Tradisi Mattammu Bulung Mengusir OPT Padi dengan Bulu Ayam Empat kelompok tani yang menggabung di kelurahan Tadokkong kecamatan Lembang, Pinrang menggelar acara ritual Mattammu Bulung. Keempat kelompok tani itu adalah kelompok tani Paobangga, Pinjan Puteh, Mattaro Ada dan Siparappe. Tradisi Mattammu Bulung bagi petani Lembang sudah dilakukan secara turun temurun dari nenek moyangnya dahulu hingga sekarang. Mattammu Bulung merupakan tradisi untuk memohon doa kepala Allah agar tanaman padi yang mulai bunting sampai panen terhindar dari serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). Bacaan doa dari ayat Al-Qur'an yang dilakukan bersama di tengah hamparan tanaman padi dipimpin oleh seorang imam masjid atau tokoh agama di desa itu. Setiap anggota kelompok menyumbang seekor ayam dewasa untuk dipotong lalu dimasak bersama oleh isteri petani. Setelah doa bersama selesai para petani makan bersama di rumah sawah. Bulu ayam yang telah dipotong diikatkan pada tanaman padi yang mulai bunting (primordial) di masing-masing sudut petakan milik petani sehingga inilah yang disebut Mattammu Bulung (menjemput buah padi). "Makna dari ritual Mattammu Bulung adalah agar tanaman padi selamat dari serangan hama dan penyakit sehingga petani bisa sukses panen nantinya," kata Muslimin Tamrin dan Muh.Ali Jafar Penyuluh Pertanian Kecamatan Lembang. Acara Mattamu Bulung di empat kelompok tani Kamis, 31 Maret di Lembang dihadiri oleh Bupati Pinrang, H.Andi Aslam Patonangi, Ketua DPRD Muh.Darwis Bastama, Kepala Dinas Pertanian TPH Sulsel Lutfi Halide, dan sejumlah kepala SKPD terkait serta beberapa anggota DPRD antara lain H.Alimuddin Budung, Hj.Kartini Lolo, H.Abdullah Tappareng dan H. Rukman Aliata. Kelompok tani yang melaksanakan ritual Mattammu Bulung sengaja hadirkan pemerintah kabupaten agar dapat menyaksikan kondisi pertanian di daerah itu, termasuk sarana dan prasaran yang menunjang keberhasilan usahatani. Maka pada kesempatan itu pula ketua panitia pelaksana Ahmad Kaco mengusul kepada pemerintah daerah agar diberi bantuan lening saluran sekunder Kalobe sepanjang 1.500 meter dan pengerasan jalan tani yang dilengkapi tanggul proteksi sepanjang sekitar 1 km. "Saya sudah menduga sebelumnya kalau ujung-ujungnya usul bantuan jalan tani dan perbaikan saluran,"ungkap ketua DPRD Muh.Darwis Bastama sambil bercanda. Bupati Pinrang H.Andi Aslam Patonangi mengatakan akan berusaha untuk memprogramkan secara prioritas usulan dari kelompok tani pada tahun anggaran 2012. "Maaf, kami tidak janji tapi kami bersama ketua DPRD akan coba usulkan tahun anggaran 2012 tapi secara bertahap,"kata Bupati. Pada kesempatan itu kelompok tani di daerah itu menerima bantuan satu unit alat panen padi chandoe dari pemerintah propinsi Sulsel. "Kapan saja mau diambil karena alatnya ada sekarang di gudang Makassar," kata Lutfi Halide kepala Dinas Pertanian TPH Sulsel. (Abdul Salam Atjo)