PENULIS: BPP SIPAHUTAR, DINAS PERTANIAN TAPANULI UTARA Di banyak daerah memiliki kebiasaan petani membakar jerami dari sisa panen padi di lahan dengan tujuan mempercepat persiapan lahan untuk masa tanam berikutnya. Pembakaran jerami secara terus-menerus di lahan pertanian dapat merusak lingkungan karena menghasilkan emisi gas rumah kaca serta menyebabkan polusi udara dan dapat memusnahkan mikroorganisme yang berguna dalam proses biologis tanah, seperti perombak bahan organik tanah sehingga berdampak pada menurunnya kadar bahan organik dalam tanah. Pemanfaatan jerami menjadi pupuk organik adalah salah satu solusi yang ramah lingkungan, ekonomis, dan bermanfaat. Manfaat jerami sebagai bahan baku pupuk organik memberikan berbagai keuntungan: Memperbaiki sifat fisik tanah Pupuk organik meningkatkan porositas tanah, mempermudah penetrasi akar, serta meningkatkan daya ikat air. Memperbaiki sifat kimia tanah Pupuk organik jerami mengandung unsur hara seperti nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K), serta unsur mikro seperti magnesium (Mg) dan seng (Zn). Memperbaiki sifat biologi tanah Pupuk organik menjadi sumber makanan bagi mikroorganisme tanah yang berperan dalam dekomposisi bahan organik dan siklus hara. Mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia Dengan memanfaatkan pupuk organik, petani dapat menghemat biaya pembelian pupuk anorganik. MENGURANGI PENCEMARAN LINGKUNGAN Pembuatan pupuk organik jerami menghindarkan pembakaran terbuka yang menghasilkan asap dan gas berbahaya. Alat-alat pembuatan pupuk organik Terpal ukuran 4 x 5 m untuk wadah, Parang untuk mencincang jerami, Ember besar untuk tempat melarutkan activator, Gembor plastik untuk menyiramkan activator. Bahan Pembuatan Pupuk Organik Jerami 300 kg, Daun pait-pait (kipait) 300 kg, Kotoran ternak 300 kg, Air 10 Liter, EM4 1 Liter, Molase/Gula Merah 500 ml, Jamur Tricoderma sp. Cara pembuatan Cincang jerami dan daun pait-pait, kemudian cincangan jerami, daun pait-pait dan kotoran ternak dibagi 3 bagian. Ketiga bagian tersebut disusun berlapis mulai dari jerami, kotoran, daun pait-pait sebanyak 3 lapis. Setiap lapis disiram dengan campuran larutan EM4 + Molase/Gula Merah + Air. Tutup terpal dan diamkan selama 20 hari. Kemudian bahan tersebut diaduk hingga rata dan tambah jamur Tricoderma sp, untuk mempercepat pemasakan pupuk organik. Tutup dan diamkan kembali hingga 10 hari, dan pupuk organik siap digunakan. Kandungan hara jerami Di Indonesia ratarata kadar hara jerami padi adalah 0,4% N, 0,02 % P, 1,4 % K, dan 5,6 % Si. Dalam satu ton gabah (GKG) tanaman padi menghasilkan ± 1,5 ton gabah jerami yang mengandung 9 kg N, 2 kg P, 25 kg K, 2 kg S, 70 kg Si, 6 kg Ca, dan 2 Kg Mg. Dengan memanfaatkan jerami padi sebagai bahan utama pupuk organik diharapkan petani dapat menghasilkan pupuk organik berkualitas secara mandiri, mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia, dan mendukung pertanian berkelanjutan.