ampas tahu, limbah ubi kayu dan limbah nanas. Analisa Proksimat Limbah Pertanian Limbah Jagung Pengolahan jagung dapat dilakukan dengan dua cara yaitu : Penggilingan untuk mendapatkan beras jagung yang akan menghasilkan dedak jagung sebagai limbahnya untuk pakan ternak sebagai pengganti dedak padi Pengolahan untuk mengahsilkan minyak jagung dengan limbahnya berupa bungkil jagung. Adapun komposisi kimia dari pengolahan jagung sebagai berikut : Dedak Jagung : Berat Kering = 87,5 % Kadar abu = 4,0 % Protein Kasar = 10,9 % Lemak Kasar = 5,5 % Serat Kasar = 2,7 % BeTN = 69,4 % Ca = 0,1 % P = 0,7 % TDN = 69,4 % Bungkil Jagung : Berat Kering = 88,0 % Kadar abu = 11 ,0 % Protein Kasar = 21,9 % Lemak Kasar = 5,3 % Serat Kasar = 8,9 % BeTN = 53,1 % Ca = 0,1 % P = 2,2 % TDN = - Limbah Padi Hasil limbah padi yang sudah sering digunakan adalah dedak halus. Dalam proses penggilingan padi menjadi beras akan didapat limbah yang berupa sekam, dedak dan bekatul. Sedangkan hasil penumbukan padi dengan memakai lesung menghasilkan menir. Dedak padi yang diperoleh dari hasil penggilingan yang kurang sempurna merupakan bahan makanan yang baik, karena masih mengandung pecahan pecahan beras dan lapisan luar, kulit ari serta butir beras. Dedak halus mempunyai komposisi kimia yang bervariasi. Dedak halus yang berkualitas baik mempunyai kandungan protein 12,4 %, serat kasar 12,17 % dan lemak 15,1 %. Hal yang perlu iperhatikan adalah dedak halus mengandung serat kasar tinggi. Komposisi kimia limbah dari hasil pengolahan padi, sebagai berikut : Dedak Kasar Berat Kering = 89,67 % Kadar abu = 15,90 % Protein Kasar = 6,50 % Lemak Kasar = 2,40 % Serat Kasar = 29,80% BeTN = 34,90 % Ca = 0,14 % P = 0,62 % TDN = 69,40 % Menir Berat Kering = 88,00 % Kadar abu = 3,00 % Protein Kasar = 7,30 % Lemak Kasar = 1,70 % Serat Kasar = 4,10 % BeTN = 72,90 % Ca = 0,03 % P = 2,23 % TDN = - Dedak Halus Berat Kering = 88,25 % Kadar abu = 12,30 % Protein Kasar = 9,80 % Lemak Kasar = 4,80 % Serat Kasar = 15,90% BeTN = 45,80 % Ca = 0,09 % P = 1,09 % TDN = - Bekatul Berat Kering = 44,00 % Kadar abu = 10,00 % Protein Kasar = 11,40 % Lemak Kasar = 7,00 % Serat Kasar = 8,20 % BeTN = 52,00 % Ca = 0,07 % P = 1,06 % TDN = - Limbah Kacang Tanah Proses dalam menghasilkan minyak kacang tanah dapat dilkukan dengan 2 (dua) cara yaitu dengan proses tekanan dan dengan proses pelarutan. Potensi limbah kacang tanah berupa bungkil kacang tanah sebagai bahan baku pakan sangat tergantung pada ketersediaan kacang tanah untuk makana, kadar bahan kering kacang tanah serta prosentase kacang tanah yang diekstrasi minyaknya.Bungkil kacang tanah berkadar protein dan TDN tinggi tapi miskin asam amino methionine, sistin, lisin dan triptopan. Secara rinci komposisi kimia bungkil kacang tanah adalah sebagai berikut : Metode Lama Berat Kering = 93,00 % Kadar abu = 5.20 % Protein