Loading...

TIPS BUDIDAYA CABE RAWIT

TIPS BUDIDAYA CABE RAWIT
Tips Terbaik Budidaya Cabai (Cabe) Rawit Cabe (Cabai) Merupakan tanaman perdu dari famili Terong-terongan atau (solanaceae). yang memiliki nama ilmiah Capsicum sp. Cabe tersebut berasal dari benua Amerika, Dan tempatnya di daerah peru danb kemudian menyebar ke Negara-negara benua Amerika, Eropa, Dan Asia. Termasuk juga Negara Indonesia, Dan selain di negara indonesia cabe juga tumbuh dan populer sebagai bumbu masakan di Negara-negara asia tenggara lainya. Cabe (Cabai) Dapat tumbuh baik di dataran tinggi, maupun di dataran yang rendah. Bertanam cabe rawit tersebut dapat memberikan nilai ekonomi yang cukup tinggi apabila diusakan dan bersungguh-sungguh, Jika 1 hektar tanaman cabe (cabai) rawit mampu menghasilkan (8 ton buah cabai rawit) Karena tanaman cabe rawit dapat kita usahakan selama dua setengah tahun selama musim tanam. Tanaman cabe rawit menyukai daerah yang kering, Dan di temukan pada daerah ketinggian 0,5 - 1. 250 m dpl. Perdu setahun, Percabangan banyak Tinggi 50 - 100 cm. Dan batangnya berbuku-buku atau bagian atas bersudut. Daun tunggal, bertangkai, letak bersilangan. Helaian daun bulat telur, Ujung meruncing, pangkal menyempit, Tepi rata, Pertulangan menyirip. Panjang 5-9,5 cm, Lebar 1,5-5,5 cm, Berwarna hijau bunga keluar dari ketiak daun. Mahkota berbentuk bintang, Bunga tunggal atau 2-3 bunga yang letaknya berdekatan, Berwarna putih, Putih kehijauan, Kadang-kadang ungu. Buahnya buah buni, Tegak Kadang-kadang merunduk, yang berbentuk bulat telur, Lurus atau bengkok, Ujung meruncing, Panjang 1-3 cm, Lebar 2,5-12 mm, Bertangkai panjang, Dan rasa yang pedas. Buah muda berwarna hijau tua, Putih kehijauan, atau putih, Dan buah yang masak berwarna merah terang. berBiji banyak, bulat pipih, Berdiameter 2-2,5 mm, Berwarna kuning kotor, Cabe (Cabai) terdiri dari tida varietas, Yaitu : Cengek leutik yang buahnya kecil, Berwarna hijau, Dan berdiri tegak pada tangkainya. Cengek domba atau (Cengek bodas) yang buanya lebih besar dari cengek leutik, Buah muda berwarna putih, Dan setelah tua menjadi jingga, Dan ceplik yang buahnya besar, selagi muda berwarna hijau, Kemudian setelah tua menjadi Merah. Buahnya di pergunakan sebagai Sayuran, Bumbu masak, Acar, Dan Asinan. Daun muda dapat di kukus untuk lalap. Cabai (Cabe rawit) dapat di perbanyak dengan biji. Syarat Tumbuh Untuk mendapatkan cabai rawit yang tinggi, Kita harus mengetahui syarat tumbuh yang di inginkan oleh cabai (Cabe) rawit. Adapun adalah Syarat-syarat sebagai berikut di bawah ini : 1. Tanah : Gembur, Subur, Atau banyak mengandung zat makan, Pembuangan airnya baik (Tidak tergenang) Dan banyak mengandung humus. 2. Tempat Tumbuh (Daerah) : Dataran Rendah, Dataran Tinggi. 3. Iklim : Tanaman cabai rawit dapat tumbuh baik pada daerah tropis atau yang kurang hujan, maupun daerah yang penghujan. Dan suhu udara yang di perlukan tanaman cabai rawit ini adalah berkisar antara 25 c - 31 c. Bercocok Tanam : Pertumbuhan tanaman cabe rawit yang baik dan hasil produksinya tinggi merupakan dambaan dan harapan kita juga. Untuk mencapai tahapan tersebut kita haruslah melakukan kegiatan bercocok tanam cabe rawit yang menggunakan sesuai dengan Langkah-langkah sebagai berikut di bawah ini. Pengolahan Tanah : Dapat di lakukan dengan membajak atau mencangkul sedalam 25-30 cm hingga tanah menjadi gembur, setelah itu di biarkan 7-14 hari untuk mendapatkan sinar matahari. Pembuatan Bedeng : 1. Lebar bedeng 100-120 cm2. Tinggi bedeng 20-30 cm3. Jarak antara bedeng dengan bedeng lainya 30-45 cm, Dan arah bedeng memanjang kearah selatan. Syarat Pupuk Kandang Yang Baik Adalah : 1. Tidak berbau2. Tidak panas3. Berwarna Kehitam-hitaman, Dan Benar-benar telah matang Jarak Tanaman Cabe Rawit : 1. 