Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin:0in; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} Sedikitnya 42 orang peserta Magang Gapoktan PUAP dari Kabupaten Pati ( Sabtu, 21-04-12), tiba di Desa Gandrungmanis Kecamatan Gandrungmangu Kabupaten Cilacap. Rombongan dari Kabupaten Pati yang dipimpin oleh Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Pati, Drh. Silvinus tersebut, diterima langsung oleh Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan (BP2KP) Kabupaten Cilacap, Yang mewakili Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan, Yang mewakili Camat Gandrungmangu, Kepala Desa, dan Gapoktan Sri Rejeki serta Kelompok Tani setempat. Ketika menerima rombongan Magang Gapoktan PUAP dari Kabupaten Pati tersebut, Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan (BP2KP) Kabupaten Cilacap, Ir. Sujito,M.Si menyatakan, Kegiatan magang ini, memiliki peran yang sangat penting dan strategis, karena pada dasarnya bukanlah sekedar kegiatan kunjungan semata, melainkan lebih dari itu, sebagai forum tukar informasi dan diskusi terhadap berbagai upaya pemecahan permasalahan yang mungkin dihadapi dalam mengelola perguliran dana PUAP di dua kabupaten, yaitu Pati dan Cilacap. Karena bagaimanapun Kemiskinan di perdesaan merupakan masalah pokok yang penanggulangannya tidak dapat ditunda dan harus menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan pembangunan kesejahteraan sosial, dengan demikian pembangunan berbasis pertanian di pedesaan secara langsung maupun tidak langsung akan berdampak pada pengurangan penduduk miskin. Ir. Sujito M.Si mengakui,petani hingga saat ini masih dihadapi dengan kurangnya akses kepada sumber permodalan, pasar dan teknologi, serta organisasi tani yang masih lemah. Untuk mengatasi dan menyelesaikan permasalahan tersebut Pemerintah fokus pada pembangunan pertanian perdesaan, dimana salah satu ditempuh cara yang ditempuh melalui pendekatan pengembangan usaha agribisnis dan penguatan kelembagaan pertanian di perdesaan. Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP) merupakan bentuk fasilitas bantuan modal usaha untuk petani anggota, baik petani pemilik, petani penggarap, buruh tani maupun rumah tangga tani miskin di perdesaan melalui koordinasi Gapoktan sebagai lembaga yang dimiliki dan dikelola oleh petani. Dihadapan peserta Magang dari Kabupaten Pati, Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan (BP2KP) Kabupaten Cilacap, Ir. Sujito,M.Si mengungkapkan, seperti yang tertuang dalam laporan Unit Simpan Pinjam Gapokan PUAP Sri Rejeki Desa Gandrungmanis, perkembangan dalam pelaksanaan kegiatan Unit Simpan Pinjam, yang seperti diinformasikan oleh manager Unit Simpan Pinjam, kekayaanya telah mencapai 400 juta rupiah, berupa dana simpan pinjam pada anggota, simpanan dana modal di Bank, maupun dalam bentuk aset dan sarana prasarana lainnya yang berupa alat tulis kantor, komputer, furniture maupun barang tidak bergerak lainnya. Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Pati, Drh. Silvinus dalam sambutannya menyatakan, secara umum kabupaten Cilacap dan Kabupaten Pati memiliki kesamaan wilayah dan kondisi sosial ekonomi masyarakatnya. Karenanya dengan adanya kegiatan magang ini, diharapkan dapat sebagai sarana saling menggali dan tukar informasi, program dan kegiatan Gapoktan PUAP dalam pengembangan usahanya, baik untuk pemenuhan Sarana produksi maupun unit simpan pinjam kepada anggota. Drh. Silvinus mengakui menyambut baik upaya yang telah dilakukan pengurus Gapoktan, Pengelola Unit Simpan Pinjam dalam memajukan dana gergulir PUAP kepada petani. Lebiih khusus upaya Kepala Desa Gandrungmanis yang dengan tegas menerbitkan Peraturan Desa yang antara lain menegaskan adanya sangsi administrasi kependudukan bagi anggota PUAP yang mengalami penunggakan dalam pengembalian kredit. Usai acara penyambutan, penyerahan vandel dan bingkisanserta pemaparan profil Gapoktan PUAP Sri Rejeki, dilaksanakan Diskusi yang terbagi dalam 3 Kelompok. Diskusi kelompok masing-masing membahas aspek Kelembagaan, Keuangan dan Pengembangan Usaha. Diskusi Kelompok yang berlangsung sekitar 2 jam tersebut, berlangsung sangat komunikatif membahas berbagai persoalan, tantangan dan peluang yang dapat disikapi dalam memajukan PUAP di dua Kabupaten yaitu PATI dan CILACAP. (Ap)