Kasar = 43, 50 % Lemak Kasar = 7,60 % Serat Kasar = 13,30 % BeTN = 23,40 % Ca = 0,16 % P = 0,54 % TDN = 66,20 % Ekstrasi Berat Kering = 91,60 % Kadar abu = 5.80 % Protein Kasar = 51,50 % Lemak Kasar = 1,40 % Serat Kasar = 5,70 % BeTN = 27,21 % Ca = - P = - TDN = - Limbah Tempe Proses pembuatan tempe menghasilkan produk sampingan atau limbah tempe yaitu berupa kulit ari berkisar 10 -20 %. Adanya proses pembuatan yang berbeda akan menghasilkan komposisi kimia limbah tempe yang berbeda pula Ampas Tempe Berat Kering = 15,71 % Kadar abu = 2,16 % Protein Kasar = 11,58 % Lemak Kasar = 2,10 % Serat Kasar = 50,80 % BeTN = 32,91 % Ca = 0,57 % P = 0,19 % TDN = 75,88 % Ampas Tahu Angka konversi ampas tahu dari bakunya sangat bervariasi karena perbedaan proses pembuatannya. Ampas tahu yang diperoleh biasanya dalam bentuk basah yang mengandung air dengan kandungan mencapai 88,9 %. Oleh karena itu, tidak tahan terhadap penyimpanan dan hanya mampu bertahan selama 2 - 3 hari. Adapun komposisi kimia dari ampas tahu sebagai berikut : Berat Kering = 11,04 % Kadar abu = 4,21 % Protein Kasar = 21,71 % Lemak Kasar = 10,50% Serat Kasar = 21,59 % BeTN = 49,50 % Ca = 0,66 % P = 0,44 % TDN = 65,50 % Limbah Ubi Kayu Dalam proses pengolahan ubi kayu menjadi tepung tapioka menghasilkan limbah dalam bentuk limbah padat yaitu potongan ubi kayu dan kulit yang tidak terpakai, limbah padat yang terdiri atas sellulosa serta limbah cair yang terdiri dari air dan zat yang terlarut dari tepung tapioka. Angka konversi limbah dari hasil pengolahan ubi kayu yaitu kulit ubi 8 - 30 % dan ampas (onggok) sekitar 8 =- 17 %. Adapun komposisi kimia dari ubi kayu adalah sebagai berikut : Ubi kayu Berat Kering = 17,50 % Kadar abu = 10,40 % Protein Kasar = 4,19 % Lemak Kasar = 0,81 % Serat Kasar = 16,15 % BeTN = 67,84 % Ca = - P = - TDN = - Onggok Berat Kering = 20,00 % Kadar abu = 1,27 % Protein Kasar = 1,51 % Lemak Kasar = 0,33 % Serat Kasar = 12,06 % BeTN = 84,56 % (Bahan Ekstrak Tanpa Nitrogen) Ca = - P = - TDN = - (Total Digestible Nitrogen) Limbah Buah Nanas Pengolahan buah nenas dalam bentuk buah kaleng menghasilkan limbah berupa kulit, mahkota dan hati buah nenas. Selanjutnya bila buah nenas tersebut diproses menjadi juice atau sirup akan diperoleh limbah yang lain yaitu ampas nenas yang mengandung kadar gula dan serat kasar yang tinggi tetapi kadar proteinnya rendah. Adapun komposisi kimia dari ampas nenas adalah sebagai berikut : Berat Kering = 89,60 % Kadar abu = 3,80 % Protein Kasar = 4,50 % Lemak Kasar = 1,60 % Serat Kasar = 15,80 % BeTN = 63,90 % (Bahan Ekstrak Tanpa Nitrogen) Ca = - P = - TDN = - (Total Digestible Nitrogen) Demikianlah beberapa limbah yang ada disekitar kita yang dapat dimanfaatkan dan dipergunakan sebagai bahan pakan ternak untuk memenuhi kebutuhan gizi yang diperlukan, disamping rumput rumputan dan hijauan.