1. Pemilihan benih cabai rawit Pilihlah benih yang sifatnya sesuai dengan kondisi lahan masing-masing. Bila sulit didapatkan atau harganya mahal, Anda bisa menyeleksi benih cabai rawit sendiri. Benih cabai rawit bisa didapatkan dari hasil panen sebelumnya. Gunakan buah dari hasil panen ke-4 hingga ke-6. Buah yang dihasilkan pada periode panen ini biasanya memiliki biji yang optimal. Benih yang baik mempunyai daya tumbuh hingga 80 persen. 2. Penyemaian benih cabai rawit Siapkan polibag berukuran 5×10 cm, kemudian isi dengan media persemaian hingga 3/4 bagiannya. Media persemaian terdiri atas campuran tanah, arang sekam, dan kompos dengan perbandingan 1 : 1 : 1. Ayak terlebih dahulu bahan-bahan tersebut dan aduk secara merata.Setelah media persemaian siap, rendam benih cabai rawit dengan air hangat selama kurang lebih 6 jam. Kemudian, masukkan benih ke polibag sedalam 0,5 cm, tutup permukaannya dengan media tanam. Penyiraman dilakukan setiap pagi dan sore. Bibit cabai rawit baru bisa dipindahkan ke lahan terbuka setelah berdaun 4—6 helai atau kira-kira berumur 1 hingga 1,5 bulan 3. Pengolahan tanah dan penanaman Pengolahan tanah diawali dengan mencangkul atau membajak lahan sedalam 40 cm. Kemudian, buat bedengan dengan lebar 100—110 cm dengan tinggi 30—40 cm dan panjang mengikuti kondisi lahan. Jarak antar bedengan, yaitu 60 cm. Campurkan pupuk organik, berupa kompos atau pupuk kandang sebanyak 15—20 ton/ha. Bila tanahnya kurang subur, bisa juga ditambahkan urea, SP36, dan KCl secukupnya.Anda bisa menggunakan mulsa dari jerami untuk menghemat biaya. Untuk itu, perlu pengawasan lebih agar pemakaian jerami tidak mengundang hama dan penyakit. 4. Perawatan budidaya cabai rawit Penyiraman diperlukan saat musim kemarau saja. Bila konsidisi terlalu kering, tanaman cabai rawit bisa mati. Pemupukan susulan ditambahkan setelah tanaman berumur 1 bulan sejak bibit ditanam. Selanjutnya, berikan pemupukan susulan setiap habis panen.Bisa menggunakan pupuk organik cair atau kompos. Berikan pupuk cair yang telah diencerkan sebanyak 100 ml untuk setiap tanaman. 5. Pemanenan cabai rawit Cabai rawit sudah mulai berbuah dan bisa dipanen setelah berumur 2,5—3 bulan sejak bibit ditanam. Periode panen bisa berlangsung selama 6 bulan bahkan lebih. Umur tanaman cabai rawit bisa mencapai 24 bulan. Frekuensi panen pada periode masa panen tersebut bisa berlangsung 15—18 kali. Pemanenan sebaiknya dilakukan pada pagi hari. Caranya dengan memetik buah beserta tangkainya. Penulis : Hanaya