Tumpang Sari Kacang Tanah Diantara Barisan Ganda ( Double“Row) Penanaman Ubikayu
Provinsi Lampung saat ini masih menjadi sentra penghasil ubi kayu terbesar di Tanah Air. Produksinya per tahun rata-rata mencapai 9 juta ton. Di Indonesia, ubi kayu (Manihot esculenta) merupakan makanan pokok ke tiga setelah padi dan jagung. Namun kondisi sosial ekonomi sering memaksa mereka melakukan usaha tani dengan teknologi sederhana, sehingga produktivitas yang dicapai juga sangat rendah yakni berkisar 10-15 t/ha. Untuk mendapatkan hasil tambahan sebelum ubikayu dapat dipanen, dapat dilakukan penanaman di antara baris ganda (double row). Dengan teknik ini, petani akan mendapat penghasilan dari panen kacang-kacangan sebelum ubi kayu dapat dipanen.Adapun keuntungan penanaman dengan Sistem tumpangsari ubikayu dengan kacang tanah mempunyai beberapa keuntungan, yaitu: (1) Meningkatkan C-organik tanah, jugadapat memperbaiki sifat kimia tanah lainnya, (2) Tanaman kacang-kacangan dapat menyumbangkan sekitar 30 % N hasil dari prosesfiksasi N kepada tanaman lainnya dalam sistem tumpangsari maupun rotasi. Tambahan dari residu akar tanaman legume sekitar 5-15 kgN/ha, (3) Menurunkan erosi sekitar 48% dan hasil umbi 20% lebih tinggi dibandingkan dengan hasil ubikayu monokultur, (4) Meningkatkan efisiensi penggunaan lahan dan pendapatan petani, (5) Menjamin ketersediaan pakan ternak dan (6) Menjamin kelestarian lahan dan stabilitas hasil.Bahan TanamanTanaman ubikayu sebagian besar dikembangkan secara vegetatif yakni dengan setek. Jenis bahan tanaman (varietas/klon) ubikayu yang banyak ditanam di Lampung antara lain adalah varietas UJ-3 (Thailand), varietas UJ-5 (Cassesart).Cara TanamPengolahan tanah sedalam 25 cm dengan menggunakan traktor dan dibuat guludan atau bedengan dengan jarak ganda (double row) yaitu 80 cm dan 160 cm (Gambar 1 dan 2).Penanaman ubikayu dilakukan setelah kacang tanah ditanam berumur 10 s/d 14 hari dengan jarak tanam 40 cm x 10 cm dan 1 tanaman/rumpun.Pemupukan tanaman kacang tanah dengan 50 kg Urea dan 250 kg pupuk Ponska yang diberikan bersamaan tanam.Penanamanam ubi kayu dengan cara baris ganda, jarak tanam 120 x (80cm x 80 cm). Jarak tanam 80 cm x 80 cm adalah jarak antar baris ganda ubi kayu (double row) dan 160 cm adalah jarak di antara dua baris. Pada lorong di antara barisan kembar ubi kayu terdapat 4 baris tanaman kacang tanah. Keuntungan penanaman cara ini adalah agar tanaman lebih banyak mendapatkan sinar matahari untuk proses fotosintesa, sehingga pembentukan zat pati ubikayu di umbi lebih banyak dan ukuran umbi besar-besar. Selain itu juga jumlah bibit yang digunakan lebih sedikit yakni 11.700 tanaman dibandingkan dengan sistem tanam petani biasa dengan jumlah bibit 17.800 tanaman.Pemupukan ubi kayu dengan dosis pupuk 200 kg Urea dan 300 kg pupuk Ponska. dan 5 ton pupuk kandang. Pemupukan Urea dilakukan 2 kali yakni pada umur 1 bulan dan 3 bulan,. Pemberian pupuk kandang dilakukan pada sekitar perakaran pada umur 2 minggu setelah tanam.Pemeliharaan terdiri dari penyiangan pertama dilakukan pada umur 3 minggu sampai 1 bulan setelah tanam. Penyiangan ini dilakukan secara mekanis dengan menggunakan koret. Sedangkan penyiangan kedua dilakukan pada umur 3 bulan setelah tanam dengan menggunakan herbisida. Penjarangan cabang dilakukan pada umur 1 bulan, dengan jumlah cabang yang dipelihara adalah 2 cabang per tanaman.Panen Panen ubikayu dapat dilakukan pada umur 10 bulan sampai 12 bulan. Panen dilakukan dengan mencabut ubikayu dan memisahkan umbi dari batang. Rata-rata produktivitas ubikayu yang ditanam dengan sistem double row adalah 45-55 ton/ha.Sumber : Balai Pengkajian Teknologi Pertanian LampungDi susun oleh : Dede Rohayana, Nasriati, Betty Mailina dan Ely Novrianty