50 x 100 cm2. 60 x 70 cm3. 50 x 90 cm Cara Pembuatan Jarak Tanaman : 1. Pasang tali kenca atau (Pelurus) sejajar dengan panjang bedeng, Kira-kira 10 cm dari tepi bedeng.2. Ukur jarak tanaman yang di inginkan pada sepanjang tali kencana tersebut.3. Kemudian buat lubang tanaman sesuai dengan jarak tanaman tersebut, Lalu di beri pupuk besar : a. Pupuk kandang = 1 kg / Lubangb. Pupuk ureac. Pupuk TSPd. Pupuk KCI 4. Campurkan ke tiga pupuk buatan hingga rata dan masukkan pada setiap lubang yang telah anda buat. Pesemaian : Pesemaian merupakan kegiatan untuk menghasilkan bibit tanaman atau calon tanaman yang baik. Adapun tahapan pesemaian adalah sebagai berikut di bawah ini : 1. Membuat bedeng atau tempat pesemaian, Ukuran bedeng pesemaian sebagai berikut : a. Lebar bedeng : 1- 1,2 mb. Panjang bedeng : 3-5 mc. Tinggi bedeng : 15-20 m 2. Penyemaian benih : Kebutuhan benih untuk satu hektar berkisar antara 300-500 benih. Dan sebelum benih di semai atau di tabur, Tempat persemaian di siram merata terlebih dahulu, Dan beberapa cara menyemai benih cabai (Cabe) rawit sebagai berikut di bawah ini : a. Semai bebas atau di tabur meratab. Semai dalam barisc. Semai berkelompok Penanaman : Bibit tanaman cabai atau cabe yang telah berumur 1 bulan segera di tanam, dan penanaman sebaiknya pada sore hari agar tanaman tidak layu. Ciri-ciri bibit yang siap tanam adalah sebagai berikut di bawah ini : a. Telah berumur 1 bulanb. Tidak terserang hama dan penyakitc. Pertumbuhan tanaman seragam Cara penanaman a. Siram bibit yang hendak di tanam.b. Pilih bibit yang akan di tanam.c. Lepaskan bumbung atau plastik dari bibit.e. Dapatkan tanah di sekeliling tanaman bibit yang telah di masukkan kelubang agar tidak rebah. Pemeliharaan Tanaman a. Penyiraman :Pemeliharaan tanaman di lakukan 2 kali sehari atau di sesuaikan dengan keadaan tanah. b. Penyiangan : Rumpu liar yang tumbuh di sekitar tanaman harus di cabit atau di siang dengan kored atau sabit. c. Pemupukan : Jumlah pupuk yang di perlukan dalam 1 hektar adalah :1. Urea : 200 kg2. TSP : 200 kg3. KCI : 150 kg d. Hama dan penyakit : Hama yang sering menyerang tanaman cabe rawit adalah : 1. Tungau2. Kutu daun berwarna kuning3. Kutu gurem atau thrips Tanda-tanda tanaman terserang : 1. Tanaman seperti berwarna perak2. Tanaman tampak pucat3. Daun menjadi layu Pengendalian : 1. Cabut tanaman yang terserang berat2. Kumpulkan bagian tanaman yang terserang lalu di bakar Panen Panen : Penen merupakan kegiatan yang di Nanti-nanti untuk menikmati jerih payah selama penanaman, Produksi cabai rawit hampir sama dengan cabai (cabe) besar, Hanya saja umur cabai rawit lebih lama yaitu, 2-3 Tahun. sehingga produksi cabai rawit lebih tinggi dari pada cabai (cabe) besar. Cabe rawit dapat di panen hijau atau (Muda) dan di panen merah atau telah masak. Apabila cabe rawit di panen hijau, Cabai akan kelihatan bernas dan berisi. Pemanenan cabai rawit dapat di lakukan 4-7 hari sekali atau tergantung pada situasi harga pasaran. Sekian terimakasih karena anda telah menyimak dan membaca artikel Tips Terbaik Budidaya Cabai (Cabe) Rawit tersebut, Semoga banyak manfaatnya untuk anda tentunya pengunjung saya