Loading...

Tumpang Sari Kelapa Sawit dengan Jagung

Tumpang Sari Kelapa Sawit dengan Jagung

Tumpang Sari Kelapa Sawit dengan Jagung

Beberapa petani di Desa Bumi Agung Marga mendukung program kelapa sawit tumpang sari tanaman pangan (KESATRIA) dengan mengoptimalisasikan lahan dengan cara tumpang sari kelapa sawit dengan jagung dan mensukseskan program tanaman pangan dalam meningkatkan produksi pangan khususnya jagung. Jagung merupakan salah satu komoditas pangan strategis dan penyangga ketahanan pangan di Indonesia

Tumpang sari kelapa sawit dan jagung adalah praktik menanam jagung di antara tanaman kelapa sawit, terutama saat sawit masih muda dan belum tinggi, jagung dapat tumbuh subur selama sinar matahari masih mencapai tanah, mengubah lahan yang tadinya terbengkalai menjadi lahan pertanian yang produktif. untuk mendapatkan penghasilan tambahan bagi petani sambil menunggu sawit menghasilkan. Sistem ini mengoptimalkan lahan perkebunan, menjaga kesuburan tanah, mengurangi erosi, dan berkontribusi pada ketahanan pangan nasional serta penghematan devisa dari impor jagung. Sistem ini paling efektif dilakukan saat tanaman kelapa sawit masih muda atau belum terlalu tinggi, biasanya di fase TBM (Tanaman Belum Menghasilkan) 1 dan 2, yaitu sekitar umur 3 tahun ke bawah. Ini dilakukan agar tidak terjadi persaingan antara jagung dan sawit dalam memperebutkan cahaya matahari.

Manfaat Tumpang Sari Sawit dan Jagung

  • Pendapatan Tambahan: 

Petani dapat memperoleh hasil panen jagung secara berkala (3-4 kali panen dalam setahun) sebelum tanaman kelapa sawit menjadi penghasil, sehingga ada pendapatan saat menunggu masa panen sawit. 

  • Optimalisasi Lahan: 

Memanfaatkan lahan perkebunan kelapa sawit yang tadinya terbengkalai atau dalam tahap pertumbuhan awal menjadi lahan produktif. 

  • Peningkatan Ketahanan Pangan: 

Meningkatkan produksi jagung nasional yang merupakan komoditas pangan strategis, sehingga dapat mengurangi ketergantungan pada impor jagung. 

  • Menjaga Kesuburan Tanah: 

Tumpang sari dapat meningkatkan kualitas tanah, mengurangi erosi, dan mengembalikan nutrisi, terutama jika ditambahkan tanaman polong-polongan. 

  • Mendukung Petani: 

Membantu petani meningkatkan pendapatan mereka dan tidak perlu menunggu hingga bertahun-tahun untuk memanen hasil dari kebun sawit. 

 

12 Maret 2025,

Penulis:

Tim BPP Abung Timur, Kab. Lampung Utara