Loading...

TUGAS PETANI SELAIN BERUSAHA TANI

TUGAS PETANI SELAIN BERUSAHA TANI
Kementerian Pertanian RI menempatkan petani menjadi pelaku utama pembangunan pertanian. Tidak hanya sebagai penopang perekonomian negara, petani juga sebagai penyangga pangan di negara ini. Oleh karena itu kebijakan pemerintah di bidang pertanian adalah memberdayakan serta mendukung petani secara maksimal. Dalam hal ini partisipasi aktif dari pelaku utama sangat berperan dalam mencapai swasembada pangan. Dalam kegiatan usaha tani, resiko di tingkat petani termasuk cukup besar. Resiko kegagalan ada pada setiap tahapan usaha tani, mulai dari pemilihan benih, persemaian, di area penanaman, saat panen dan pasca panen. Resiko tersebut bisa karena faktor internal tanaman (mutu benih, daya tahan, faktor genetis tanaman dan lain-lain) serta faktor ekternal tanaman, meliputi petani sebagai subyek, intensitas serangan hama dan penyakit serta faktor bencana. Dengan demikian diharapkan kegiatan petani di lapangan tidak hanya bertugas melakukan kegiatan usaha tani saja tetapi juga rajin melaksanakan kegiatan pendukung. Kegiatan pendukung usaha tani yang dimaksud adalah :1. Membuat Analisis Usaha TaniKegiatan ini akan menjadikan petani terbiasa merencanakan kegiatan usaha taninya dengan matang. Yaitu merencanakan kegiatan dan kebutuhan tenaga kerja yang diperlukan serta menyiapkan anggaran untuk usaha pertaniannya. Dan di akhir analisis akan dilihat perkiraan keuntungan.2. Melakukan PengamatanSalah satu kegiatan lapangan yang dilenakan oleh petani adalah pengamatan. Padahal melalui pengamatan inilah petani bisa melakukan tindakan tepat terhadap kondisi usaha taninya. Pengamatan dilakukan dengan cara pemasangan ajir atau patok bambu di lahan usaha tani. Masuk dari pematang sekitar kelipatan 5 langkah sejumlah paling sedikit 5 ajir. Idealnya dalam satu hamparan ada 30 ajir pengamatan. Fungsi ajir sebagai patok pengamatan. Tanaman dalam ajir di amati selama periode tertentu, misalnya 5 harian. Pengamatan meliputi keadaan fisik tanaman, lingkungan, dan organisme dalam tanaman sampel termasuk penggunaan bagan warna daun (BWD). Hasil pengamatan ini juga disampaikan ke petani sekitar untuk mendapatkan tanggapan secara bersama/ kelompok.3. Mengkonsultasikan dengan PetugasKonsultasi ke petugas dimaksudkan untuk menjalin hubungan yang baik antara petani sebagai pelaku utama dengan petugas pertanian yang ada di BPP. Petugas yang dimaksud meliputi Penyuluh Pertanian, Mantri Tani, Pengamat Organisme Pengganggu Tanaman dan Mantri Ternak. Konsultasi ini penting dilakukan untuk melakukan evaluasi dari pengamatan yang dilakukan oleh petani di setiap sampel tanamannya.4. Menjalin MitraPetani sebagai pelaku utama pertanian selain bergabung sebagai anggota kelompok tani (Poktan) dan gabungan kelompok tani (Gapoktan) juga membangun kerjasama dengan organisasi/ institusi lainnya baik secara pribadi maupun kelompok. Kerjasama meliputi aspek kelembagaan, budidaya, permodalan, penanganan pasca panen, pemasaran maupun kegagalan pertanian. Dengan melaksanakan ke-4 tambahan kegiatan tersebut diharapkan mampu mendukung usaha tani di hamparan. Yaitu meningkatkan produktifitas serta mutu tanaman dan ikut andil dalam persaingan penentuan harga pasca panen yang diusahakan atau petani memiliki nilai tawar yang baik. Dengan demikian peningkatan kesejahteraan petani bisa terwujud. INDRI SUBEKTI PRIYANDANI, SPPenyuluh Pertanian Kab. KudusBid. Pengkajian PERHIPTANI Kudus