Kab. Agam - Tumpang sari adalah suatu bentuk pertanaman campuran (polyculture) berupa perlibatan dua jenis atau lebih tanaman pada satu areal lahan tanam dalam waktu yang bersamaan atau agak bersamaan. Pola penanaman tumpang sari dapat memaksimalkan lahan dibandingkan pola monokultur karena :• terjadi peningkatan efisiensi lahan.• populasi tanaman dapat diatur.• dalam satu areal diperoleh produksi lebih dari satu.• memperkecil resiko kegagalan dalam usaha tani.• menciptakan stabilitas biologis sehingga dapat menekan serangan hama dan penyakit tanaman.a. Pengolahan tanah Pengolahan tanah dilakukan agar tanah menjadi gembur dapat menggunakan bajak atau cangkul sedalam 10-15 cm, kemdian dicacah sambil membuang gulma yang ada. Selanjutnya dibuat guludan arah timur ke barat dengan lebar 5-7 m. antara guludan dibuat saluran 20-30 cmb. Benih Pada penanaman tumpang sari jagung dan kacang tanah perlu diatur dimana jagung sebagai tanaman pokok dan kacang tanah tanaman sela. Jagung ditanam dengan system jajar legowo 2 : 1. Dimana jajar legowo 2 : 1 adalah cara tanam yang memilki 2 barisan kemudian diselingi 1 barisan kosong dimana pada setiap baris pinggir mempunyai jarak tanam ½ kali jarak tanam antar barisan. Dengan demikian jarak tanam legowo 2 : 1 adalah 20 cm (antar barisan) x20 cm (barisan pinggir) x 90 cm (barisan kosong).Tujuan legowo adalah :• Memanfaatkan sinar matahari bagi tanaman yang berada di pinggir barisan.• Mengurangi kemungkinan serangan hama.• Menekan serangan penyakit.• Mempermudah pelaksanaan pemupukan dan pengendalian hama/penyakit.• Menambah populasi tanaman. Benih jagung ditanam 1 biji perlubang tanam. Varietas yang digunakan adalah Lambada F 1. Kacang tanah ditanam disela atau di barisan kosong sebanyak 1-2 butir/lubang tanam dengan jarak tanam 20x20 cm. bibit kacang tanah yang digunakan adalah gajah.c. Pemupukan Pemupukan dilakukan dua kali yaitu :1. Pupuk Dasar (5 hari sebelum tanam)• Pupuk kandang 750 kg • NPK phonska 17 kg• Pupuk TSP 12 kg• Pupuk KCL 3,4 kgPupuk ditaburkan pada garis tanam, dicampur tanah secara merata 2. Pemupukan susulan (umur jagung 20-30 hari)• NPK phonska 8 kg• Pupuk KCL 1,6 kg Pupuk ditaburkan di sekeliling tanaman dengan jarak + 10 cm. d. Perawatan Perawatan meliputi kegiatan antara lain :1. Penyulaman dilakukan agar tidak ada spot-spot kosong yang ditumbuhi gulma.2. Penyiangan dan pembubunan dilakukan kurang lebih 2 kali atau sesuai dengan kodisi gulma.3. Pengendalian hama dan penyakit tanaman dimaksudkan agar kesehatan tanaman dapat terjaga sehingga tanaman dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Gambar 3. Penyiangan E. Panen dan Pasca Panen Pemanenan tanaman jagung dapat dilakukan setelah tanaman berumur 90-100 hari dengan tanda-tanda biji jagung sudah tua untuk dipanen yaitu klobot telah berwarna kuning kecoklatan. Bila dikupas biji terlihat mengkilap dan bila ditekan dengan kuku tidak meninggalkan bekas. Hasil panen dijemur sampai kadar air 12 %. Namun untuk tanaman jagung manis dipanen dengan umur yang lebih muda. Pemanenan tanaman kacang tanah dilakukan apabila tanaman berumur 100 hari. Adapun tanda-tanda tanaman siap dipanen yaitu tanaman sudah tua sebagian besar daun telah menguning kecoklatan, kalau dicabut 75-80 % polong telah mengeras. Penulis : Evi Susianti, SST